Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa
Ohh man … Kelabang itu sangat menakutkan. Serius, apa-apaan itu ini? aku tidak akan pernah lagi ingin melihat banyak serangga dalam hidupku.
Hhuh. Aku sangat lelah.
Kaki-kakiku gemetaran. Mungkin karena aku berlari begitu lama setelah menghabiskan sepenuhnya bar stamina kuning — energiku.
Waktunya untuk istirahat.
Aku melihat ke belakang sekali lagi untuk memastikan apakah pasukan kelabang tadi masih mengikutiku. Bagus, tidak ada tanda-tanda mereka.
Aku membuat beberapa jaring untuk membuat rumah sederhana.
Saat aku menyelesaikan jaring untuk sedikit menjamin keamananku, semua energi terkuras dari tubuhku, dan aku tak sadarkan diri.
Wow, aku mungkin sedikit trauma.
Kelabang-kelabang itu mungkin lemah secara individu, tapi kalau segerombolan yang sebanyak itu merupakan ancaman besar.
Jika mereka menyerangku sekaligus, maka tidak ada lagi yang bisa aku lakukan.
Lebih parahnya, mereka dapat menyebabkan paralysis. Jika aku digigit sekali saja, aku mungkin akan berakhir menjadi mangsa yang pasrah tak berdaya sepenuhnya.
Setelah itu, yang bisa aku lakukan hanyalah menunggu mereka melahapku.
Memikirkanya saja sudah membuatku ngeri.
Kuberpikir seharusnya aku lebih berhati-hati tentang mengapa ada begitu banyak kelabang di area itu.
Harusnya aku sadar akan keanehan dengan sangat sedikit monster lain di sekitar sana.
Kelabang itu sendiri sangat lemah.
Dalam retrospeksi, sangat aneh bahwa tidak ada predator lain di sekitar ketika ada begitu banyak mangsa yang bisa didapat. Aku juga sudah mempertimbangkannya bahwa mungkin monster lain tidak mau memakannya karena para kelabang memiliki racunnya paralysis, tapi dungeon yang di penuhi dengan monster beracun, itu terdengar hanyalah alasan yang tak mendasar.
TL Note : Kilas balik/beberapa waktu lalu.
Lebih mungkin, kalau monster lain menghindari area itu, karena mengetahui sekelompok kelabang tinggal di sana, atau berkeliaran kesana tanpa sengaja dan dimakan.
Mengingat bahwa bahkan kecepatanku hampir tidak cukup untuk membiarkanku kabur dari mereka, maka itu mungkin akan mustahil bagi monster yang bergerak lebih lambat. Mereka akan mencoba lari tapi akan terkejar dalam waktu singkat, dan begitu mereka digigit dan lumpuh, akan banyak kelabang berumun di sekitar mereka dan …
Menakutkaaaaan.
Aku kira monster yang bahakan sangat lemah sekalipun memiliki cara sendiri untuk menutupi kekurantgan mereka.
Dalam hal kemampuan bertarung scara langsung, aku juga berada di sisi yang lebih lemah, tapi jika aku membuat jaring, aku bisa menjebak dan mengalahkan monster yang lebih kuat dari diriku.
Jadi hanya karena sesuatu tampak terlihat lebih lemah bukan berarti kamu dapat meremehkannya dan menurunkan pertahananmu.
Anggap saja peristiwa kali ini sebagai pelajaran scara menyeluruh.
Lagi pula, beruntung aku bisa tetap hidup, dan aku sudah cukup puas makan kelabang sebelum kejadian itu.
Aku mendapatkan beberapa level dan yang lain, juga.
Meskipun, terlepas dari semua peningkatan level yang telah kuaku lakukan, aku tidak merasa bertambah besar.
Berganti kulit biasanya membantu serangga tumbuh lebih besar, bukan?
Maksudku, secara teknis aku memang tumbuh dalam arti naik level, tapi ukuran tubuhku tidak berubah. Setelah melihat ibu raksasaku saat aku pertama kali menetas, aku mendapat kesimpulan kalau aku akan bisa sebesar itu juga …
Namun sejauh ini, tidak ada tanda-tanda hal itu sedang terjadi.
Karena dunia ini memiliki level dan semu hal sejenisnya, mungkin evolusi juga ada, atau semacamnya?
Oh, benar, berbicara tentang level …
Setelah aku menilai segerombolan kelabang itu, level skill Appraisal-ku naik.
Apakah ini yang mereka sebut keberuntungan?
Sebelumnya, aku selalu terus-terusan melihat hasil Appraisal diriku. Jelas aku benar-benar tidak punya waktu untuk itu selama di kejar oleh pasukan kelabang.
<Small lesser taratect LV 7 Tanpa Nama Status : Lemah>
Apa maksudmu, “Status : Lemah” ?! Itu sangat tidak jelas!
