Sabtu, 06 Maret 2021

Volume 1 Chapter 8

Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (8) JATUH

  • Aku memeriksa seberapa banyak HP yang tersisa.

    Bar hijau itu semakin rendah.

    Aku nyaris mati. Bergantung pada benangku sendiri.

    Bagaimana aku bisa bertahan hidup?

    Aku tidak punya ide.

    Bagaimana bisa jadi seperti ini?

    Bahkan setelah berevolusi, seperti biasa aku masih bergantung pada serangan kejutan untuk bertarung.

    Aku naik dari level 1 ke level 2 dalam sekejap.

    Sepertinya, jumlah experience yang dibutuhkan untuk naik level tidak diakumulasikan.

    Karena aku telah berevolusi dan dapatkan level, kupikir ini adalah saat yang tepat untuk mengembangkan metode atau taktik baru dan mendapatkan skill baru dengan skill points.

    Aku telah mengumpulkan cukup banyak poin, jadi aku mendapatkan dua skill sekaligus.

    Yang pertama adalah Thread Control.

    Seperti namanya, skill ini memungkinkanku untuk mengendalikan benang laba-labaku.

    Dengan mengkonsumsi MP untuk menggunakannya, aku bisa mengerakan benangku sesuai keinginkan. Sebuah kemampuan luar biasa yang sempurna untukku, karena benang laba-laba aku adalah senjata utamaku.

    Namun, pada level 1, sangat sulit mengendalikan benangnya hampir tidak bergerak.

    Sialan!

    Yah, masih lebih baik ketimbang skill sihir yang sama sekali aku tidak tahu bagaimana cara menggunakannya, dan skill ini akan jadi sangat berguna ketika naik level.

    Skill yang kedua … yah, sebuah kesalahan besar.

    Untuk diriku yang bergantung pada serangan kejutan, sangat penting mempunyai skill  yang bisa mendeteksi musuh.

    Tidak hanya memudahkanku melakukan serangan kejutan pada monster lain, tapi juga untuk mengatisipasi agar diriku tak terkena serangan mendadak.

    Itu lah alasanku mengambil skill yang bernama Detection.

    Tapi dikarenakan aku merasa sangat pusing kepala setiap kali menggunakannya, kuputuskan untuk  sementara waktu tidak memakainya.

    Lalu, aku melanjutkan penjelajahanku.

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Appraisal LV 5] telah menjadi [Appraisal LV 6].>

    Appraisal! Akhirnya! Apakah aku sedang bermimpi!

    Dengan asumsi bahwa level maksimum badalah level 10, Mungkinkah! ini harusnya sudah benar-benar berguna sekarang!

    Sambil menahan napas ketika meng-Appraisal diriku sendiri.

    <Small Taratect
    LV 2
    Tanpa Nama
    Status :
    HP : 36/36 (hijau) SP : 36/36 (kuning)
      MP : 36/36 (biru)        : 34/36 (merah)
      Serangan     : 19 Pertahanan : 19
      Sihir               : 18 Resistensi    : 18
      Kecepatan   : 348                                                     >

    …Apa ini…?!

    Apa? Apaa? Appaaa ?!

    Kau siapa?! kau bukan Appraisal yang kukenal! yang kukenal adalah Appraisal tidak berguna yang selalu mengecewakanku! Itu bukan sekedar keren untuk mampu melakukan hal seperti ini!

    Ke mana tuan Appraisal yang sebelumnya?

    Apa yang sudah kau lakukan dengan tuan Appraisal tidak berguna! Apa yang harus kulakukan dengan semua keluhan yang sudah diam-diam kusiapkan sebelumnya?!

    Aku seharusnya senang dengan apa yang selama ini kuharapkan, awalnya aku selalu mendapat fitur baru yang tidak terlalu berguna, dan menggerutu akan hal itu!

    Kenapa kamu mengkhianatiku seperti ini ?!

    Katakan padaku, sialan!

    Hah … hah … hah …!

    Ups — sepertinya aku terlalu terbawa derama.

    Aku mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Hah … huuh … huhffm. Oke, sekarang lebih baik!

    Ahh …

    Bukankah ini terlalu banyak perubahan pada skill Appraisal-ku? Perbedaannya sangat jauhh …

    Tapi ini lah yang kuharapkan saat pertama kali aku menginginkan skill seperti Appraisal.

    Aku benar-benar tidak menduga perubahan tiba-tiba ini.