Ditambah lagi, menyebutku lemah itu adalah … Yah, kurasa aku sudah menyadarinya. Tapi tidak bisakah kau setidaknya menggunakan julukan yang sedikit lebih baik?
Fakta bahwa Appraisal mengatakan diriku lemah sudah lebih dari cukup membuktikan bahwa aku ini hanyalah mahluk rendahan menurut standar dunia ini.
Hhmm… Menyebalkan.
Tidak, tunggu dulu. Bukankah aku baru saja memutuskan kalau kamu tidak boleh meremehkan sesuatu hanya karena itu tidak terlalu kuat?
Bagaimanapun, aku memiliki benang.
Bahkan jika tubuhku lemah, selama aku punya benang laba-laba, aku tidak akan pernah terkalahkan, mungkin.
Jika kamu melihatnya seperti itu, aku sama sekali tidak lah lemah, kan?
Maksudku, meskipun aku ragu mengatakannya, tapi aku akan mengatakan aku sebenarnya cukup kuat …
Aku bisa menjebak monster dengan benangku, mendapatkan keuntungan dari serangan dadakan, dan menggigitkan taring racunku sampai targetku tidak bergerak.
Ya. Harus kuakui, aku bermain kotor. Tapi aku tidak punya pilihan, karena aku berada di posisi yang kurang menguntungkan dalam pertarungan langsung. Jadi, aku tida akan melewatkan kesempatan apapun yang bisa kudapatkan.
Akan kupastikan akulah yang mengatur jalannya pertarungan, menggunakan seluruh kemampuanku.
Seandainya semua berjalan seperti itu sepanjang waktu, aku tidak akan pernah mendapat masalah.
Ugh, aku sangat lelah. Saatnya untuk tidur.
.
.
Aku sudah bangun.
Aku bahkan belum merasa beristirahat sepenuhnya. Tapi tiba-tiba mataku terbuka.
Perasaan apa ini? aku tidak tahu mengapa, tapi instingku mengatakan akan ada bahaya.
Dengan cepat, aku bangun dan menambahkan lebih banyak benang ke jaringku. Lalu aku diperlihatkan sumber firasat burukku.
<Elroe baladorado LV 9: Appraisal Status Gagal>
Seekor ular besar.
Terlihat cukup besar untuk menelan seorang manusia tanpa hambatan, dan tubuhnya setidaknya sepanjang tiga puluh kaki.
TL Note : 10 kaki sekitar 3 metean.
Pada dasarnya, sudah terlihat kuat. Belum lagi, dia level 9.
Sampai sekarang, monster terkuat yang pernah kulihat adalah level 4. Jadi ini sebuah lompatan besar.
Dari segi spesies, keuntungannya sudah jelas. Selain itu, dikombinasikan dengan level superiornya, berarti jika kita bertarung dengan adil dan jujur, aku tidak akan punya peluang.
Diriku benar-benar ketakutan. Aku seperti katak yang tertangka oleh seekor ular. Kecuali aku ini laba-laba.
Tubuhku terasa sangat tegang karena ketakutan, tapi aku tetap memaksanya untuk bergerak bagai manapun caranya. Perlahan-lahan, aku mundur dalam upaya untuk menjaga jarak di antara kami.
Tapi tidak dengan ular itu.
Tanpa menghiraukan jaring di antara kami, kepalanya terus maju mengarah ke depan!
Tentu saja, dia terkena jaringku. Tapi kemudian, ular itu meronta-ronta dan berhasil menerobosnya!
Aku berbalik dan lari melesat, secepat kelinci yang ketakutan. aku meloloskan diri melalui jalur darurat jaring-jaringku dengan tergesa-gesa saat ular itu menerobos penghalang pertama dan menyerang ke tempat aku tadi.
Instingku memperingatkanku untuk melarikan diri. Tapi aku tidak melakukannya.
Aku melihatnya. Ular itu terjerat di jaringku.
Dia bisa merobek benangnya, tapi tidak bisa membebaskan dirinya sepenuhnya.
Jaring yang utuh dan yang rusak memenuhi sekitar tubuhnya.
Ini berhasil! Inilah keuntungan yang ku butuhkan.
Aku menempel pada tubuh ular yang sedang menggeliat.
Bersaamaan saat aku menggigitnya, aku mulai memproduksi lebih banyak benang dari pantat aku. Entah bagaimana aku menembus sisiknya yang keras dan menancapkan taring beracunku ke dalam tubuhnya! Ular itu meronta-ronta lebih keras saat rasa sakit dari racunku menyebar masuk ke dalam tubuhnya.
Dia meronta-ronta lebih keras, ketika aku menjeratnya dengan lebih banyak benang.
Ular itu menghempaskan tubuhku ke dinding dan lantai berkali-kali, tapi aku tetap bertahan sekuat tenaga dengan tekadku!
Bar stamina kuningku hampir habis. Setiap kali aku terhempas, bar HP yang berwarna hijau berkurang drastis.