    Rasanya seperti teman kutu buku saat SMP meberaniakan untuk tiba-tiba mengubah image mereka di SMA.

    Ya, aku sadar itu perbandingan yang sangat aneh.

    Bagaimanapun, Appraisal yang baru tang lebih baik ini sangat luar biasa. Sekarang aku bisa membaca statku sekaligus, yang sebelumnya adalah misteri, Bahkan ada angka yang spesifik, yang pastinya akan sangat berguna mulai sekarang.

    Tapi ada sedikit masalah kecil. Apakah ini hanya menurutku saja, atau memang statku sangat rendah?

    Aku tidak punya sesuatu untuk dibanngkan, jadi aku tidak yakin seberapa buruk ini, tapi tampaknya stat mereka tidak akan lebih tinggi dari seseorang yang telah mencapai level 10 dan berevolusi satu kali.

    dan juga di bagian stat kecepatan.

    Kecepatanku sepuluh kali lebih tinggi dari statku yang lain. Aneh, bukan? aku tahu aku lebih cenderung menggunakan kecepatan, tapi ini konyol.

    Cukup, cukup, cukup.

    Sekarang aku hanya perlu membandingkan statku dengan monster lain.

    Meskipun, berdasarkan hasil yang kudapat sejauh ini, probabilitas keberhasilan dalam meng-Appraisal stat mereka tidak terlalu tinggi.

    Bahkan, aku belum berhasil menilai sesuatu selain level mereka sekalipun.

    Karena level skill Appraisalku telah meningkat, mungkin saja tingkat keberhasilanku juga meningkat. Setidaknya ini patut dicoba.

    Aku pergiuntuk mencari monster monster dimangsa dan akhirnya menemukan satu yang tampak seperti tikus. Baiklah, waktunya Appraisal!

    <Elroe greym LV 2: Appraisal Status Gagal>

    Ah … Seperti dugaanku, Menilai status monster lain masih terlalu sulit. Baiklah.

    Swis, Swis, Swis … Fwump! Spin, Spin, Spin, Chomp!

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Poison Fang LV 6] telah menjadi [Poison Fang LV 7].>

    Ooooh. Seperti yangku harapkan, Poison Fang untuk kemenangan!

    Sekarang aku tahu betapa lemahnya statku, tidak berlebihan untuk mengatakan kalau aku tidak memiliki cara lain untuk menyerang selain dengan gigitan.

    Jadi level dari serangan Poison Fang sekaligus merupakan satu-satunya caraku untuk menyerang, sangat lah penting.

    Bagaimanapun, kurasa itu cukup untuk pencarian hari ini.

    Aku membuat jaring kecil yang sederhana di tempat ini.

    Sekarang setelah menjamin keselamatanku, sekarang aku bisa memakan tikus ini … atau nanti. Sebenarnya aku belum terlalu lapar. Bukannya aku tidak mau memakannya, tapi aku pikir lebih baik menyimpannya untuk besok hari, ketika aku merasa lapar.

    Jadi yang tersisa hanyalah tidur. Oh, dan ada satu hal lagi.

    Nyoooom. Tug, Tug. Bloop.

    Tidak, aku tidak sedang melakukan sesuatu yang cabul. Aku sedang melatih skill Thread Control-ku.

    Sebagai hasil dari latihanku, aku jadi tahu bahwa aku hanya bisa mengendalikan satu benang pada satu waktu. Dan juga benangnya bergerak dengan sangat lambat. Namun, selama benang itu menyentuh tubuhku, rentang jarak di mana aku bisa mengendalikannya cukup luas. Dan skill ini mengkonsumsi cukup banyak MP. Lebih banyak dari yang kau kira!

    Untuk saat ini, memang tidak ada banyak potensi untuk membantuku dalam pertempuran.

    Jadi setiap sebelum tidur, aku akan menghabiskan beberapa MP untuk berlatih lebih banyak dan melihat apakah aku dapat meningkatkan level skill ini. Jika aku terus melakannya, cepat atau lambat pasti akan meningkat.

    Karena skill Appraisal sedikit terlambat untuk bisa berguna, skill Thread Control mungkin juga akan jadi berguna pada level 6 atau lebih.

    Meskipun itu memerlukan banyak waktu untuk untuk mencapainya.

    Lagi pula, begitu levelnya sudah sedikit lebih tinggi, ada beberapa hal yang ingin kucoba.