Dan setiap kali aku membuat benang, bar stamina merah juga berkurang.
Jika bar stamina merah habis, aku mungkin tidak akan bisa membuat benang lagi.
Jika itu terjadi, hanya masalah waktu saja sebelum ular ini lolos dari ikatan benangku.
Aku harus mengalahkan monster ular ini sebelum itu terjadi. aku mengerahkan seluruh sisa energiku untuk menggigit dan membuat benang.
Perlahan tapi pasti, perlawanan ular ini mulai melemah.
Ular ini akhirnya terbaring diam. ketika bar stamina kuningku habis dan bar merah hanya tersisa 10 sekitar persen.
Itulah yang akan terjadi ketika kau meremehkan yang lemah!
<Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Individu small lesser taratect telah meningkat dari LV 7 ke LV 8.>
<Semua atribut dasar telah meningkat.>
<Mendapatkan bonus keahlian skill.>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Pain Resistance LV 1] telah menjadi [Pain Resistance LV 2].>
<skill points diperoleh.>
<Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Individu small lesser taratect telah meningkat dari LV 8 ke LV 9.>
<Semua atribut dasar telah meningkat.>
<Mendapatkan bonus keahlian skill.>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Poison Fang LV 5] telah menjadi [Poison Fang LV 6].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Night Vision LV 9] telah menjadi [Night Vision LV 10].>
<Kondisi terpenuhi. Skill [Vision Expansion LV 1] telah diperoleh dari skill [Night Vision LV 10].>
<skill points diperoleh.>
Wow, itu banyak.
Kukira kalu kau mengalahkan musuh sekelas boss kau akan mendapatkan lebih banyak points experience ternyata itu berlaku di dunia mana pun.
Aku bahkan naik dua level.
Ular itu jelas adalah lawan yang kuat. Jika aku bertarung scara langsung, aku tidak akan punya kesempatan.
Dia memiliki tubuh yang besar dan memiliki pertahanan yang kuat dengan sisik yang melindunginya. Melihat dari caranya menembus jaringku, kecepatannya mungkin juga tinggi. Bahkan mungkin jauh lebih cepat dariku.
Ditambah, kebanyakan ular adalah spesiaes yang berbisa. Tidak diragukan lagi ular itu juga beracun.
Terus terang, bahkan ketika dia terperangkap di jaringku, kemungkinanku untuk bisa menang hanya fifty-fifty.
Semua lukaku sudah sembuh ketika aku naik level dan molting, tetapi sebelum itu, HP yang kumiliki sangat rendah. Aku juga hampir kehabisan stamina. tadi itu nyaris saja.
Tapi semua risiko tadi sudah terbayarkan dengan imbalan besar.
Ketika aku berburu kelabang, kukira aku sudah mendekati level 8, akan tetapi aku tidak pernah menyangka bisa mencapai level 9 dalam sekali langkah.
Aku benar-benar senang telah naik level, level skill-ku juga banyak meningkat.
Jelas tidak ada salahnya untuk memiliki lebih banyak skill Pain Resistance, dan Poison Fang sebagai salah satu kartu truf selain Spider Thread.
Ketika skill Poison Fang bertambah kuat, itu berarti kekuatan seranganku juga meningkat bersamaan.
Atau, dengan kata lain, Poison Fang masih menjadi satu-satunya caraku untuk menyerang.
Jika aku bertemu lawan dengan Poison Resistance yang tinggi, bisa saja dia akan balik menggigitku. Aku tidak sekedar sedang bermain kata-kata.
Tapi yang paling menarik perhatianku dari banyaknya level yang naik adalah skill Night Vision.
Ya. Kalau dipikir-pikir, masuk akal juka aku memiliki skill itu.
Itulah mengapa dungeon ini hanya tampak seperti agak redup bagiku meskipun kekurangan sumber cahaya.
Sekarang level keahlian skill ini telah naik, dan pemandangan di sekitarku menjadi benar-benar jelas.
Jadi level 10 harusnya menjadi level paling tinggi yang saat tersedia. Tidak ada penjelasan lain untuk ini.
Atau mungkin level 10 hanya kebetulan level maksimal untuk skill Night Vision saja secara khusus tapi tentu saja tidak untuk skill lainnya.
Ditambah, aku baru saja mendapat skill Vision Expansion, kupikir sebagai bonus karena skill Night Vision mencapai level 10. ini bagus, tapi sayangnya, aku tidak tahu apa kemampuan yang bisa dilakukannya.
Dari namanya, kau mungkin akan berpikir bahwa sudut pandangku akan jauh lebih luas sekarang, tapi sepertinya tidak demikian.
Yah, ini bukan pertama kalinya aku mendapatkan skill yang kemampuannya tidak bisa kuketahui hanya dari namanya saja.
Akan lebih baik jika aku bisa menggunakan Appraisal pada skill untuk menghindari masalah seperti ini, tapi sayangnya aku tidak bisa.
Salah satu syarat untuk menggunakan Appraisal tampaknya aku harus bisa mendapatkan info tentang hal-hal yang terlihat.
Jadi semua informasi yang kutahu tentang skill saat ini hanyalah apa pun yang diberitahukan oleh Divine Voice kepada aku.
Karena aku tidak bisa melihat skill dalam bentuk apa pun, aku juga tidak bisa menilai mereka. Karena hasil dari Appraisal-ku selalu dijabarkan dalam kepalaku, informasi ini kemungkinan besar dianggap “terlihat”.
Tepi jika aku meningkatkan level skill Appraisal-ku lebih lanjut, mungkin daftar skill-skill akan muncul di statusku saat aku meng-Appraisal diriku sendiri, dan kemudian aku mungkin bisa memeriksanya.
Ngomong-ngomong, tidak ada lagi yang bisa kulakukan sampai saat itu tiba, jadi aku harus terus meninggalkan Skill Mastery-ku untuk saat ini.
Nah, karena sekarang aku akhirnya memenangkan pertandingan besar ini darinya, kupikir sepertinya aku harus memakannya.
Pertama, aku membangun ulang rumah sederhanaku demi keamanan jika monster lain menyerang saat aku makan.
Melihat seberapa besar ular itu, aku mungkin tidak akan bisa menghabiskan semuanya sekaligus, jadi kuputuskan untuk menetap sementara di area ini sampai aku selesai melahap semuanya.
Aku membuat jaring ini sedikit lebih hati-hati dibanding sarang sementaraku sebelumnya.
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Spider Thread LV 6] telah menjadi [Spider Thread LV 7].>
Hari ini sepertinya adalah hari keberuntunganku.
Skill Spider Thread-ku, yang tidak ada perubahan dalam waktu yang lama, akhirnya naik level.
Mungkin setelah penggunaan yang sangat banyak selama pertarungan melawan ular akhirnya terbayar.
Ngomong-ngomong, sekarang dua skill utamaku, Poison Fang dan Spider Thread, telah naik level pada saat yang sama.
Sejujurnya, ini mungkin akan lebih berkontribusi pada kemampuan tempurku dibanding peningkatan stat dasar saat naik level.
Aku sedang dalam mood yang bagus kali ini dan siap untuk makan.
Oh, tapi sebelum itu, aku harus menyingkirkan sisik ular ini terlebih dahulu. Mereka terlalu keras bagiku untuk di makan.
Wah, akhirnya selesai juga! Wow, itu melelahkan. Membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga daripada yang aku kira.
Karena sisiknya begitu keras dan melekat dengan kuat, butuh beberapa waktu untuk menyelesaikan semuanya.
Bar stamina merah, yang kembali penuh di saat aku naik level, sekarang tinggal seperempatnya lagi.
Akan kutunjukkan hasil dari apa yang di sebut kerja keras.
Sekarang aku bisa makan tanpa syarat! Tanpa basa-basi lagi, itadakimasu.
Ehw, tidak enak!!
Ini gila sangat pahit. Apa mungkin itu berarti beracun, ya?
Mengingat betapa pahitnya ini, ular ini pasti memiliki racun yang sangat mematikan. Kalau begitu, mungkin akan sangat buruk jika ia menggigitku.
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Poison Resistance LV 5] telah menjadi [Poison Resistance LV 6].>
Bagus. Rasanya mengerikan, tapi untuk skill, ini adalah makanan yang enak.
Sudah beberapa hari sejak aku mengalahkan ular itu.
Setidaknya, kurasa begitu. Karena tidak ada cara untuk mengetahui langsung berapa banyak waktu yang berlalu di dalam dungeon ini.
Bagaimanapun, untuk sementara hidupku cuma makan dan tidur.
Aku masih belum selesai memakan ular, dan mangsa baru terus menerus tertangkap di jaringku, jadi aku tidak bisa bergerak untuk pergi bahkan jika aku mau. Awalnya aku hanya berencana untuk beristirahat sebentar, tetapi segalanya menjadi mengerikan.
Kalau terus begini, kehidupan nolepku akan kambuh!
Aku melirik segunung mangsa yang kudapat selama beberapa hari terakhir.
Ya, gunung. Gunungan … Dalam bahasa Jepang, itu yama … Yamada. Kalau dipikir-pikir, bukankah ada seseorang bernama Yamada di antara teman-teman sekelas lamaku?
Ahh, itu tidak penting sekarang.
Pokoknya, mangsaku numpuk sampai segunung.
Ini adalah hasil dari semua mangsa yang tertangkap di jaringkuku.
Saat di rumah pertamaku, aku memakan mangsaku segera setelah aku mendapatkannya, tapi sekarang ini aku tidak bisa melakukannya sampai aku selesai memakan ular, itulah sebabnya aku berakhir dengan setumpukan besar monster-monster ini.