    Untuk satu hal, aku berharap kembali pada sesuatu yang sebelumnya sempat kutinggalkan yaitu mendeteksi musuh menggunakan benang, karena skill Detection ternyata tidak berguna. Mimpi yang besar, iya aku tahu itu.

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Thread Control LV 1] telah menjadi [Thread Control LV 2].>

    Mereka mengatakan panci yang di awasi tidak pernah mendidih!
    TL Note : Sebuah pepatah dalam bahasa inggris yang juga berarti "Ketika Anda menunggu, waktu berlangsung selamanya."

    Nyoooom. Nyoooom. Tug, Tug. Blooooop.

    Dengan naiknya level, gerakan dari benang sudah sedikit meningkat.

    Masih belum cukup untuk menjadi berguna dalam keadaan darurat, tapi tetap itu adalah kemajuan yang terlihat, mungkin nanti akan sampai di titik yang bisa di gunakan sedikit lebih cepat dari yang kuharapkan.

    Aku masih punya banyak MP, kuputuskan untuk terus berlatih sedikit lebih lama sebelum tidur.

    Yaaawn … Ahhh, itu tidur nyenyak.

    Pada akhirnya, aku berlatih sampai hampir kehabisan MP, dan aku berhasil mennaikan skill Thread Control-ku ke level 3.

    Aku sebenarnya berencana untuk terus berlatih sampai MP-ku benar-benar habis, tapi ketika itu mulai menipis, aku merasakan firasat buruk tentang itu.

    Aku tidak bisa mengatakannya kenapa, tepatnya, tetapi instingku mengatakan akan berbahaya jika tidak memiliki MP, jadi kuputuskan untuk tidak menghabiskannya.

    Setelah semalaman tidur, MP-ku pulih sepenuhnya.

    Bagus. Dengan ini aku sebaiknya melatih skill Thread Control setiap malam sebelum tidur.

    Tunggu sebentar. Karena aku sudah pulih sepenuhnya, bukankah aku melakukannya di pagi hari juga?

    Biasanya aku juga tidak menggunakan MP, jadi jika MP-ku akan pulih dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, kenapa tidak membiarkannya pulih sambil aku berburu?

    Ya. Bagiku itu tampak lebih efisien.

    Jika tidak sesuai rencana, berarti aku hanya bisa beraltih sekali sehari mulai besok, kupikir tidak ada salahnya di coba dulu.

    Jadi, aku fokus berlatih Thread Control. Ketika MP-ku hampir habis …

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Thread Control LV 3] telah menjadi [Thread Control LV 4].>

    … ada pesan dari Divine Voice (sementara).

    Bagus, bagus. Itu cukup mudah.

    Karena MP-ku sangat rendah, aku tidak bisa memeriksa seberapa banyak kemajuannya setelah naik level, kupikir level 4 seharusnya sudah cukup bagus.

    Mungkin masih belum bisa digunakan dalam pertempuran, tapi mungkin aku setidaknya bisa bereksperimen membuat armor dari benang di rumah sementaraku ini. Aku tak sabar menantikan hal itu.

    Ngomong-ngomong, sudah waktunya sarapan. Untungnya, aku masih menyimpan monster tikus yang kemarin, Ini lah hidangan utama untuk mengawali hari ini.

    Hmm. Rasa makan sampah.

    Makan juga sama sekali tidak memulihkan MP-ku. aku memang sudah menduganya, tapi tetap saja.

    Ngomong-ngong sejak aku berevolusi , aku selalu berada dalam kondisi yang baik.

    Ini adalah tanda bahwa hal-hal baik akan segera datang. Seolah-olah alam semesta memberi tahuku bahwa inilah waktunya untuk bersinar.

    Heh-heh-heh. Tidak ada yang bisa menghentikanku sekarang! Hee-hee.

    Yang harus kulakukan adalah terus menjadi lebih kuat dan keluar dari labirin ini.

    Aku tahu dungeon ini sangat-sangat besar, jadi mencari jalan keluar lebih merupakan tujuan jangka panjang.

    Nah, hari ini adalah waktunya untuk menjadi diriku yang terbaik! Ha ha.

    Doot-dee-doo … aku menjelajahi labirin dengan mood yang bagus.

    Maksudku, dengan diriku yang hebat, tidak ada monster di area ini yang bisa mengimbangiku.

    Selama aku bisa menyergap mereka sebelum mereka menyadariku, aku bisa mengalahkan apa pun menggunakan serangan mendadak!

    Dan jika tidak, yah, saat ini, aku mungkin cukup kuat untuk memenangkan pertarungan yang adil, bukan?

    Evolusiku mungkin membuatku jauh lebih kuat, dan level skill yang kupunya sudah cukup tinggi, jadi tidak mungkin aku akan mempermalukan diri sendiri seperti waktu melawan katak.

    Maksudku, aku tidak mengatakan bahwa aku pasti akan menang, tapi keyakinanku mengatakan bahwa aku pasti bisa.

    Masalah dengan skill Detection memang agak memalukan, tetap saja, aku merasa sedikit lebih baik karena berevolusi, jadi …

    Ayo, siapapun lawan aku! Hanya bercanda.

    Hah?

    Kenapa tiba-tiba aku merasakan perasaan tidak enak?

    Seperti instingku berteriak padaku untuk segera cepat-cepat pergi dari sini.

    Aku berbalik perlahan ke belakang.

    Tidak jauh dari jalan panjang dan lurus yang kuikuti, sekelompok manusia yang berpakaian seperti petualang mengejarku.

    Oh sial. Manusia!

    Dan mereka pasti mengincarku!

    Tapi itu mungkin bukan apa-apa bagiku yang baru berevolusi, kan?

    <Manusia LV 29 Nama: Gordeau Appraisal Status Gagal>

    <Human LV 27 Name: Bardon Appraisal Status Gagal>

    <Human LV 24 Name: Onjin Appraisal Status Gagal>

    <Human LV 27 Name: Jolliere Justeau Appraisal Status Gagal>

    <Human LV 22 Name: Gaikun Appraisal Status Gagal>

    <Human LV 23 Name: Lekin Appraisal Status Gagal>

    Ya benar, idiot!

    Apa maksudmu, level 29 ?!

    Bahkan jika di totalkan aku cuma level 12 , itu masih lebih dari dua kali lipatnya !!

    Dan enam manusia di level itu ?! sedikitpun aku tidak akan bisa bertahan melawan mereka!

    Lari!

    Ah, persimpangan jalan.

    Kanan atau kiri? Mari kita pergi dengan … benar … Tunggu, hmm?

    Aku melirik ke jalan sebelah kiri.

    <Elroe baladorado LV 9: Appraisal Status Gagal>

    Apakah yang benarsaja?!

    Level-nya memang lebih rendah dari ular yang kulawan sebelumnya, tapi tetap saja, bagaimana bisa aku mengalahkan salah satu dari mereka tanpa adanya persiapan rumah atau jaring?

    Ya Tuhan, seekor ular di depanku dan manusia mengejar di belakang aku ?!

    Dan mereka mengincarku sekarang !!

    Melarikan diri! Belok ke lorong di sebelah kanan! Tidak mungkin aku bisa menghadapi kombo monster dan manusia yang mematikan!

    Apa kalian semua itu idiot, “Ayo, sini  hadapi aku” ?! Aku, itu siapa aku!

    Tidak! Tidak mungkin!

    Ular itu lebih seperti bertarung dengan bos daripada monster biasa!

    Apakah kamu ingin memberi tahuku bahwa ular itu lebih seperti monster normal ?!

    Dan mengapa manusia lebih memilih untuk mengejarku sekarang?!

    Waaaaah!

    Suara-suara berisik itu di belakangku ?! Terlalu cepat! Bagaimana mereka bisa mengikutiku ?! Kecepatanku 348, kau tahu!

    Kupikir itu adalah satu-satunya keunggukanku di banding para monster lain! Memangnya mereka pikir mereka siapa, mengikutiku seperti itu ?!

    Geh ?! Monster lain di depanku ?!

    <Elroe randanel LV 5: Appraisal Status Gagal>

    <Elroe randanel LV 4: Appraisal Status Gagal>

    <Elroe randanel LV 4: Appraisal Status Gagal>

    Apaaaa?! Dari semua waktu kenapa harus sekarang trio bodoh ini muncul!

    Jika hanya satu, aku bisa saja menyelinap melewatinya dengan mudah! Tapi bagaimana caranya aku bisa menyelinap melewati mereka bertiga sekaligus?!

    A-apa yang harus kulakukan ?! Ayolah! Ya Tuhan, aku bahkan tidak punya waktu untuk berpikir!

    Baik! Tenggelam atau berenang!