Sampai detik ini masih belum ada monster tangguh yang bisa menembus benangku seperti ular, semuanya bisa kukalahkan dengan mudah.
Salah satunya yang terlihat kuat hanya berada di level 6, tapi sekarang dia hanyalah bagian dari setumpukan mangsaku.
Ya, level tinggi tidak selalu berarti itu akan kuat.
Aku level 9 sekarang. Level yang sama seperti ular. Namun, ular itu memiliki keuntungan luar biasa dalam hal kemampuan bertarung secara langsung.
Bahkan, tanpa benangku, aku mungkin bahkan tidak bisa mengalahkan monster kelas rendah sekalipun.
Aku mulai berpikir bahwa jenis monster sama pentingnya dengan levelnya. Bahkan pada level yang sama, jika salah satu spesies lebih superior, maka pada dasarnya tidak ada kemungkinan untuk menang.
Sebagai contoh ekstrem, bahkan jika laba-laba raksasa itu, yang mungkin adalah monster terkuat yang pernah kutemui, adalah level 1, aku masih tidak mungkin untuk bisa mengalahkannya.
Terlepas dari level kami, dengan lawan sebesar itu, tidak ada strategi yang akan bisa berguna malah sebaliknya aku bisa dihancurkan dalam sekejap.
Jadi selain perbedaan level, ada juga perbedaan besar dalam kemampuan bertarung antara aku dan ular itu.
Sekarang, tiga perempat tubuh ular sudah masuk ke dalam perutku. Haruskah aku mengatakannya sebagai tiga perempat sudah selesai kumakan atau masih seperempat lagi yang harus kumakan? Aku juga masih memiliki tumpukan mayat monster untuk dimakan setelah ini, jadi mungkin lebih baik untuk segera pergi setelah menghabiskan semuanya.
Dengan persediaan sebanyak ini, mereka mungkin akan mulai membusuk sebelum aku bisa memakannya.
Tapi aku punya skill Rot Resistance, makan hal-hal yang membusuk mungkin tidak akan terlalu masalah.
Bahkan, mungkin akan lebih bagus memakannya dalam keadaan seperti itu untuk meningkatkan level skillku.
Rasa?
Mempertimbangkan semua hal beracun yang telah kumakan selama ini, aku cukup yakin bisa menangani varian rasa yang sedikit berbeda pada saat ini.
Baiklah.
Seperti yang kupikirkan, aku tidak bisa meninggalkan area ini sampai aku selesai menghabiskan setumpukan besar makanan ini. Setelah menyelesaikan ular ini terlebih dahulu, monster lainnya bukanlah masalah besar, aku cukup yakin untuk bisa menghabiskan semuanya.
Selain itu, jika aku tidak dengan cepat memaksakan diri untuk menyelesaikan semua ini, aku benar-benar akan kembali nolep di sini.
Awalnya aku bermaksud untuk sedikt mendekorasi rumah ini, tapi aku sudah menghabiskan terlalu banyak waktu di sini, rumah ini bisa jadi akan sebesar seperti rumahku sebelumnya.
Ketika aku sibuk merenungkan semua ini, aku merasakan getaran melalui benangku. Sesuatu lagi-lagi terjebak di jaringku.
Ohh. Sekarang aku punya lebih banyak makanan lagi.
Tidak pernah terbayangkan bahwa aku akan berakhir dalam situasi di mana aku harus maka terlalu banyak.
Bagaimanapun, aku tak boleh melewatkan tangkapanku.
Tampaknya dia meronta-ronta cukup keras. Mungkin aku menangkap beberapa monster yang cukup besar?
Jika begitu, masa nolepku akan diperpanjang lagi.
Kuharap ini sesuatu yang kecil. Ini agak konyol untuk miliki pemikiran seperti itu.
<Elroe randanel LV 3: Appraisal Status Gagal>
<Elroe randanel LV 3: Appraisal Status Gagal>
<Elroe randanel LV 4: Appraisal Status Gagal>
Jadi aku sebenarnya menangkap tiga monster sekaligus. Ah, trio ini juga pernah muncul di rumah lamaku juga.
Apakah spesies monster ini selalu bepergian bertiga?
Bagaimanapun juga, ini mungkin lebih buruk daripada menangkap monster besar. Yaitu sebagian besar dalam hal jumlah daging.
Untuk saat ini, aku menambahkan lebih banyak benang untuk mengikat mereka sebelum membawanya pergi dan semuanya seperti memperbaiki jaring yang rusak.
Aku membuat teknik baru.
Ini jauh efisien ketimbang harus memotong helai demi helai potongan jaring setiap saat.
Kemudian aku membangun jaring baru dan kembali ke dalam sarang sambil menyeret tiga monster tadi di belakang.
Ough, mereka bertiga berat. Meskipun itu merepotkan, seharusnya aku membawa mereka satu per satu,
Heave-ho!! ***, ini menyebalkan.
Tubuhku sedikit sakit. Bahkan sekarang, HP-ku berkurang.
Sialan! Monster-monster ini akan menjadi pelampiasan kemarahanku. Tampaknya tidak masuk akal, tapi aku tidak peduli.
Dan: Chomp! Chomp!! Chomp!!!
<Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Individu small lesser taratect telah meningkat dari LV 9 ke LV 10.>
<Semua atribut dasar meningkat.>
<Mendapatkan bonus keahlian skill.>
<skill points diperoleh.>
<Kondisinya terpenuhi. Individu small lesser taratect sekarang dapat berevolusi.>
…Apa itu tadi?
Ketika naik level, aku menerima beberapa informasi yang membingungkan.
Berevolusi, katanya? Apakah itu artinya yang selama ini kupikirkan benar-benar nyata? Seperti dalam seri game tertentu di mana kamu membesarkan pocket monster?
<Ada beberapa opsi evolusi. Silakan pilih salah satu dari berikut ini.>
- Lesser taratect
- Small taratet
Wh-whoa. Oke, Tunggu sebentar. Beri aku sedikit waktu.
Biar kuberpikirkan dulu. Ini bisa menjadi titik yang sangat penting dalam kelangsungan kehidupanku. Meskipun aku ini seekor laba-laba, bukanlah manusia.
Bagaimanapun, aku tidak bisa sembarangan membuat pilihan dengan remeh.
Evolusi, ya? Yah, ini keren. Karena dunia ini mirip seperti game, tidak heran untuk menemukan sesuatu seperti ini, kukira. Jika aku terus memikirkan tentang ini sekarang, tidak akan pernah ada habisnya.
Jika aku berevolusi, bukankah berarti aku akan menjadi semakin kuat juga? Dan jika aku memiliki kesempatan untuk berevolusi, tidak ada alasan untuk menolaknya kenapa juga aku harus ragu.
Kalau begitu. Small taratect atau lesser taratect.
Berdasarkan namanya, tampak seperti tidak ada perbedaan besar. Jadi mana yang lebih baik: “lesser” atau “small”?
Oh, seandainya saja Appraisal bisa digunakan pada Divine Voice (sementara)! Lalu dengan mudah aku bisa memahami perbedaannya.
Hmm. Yah, mungkin bisa kumenebak?
Aku menduga bahwa lesser taratect akan berevolusi menjadi dewasa.
Lagipula itu hanya menghilangkan kata small dari nama spesiesku sekarang.
Sebaliknya yang satunya small taratect yang menghilangkan kata lesser. Akankah aku menjadi spesies yang lebih superior?
Tapi karena kata small masih ada, aku mungkin masih menjadi spesimen yang belum dewasa.
Itu pasti lah perbedanya.
Dalam hal ini akan menjadi mudah untuk memilih salah satu. Small taratect adalah jalan yang harus menjadi pihanku, bukan?
Aku tidak ingin berevolusi dan tetap menjadi spesies yang rendah. Selain itu, bukankah small taratect menyiratkan bahwa ada evolusi lebih lanjut dari itu? Seperti misalnya, kehilangan kata small dan berubah menjadi taratect yang sebenarnya.
Aku tidak tahu seberapa banyak aku bisa berevolusi, paling tidak, aku yakin itu akan membuatku menjadi lebih kuat. Dalam hal ini aku mungkin harus memilih yang paling berpotensi untuk tumbuh lebih lanjut.
Seekor lesser taratect mungkin juga dapat berevolusi, tapi aku tidak ingin berharap berdasarkan pilihan yang tidak pasti itu.
Selain itu aku tidak tahu seberapa besar ukuran tubuhku nanti jika aku memilih untuk menjadi lesser taratect, itu menakutkan.
Jika aku berevolusi menjadi dewasa, itu mungkin berarti aku akan menjadi jauh lebih besar.
Aku tidak berpikir aku akan tiba-tiba memiliki tubuh yang besar setelah aku memilih evolusi berikutnnya, aku tidak bisa mengatakan itu secara pasti.
Lagipula, ini adalah dunia fantasy, aku tidak bisa mengesampingkan kemungkinan seperti: “Aku berevolusi! BOOOOMM! Sekarang aku menjadi raksasa!”
Jika itu suatu kemungkinan, aku tidak ingin mengambil risiko.
Aku ragu aku akan tiba-tiba membesar seukuran laba-laba raksasa, tapi jika aku menjadi terlalu besar untuk muat di lorong yang saat ini aku lewati, itu pasti akan menjadi masalah.
Aku memang melihat monster finjicote besar sebelumnya, akurannya hampir memenuhi lorong selebar sepuluh kaki.
Rasanya akan sulit untuk bergerak di tempat seperti ini.
Kukira monster itu hidup di area yang lebih besar, dan dia sendiri hanya kebetulan nyasar ke lorong sempit.