    Masih berlari dengan kecepatan tinggi, aku bergegas merayap ke dinding!

    Yoooooooo! aku melakukannya! aku benar-benar melakukannya!

    Berlari sambil merayap di tembok berhasil! aku berhasil melewati tiga monster itu skaligus!

    Aku kembali mendengar berbagai keributan di belakangku, tapi aku tidak menoleh ke belakang!

    Aku tidak tahu berapa lama mereka bertiga akan menahan sekelompok manusia itu, aku harus istirahat dulu selagi masih memiliki kesempatan!

    Maaf soal itu, kawan. Ini hanyalah contoh lain dari survival of the fittest. Sekarang, korbankan lah diri kalian untuk menjadi dagingku!
    TL Note : Mengutip wikipedia dalam bahasa indonesia : "keberlangsungan hidup makhluk yang paling fit" sebuah frasa dalam teori evolusi untuk menyebut mekanisme seleksi alam.

    Bwa-ha-ha!

    Dengan memanfaatkan monster-monster itu, aku berhasil keluar hidup-hidup! mungkin seharusnya akau memanjatkan doa kecil untuk mereka sebagai tanda terima kasih … Tunggu, ya?

    jurang … jalan buntu?

    Tunggu, tunggu, tunggu — jurang yang seperti sarang kelabang ?!

    Waaah! Tidak tidak Tidak! Aku berlari terlalu cepat untuk berhenti tepat waktu!

    Aaaaaah!

    Tiba-tiba aku meluncur dengan cepat ke ruang kosong.

    Hah? Oh, wow, lubang ini sangat dalam dan lebar. kau mungkin tidak akan jika jatuh di sini.

    Tunggu, jatuh ?! aku terjatuh! Tidaaaaaak!

    Bungee melompat tanpa benang? kau pasti bercanda! Tunggu, benangnya? Tali!

    Ilustrasi Kumoko LN Kumo Desu ga Nani ka Indonesia Vol 1 Chap 8
     Ayo, benang laba-labaku, bekerja sama lah!

    Aku menembakkan beberapa benang dan menyangkutkannya ke dinding!

    Akhirnya, aku terselamatkan— Whoof!

    Aduh, sakit sekali.

    Aku telah berhenti jatuh, tapi dengan kecepatan tinggi tubuhku menghantam dinding.

    Ohh, kukira aku akan mati.

    Dikejar oleh ular dan melarikan diri berakhir jatuh ke jurang? Memalukan.

    Mungkin aku dihukum karena menjadi begitu penuh dengan diri aku sendiri …

    Oh, aku mengerti. Baiklah, aku menyesal. Aku telah melakukan banyak kesalahan sampai detik ini, setidaknya bisakah dengungan keras dan terdengar sangat mengganggu ini berhenti?

    <Finjicote LV 4: Appraisal Status Gagal>

    <Finjicote LV 3: Appraisal Status Gagal>

    <Finjicote LV 5: Appraisal Status Gagal>

    <Finjicote LV 4: Appraisal Status Gagal>

    Lebah.

    Sekelompok monster lebah raksasa yang pernah kutemui sebelumnya. Dan mereka ada banyak sekali terbang memenuhi seluruh lubang ini.

    Um … Halo …

    Maafkan aku! Tolong maafkan aku! Demi tuhan, jangan melihatku!

    Hanya satu cara untuk kabur menjauhi lebah-lebah yang berdatangan untuk menyerangku.

    Dan itu turun ke bawah!

    Aku terjun lagi! aku menjatuhkan diri, tapi tidak seperti sebelumnya!

    Aku membuat benang yang terikat di dinding menjadi lebih elastis dan menggunakannya untuk turun dengan aman seperti bungee jumping. Setelah memantul dua atau tiga kali, aku menempel ke dinding dan memasang benang baru.

    Geronimoooo!

    Aku mengulangi cara ini beberapa kali lagi dan lagi untuk turun.

    Baiklah, aku telah mencapai tanah!

    Tapi masih banyak lebah berkerumun di sekitarku. aku memaksa tubuhku yang kelelahan untuk berlari. Aku harus menjauh dari sana secepat mungkin.

    Tapi aku terlambat.

    Seekor lebah mendarat dibelakangku. Kemudian, aku merasakan sakit yang tajam di punggungku.

    ?!?!?!?!

    Ow! dia menusuk aku!