Menjadi sangat besar untuk bergerak bebas adalah kemungkinan yang nyata di sini. Tapi dalam hal ini, aku lebih baik tetap dengan ukuranku saat ini. Salah satu alasan lain untuk memilih small taratect.
Baiklah kalau begitu. Sudah di putuskan, aku akan berevolusi menjadi small taratect!
<Small lesser taratect akan berevolusi menjadi small taratect.>
Oh bagus. Evolusi dimulai dengan sangat cepat.
Divine Voice (sementara) Selalu muncul tiba-tiba, taoi kuharap ini akan memberiku banyak waktu untuk mempersiapkan hal-hal ini secara emosional.
Maksudku, ini e-vo-lu … si he-bat-ku …
.
.
<Evolusi selesai.>
<Individu telah berubah menjadi small taratect.>
<Semua atribut dasar meningkat.>
<Mendapatkan bonus keahlian skill dari berevlolusi.>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Taboo LV 1] telah menjadi [Taboo LV 2].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Heretic Magic LV 1] telah menjadi [Heretic Magic LV 2].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Rot Resistance LV 1] telah menjadi [Rot Resistance LV 2].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Skanda LV 1] telah menjadi [Skanda LV 2].>
<skill points diperoleh.>
Apa— ?! Hah? Apa?!
Apakah aku baru saja tertidur?
Bukan, ini lebih seperti sesaat kesadaranku tiba-tiba hilang atau terganggu sedetik atau apa?
Pastilah efek dari evolusi, kan?
Permisi, Divine Voice (sementara), Jika aku akan pingsan ketika berevolusi, memberi sedikit peringatan akan membuatku senang!
Hah? Apakah aku sudah selesai bertransformasi?
Sejauh yang kurasakan, aku tampak tidak berbeda dari sebelumnya …
Oh, Appraisal-ku terhenti.
Oke, saatnya memeriksa diriku sendiri untuk melihat apa saja yang berubah.
<Small taratect LV 1 Tanpa Nama Status : Lemah>
Oh! O-oh? A-apa?
Nama spesiesku berubah, tampaknya evolusi berhasil.
Tapi level 1? Jadi level-mu akan di reset ketika kamu berevolusi? Eh, statku tidak turun atau semacam berkurang, kan? Statusku belum berubah dari “lemah,” aku tidak tahu. Tunggu, masih lemah? Ah, ayolah…
Yang paling mengkhawatirkan sekarang adalah bar stamina warna merah terlihat hampir kosong.
Itulah sebabnya aku merasa sangat lamban dan lapar. Aku pasti menghabiskan banyak energi untuk berubah, kan? Untung saja aku masih punya banyak persediaan makanan.
Pada akhirnya, evolusiku berhasil, tapi ini sangat berisiko.
Aku tak sadarkan diri dan hampir kehabisan energi, setelah semua.
Jika aku mendapat kesempatan untuk melakukannya lagi, aku harus membuat beberapa persiapan.
Karena berevolusi aku kehilangan sebagian besar staminaku, mengalihkan perhatianku untuk makan.
Pertama, apa yang tersisa dari ular.
Makhluk besar ini membutuhkan begitu banyak waktu untuk bisa dimakan sebelumnya, tapi sekarang dia masuk ke perutku dengan mudah.
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Poison Resistance LV 6] telah menjadi [Poison Resistance LV 7].>
Saat aku menghabisi sisa-sisa dari ular, level skill Poison Resistance-ku naik.
Itu membuat skill-ku naik dua level berkat ular ini. Nyam, nyam.
Sebelum aku berevolusi, makan banyak akan membuatku sangat kenyang dan sedikit sesak, tapi sekarang efek yang kurasakan sebelumnya menjadi sangat kecil sampai-sampai aku berhayal apakah makanan yang kutelan lenyap begitu saja ke suatu tempat.
Hasilnya, bar stamina merahku perlahan telah pulih.
Bahkan setelah aku menghabiskan sisa dari ular yang masih cukup besar, perutku tidak merasa kenyang. aku masih merasa lapar. Bar stamina merahku juga jauh dari penuh.
Untungnya, aku memiliki segunung mayatmonster di tempat tinggalku saat ini.
Sebelum evolusiku, aku benar-benar khawatir bagaimana aku bisa memakan semuanya.
Tentunya makanan sebanyak ini akan cukup untuk memuaskan rasa laparku bahkan dengan dimensi ekstra dalam perutku sekarang.
Aku mulai melanjutkan waktu makanku.
Aku makan. Dan makan. Dan makan.
Aku menelan semuanya dengan cepat seperti tidak ada hari esok.
Di kehidupanku sebelumnya, aku biasanya tidak terlalu memiliki banyak nafsu makan, tapi kukira tidak buruk untuk menjadi rakus di dunia ini.
Kura sepertinya aku bisa memenangkan kejuaraan makan sekarang! Namun, sungguh, apa yang sebenarnya terjadi dengan perutku?