    Dan ada sesuatu seperti cairan yang tercecer dari luka yang di sebabkannya! Racun!

    Aku tidak memiliki cara untuk menyerang balik seekor lebah yang melekat pada punggungku.

    Tunggu, ada satu cara.

    Aku masih memiliki sedikit MP yang tersisa, tidak ada waktu untuk mengkhawatirkannya!

    Aku menggunakan Thread Control untuk memanipulasi benang dan melekatkannya ke lebah di punggungku. Lalu aku melilitkan benangku ke sekeliling tubuhnya.

    Heave-ho!

    Aku menggenggam benang itu dan menarik lebah dari punggungku, membantingnya ke tanah seperti master judo!

    Aku sebenarnya ingin langsung menyelesaikannya, tapi sepertinya melarikan diri jauh lebih penting!

    Aku bersembunyi di balik bayangan batu di dinding. Lebah raksasa itu seharusnya tidak bisa menangkapku di celah yang kecil.

    Benar saja, setelah berdengung berkeliling dan melihat situasi sekitar untuk sementara waktu, beberapa lebah yang mengejarku akhirnya menyerah dan terbang menjauh.

    Entah bagaimana, aku berhasil selamat.

    Tapi aku berakhir dengan cedera. aku tidak bisa melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, tapi jelas aku tahu ada lubang besar di punggungku.

    Aku hanya memiliki 6 HP yang tersisa. 30 lainnya telah hilang hanya dengan sekali terkena serangan sengatan lebah. Itu tidak mengejutkan. aku tahu stat pertahananku rendah. Malahan, aku sangat berterima kasih kepada tubuh laba-labaku karena bisa bertahan dari luka parah yang mengerikan.

    Aaku juga beruntung punya Resistensi Racun yang tinggi.

    Lebah itu pasti menyuntikkan racunnya kepadaku saat menyengatku.

    Aku tidak tahu berapa banyak kerusakan yang kudapat dari racun dan berapa banyak dari sengatan jarumnya, jadi aku tidak tahu pasti apakah skill-ku telah menetralisir racunnya sepenuhnya atau tidak. Tetap saja, jika bukan karena skill Poison Resistance, aku mungkin sudah mati.

    Dengan luka ini aku mungkin tidak akan bisa bergerak untuk sementara waktu. Aku bahkan tidak tahu apakah ini akan sembuh sendiri atau tidak.

    Solusi idealnya hanyalah dengan menaikan level-ku dan pulih sepenuhnya seperti terakhir kali.

    Karena itu, aku benar-benar ingin pergi mengambil lebah yang tadi kuikat tergeletak di tanah, demi untuk dimakan dan point experience-nya.

    Tapi keluar dari sini sepertinya adalah ide yang buruk.

    Mungkin aku bisa mengikatkan beberapa benang dengan Thread Kontrol dan menariknya ke sini sedikit demi sedikit?

    Tiba-tiba, aku memiliki firasat buruk lainnya.

    Dengan hati-hati aku mengintip dari balik bayangan batu.

    Di sana, aku melihat lebah yang tadi kuikat sedang berjuang melepskan diri di tanah. Dan di belakangnya, ada sosok monster lain mendekatinya, perlahan tapi pasti.

    <Elroe baladorado LV 9: Appraisal Status Gagal>

    Ular. Apakah itu yang tadi mengejarku sampai sejauh ini ?!

    Tidak, kemungkinan juga bukan. Ular itu memang di level yang sama tapi mungkin individu yang berbeda.

    Sialan.

    Mungkin memang banyak ular sepertinya di sekitar sini, meskipun dari sudut pandangku mereka lebih seperti bos monster.

    Jika mereka menemukanku ketika aku sedang terluka parah, tidak mungkin aku kabur hidup-hidup.

    Ular itu merayap dengan santai ke arah lebah di tanah.

    Kumohon kepadamu … kau dapat mengambil lebahnya — hanya saja tolong jangan melihatku.

    Tapi pada akhirnya, reptil itu tidak melakukan apa pun pada lebahnya.

    Atau, lebih tepat, dia tidak bisa melakukannya.

    Ada sesuatu yang merobek tubuhnya dengan kecepatan yang mengerikan.

    Hah? Apakah mataku menipuku?

    Menurutku, apa pun itu, ia telah mencabik-cabik tubuh ular semudah merobek kertas. kau tahu kan, tubuh ular itu dilapisi oleh sisik yang sangat keras. Ular yang memiliki kecepatan hampir sepertiku. Tidak punya waktu untuk bereaksi.

    <Earth dragon Araba LV 31: Appraisal Status Gagal>

    Itu dia, dengan santainya.

    Tidakj seperti namanya, dia lebih mirip serigala raksasa.

    Memiliki empat kaki yang menginjak tanah.

    Ekor yangt panjang.

    Tidak memiliki sayap.

    Apa yang kulihat di sana adalah naga yang agung dan mengesankan.

    Ya Tuhan. Insting laba-labaku, logika manusiaku, dan seruan jiwaku semuanya menjerit akan hal yang sama.

    Tidak mungkin. mustahil bisa mengalahkan lawan seperti itu.

    Bahkan, aku tak pantas menyebutnya sebagai lawan. Dari sudut pandangnya, aku tidak lebih hanya sekedar mangsa.

    Bisa jadi aku hanyalah cemilan baginya. Aku akan dimakan saat dia melihatku.

    Perbedaan ekstrim antara kami.

    Levelnya yang tinggi hampir tidak layak untuk kupikirkan.

    Terlepas dari level, dia berada jauh di luar kemampuanku.

    Naga bumi Araba mulai mengunyah potongan ular yang berserakan, satu per satu.

    Dengan putus asa aku berusaha membungkam napasku.

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Stealth LV 1] telah menjadi [Stealth LV 2].>

    Diam! aku mohon, terus lah diam saja! Apa yang bisa kulakukan jika dia menyadariku?!

    Setelah selesai memakan ular itu, naga itu melesat pergi mengabaikan lebah.

    Te … terima kasih Tuhan.

    Aku tidak tahu apakah dia memang tidak menyadariku atau dia tidak memperdulikanku, bagaimanapun aku sangat bersyukur, aku masih bisa hidup.

    Sampai saat ini, aku sudah memiliki banyak pengalaman hampir mati, tapi kali ini jelas adalah yang terburuk.

    Bahkan mengingatnya saja sangat mengerikan.

    Tidak. Jika monster itu hanya berkeliaran di sekitar ini, maka aku harus segera pergi.

    Aku melihat ke sekitar.

    Aku berada di dasar lubang tempatku jatuh. Tampaknya aku berada di suatu tempat dengan diameter sekitar tiga ratus kaki(91m).

    Kedalamannya bahkan mungkin lebih dari itu. Aku bahkan tidak tahu seberapa dalam lubang tempatku terjatuh saat ini.

    Di atasku, segerombolan besar pasukan lebah memenuhi area langit-langit.

    Aku merasa lega bahwa mereka cukup jauh sehingga skill Appraisal-ku tidak mencapainya.

    Jika itu terjadi, meng-Appraisal gerombolan sebanyak itu sekaligus mungkin bisa membunuhku.

    Tetapi jika aku ingin kembali ke area tempatku berasal, aku jelas-jelas harus melewati kerumunan itu.

    Sambil mendaki yang terjal dan begitu tinggi.

    Itu mustahili.

    Aku tidak bisa melakukan perlawanan apa pun selagi aku sedang mendaki tebingnya.

    Aku tidak bisa bergerak cepat atau bahkan mengendalikanaku dengan benar.

    Keahlianku adalah bertarung di tempat-tempat terbatas.

    Sebaliknya, lebah-lebah itu dapat terbang bebas di udara.

    Mana mungkin aku bisa menang.

    Tapi menjelajahi area yang merupakan wilayah kekuasaan tempat naga itu tinggal juga sama saja dengan bunuh diri.

    Ada beberapa jalan berbeda yang terhubung ke dasar lubang ini.

    Haruskah aku mengambil risiko mengambil jalan yang berlawanan dari jalan yang dilaluinya?

    Aku tidak bisa. Dengan cedera yang sangat parah ini, menghadapi monster apa pun akan berbahaya untuku, bahkan jika itu bukan naga itu sekalipun.

    Uh oh. Ini mungkin akhir dari hidupku.

    Jadi cuma sampai sini saja.

    Di mana letak kesalahanku?

    Bagaimana caraku agar bisa bertahan hidup?

    Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja berakhir di tempat seperti ini.

    Aku tidak ingin mati.

    Maka, aku harus membuat rencana.

    Interlude An Adventurer's Soliloquy | Chapter List | Interlude An Adventurer's Withdrawal

    0 komentar:

    Posting Komentar