Aku jelas telah banyak makan lebih dari ukuran seluruh tubuhku saat ini, namun sepertinya aku masih bisa makan lebih banyak lagi?
Yang benar saja. Perutku tidak terhubung ke dimensi lain sekarang, kan?
Aku tahu berpikir tentang ini tidak akan menyelesaikan apa pun, tapi kau tak mungkin tidak khawatir ketika tubuhmu sendiri yang jadi bahan pembicaraan.
Aku tidak akan mencari tahu lebih lanjut tentang apa yang terjadi tak peduli berapa banyak waktu yang kuhabiskan untuk merasa khawatir, dan ini benar-benar mulai menggangguku …
Argh! Jangan pikirkan! Jangan memikirkan apa pun, teruslah makan!
Aku terus makan. Makan. Dan makan.
Dan mak … Ups, sudah tidak ada yang tersisa.
Hah? Apakah aku benar aku memakan semua makanan yang kukumpulkan?
… aku yang lakukan, bukan? Maksudku, itu semuanya hilang.
Yang benar saja?
Perutku hanya 80 persen penuh. Itu lah yang kulihat dari bar stamina merahku. Jadi semua itu masih belum cukup untuk mengisi perutku sepenuhnya?
Evolusi benar-benar menakutkan. Terutama dalam mengkonsumsi staminaku.
Jika evolusiku berikutnya juga terjadi pada level 10, aku mungkin harus mulai mempersiapkannya setelah aku mencapai level 9.
Aku beruntung bahwa aku bisa berevolusi dengan sempurna saat ini, tapi mungkin bisa saja, itu tidak akan berjalan dengan baik jika aku tidak bersiap sebelumnya.
Ya ampun, ini sungguh — aku sangat senang bisa mengalahkan ular ini saat itu.
Jika bukan karenanya, aku tidak akan membuat rumah baru dan menyimpan semua makanan ini.
Terima kasih banyak, ular!
Yahh, bagaimanapun juga, aku sudah hampir pulih sepenuhnya, tapi perutku masih belum kenyang. Dan karena aku sudah menghabiskan seluruh tumpukan makanan tadi, tidak ada alasan untuk tinggal di sini lagi.
Saatnya untuk pergi dari kehidupan rumahan!
Mulai berkelana sekali lagi untuk melanjutkan perjalanan tanpa tujuanku.
Terima kasih, rumah kedua.
kamu yang awalnya hanya tempat pemberhentian sementara, tapi aku malah akhirnya tinggal jauh lebih lama dari yang sudah direncanakan.
Selamat tinggal!
Aku berangkat dengan penuh semangat.
Sekarang, hal pertama yang harus kulakukan adalah menemukan lebih banyak mangsa untuk mengisi perutkuku. Setelah itu, yah.. aku mungkin hanya akan berkeliaran secara acak seperti biasa, tapi jika memungkinkan aku ingin mencoba menemukan jalan keluar dari dungeon ini.
Jika aku mendapatkan kesempatan untuk berevolusi lagi, aku mungkin akan menjadi lebih besar.
Bahkan evolusi kali ini, yang tidak banyak mengubah penampilanku, masih memiliki efek besar pada aku. Ini membuatnya tampak semakin mungkin, bisa saja evolusi berikutnya aku tiba-tiba menjadi besar atau semacamnya.
Dalam hal ini, aku mulai sedikit khawatir melalui lorong-lorong kecil ini.
Jika memungkinkan, aku setidaknya ingin pindah ke area yang lebih besar. Tapi pilihan yang terbaiknya adalah keluar. Untuk satu hal, jika aku dengan bodohnya membuat diriku besar di dalam dungeon ini dan jalan keluarnya ternyata kecil, aku mungkin akan terjebak di sini selamanya.
Satu-satunya masalah jika aku mencapai pintu keluar, akan ada kemungkinan besar bahwa aku akan bertemu dengan manusia yang melewatinya.
Tetap saja pada akhirnya, aku tidak ingin menghabiskan seluruh hidupku di salam dungeon ini.
Laba-laba raksasa yang kulihat ketika aku menetas mungkin tingginya sekitar seratus kaki, memperkirakan berdasarkan ukuranku sendiri, jadi mungkin hampir tidak bisa pergi ke mana pun di dalam dungeon ini, apalagi untuk bisa ke luar.
TL Note : 10 kaki sama dengan 3.048 meter di kalikan aja 10.
Jika aku terus berevolusi dari satu bentuk ke bentuk berikutnya, aku mungkin akan berakhir seperti itu akhirnya, jadi aku benar-benar harus keluar dari sini secepatnya sebelum itu terjadi.
Meski begitu, laba-laba raksasa itu tampak seperti bos monster. Akankah aku benar-benar bisa mencapai ukuran yang sama suatu hari nanti? bertanya-tanya berapa kali evolusi agarb sampai pada titik itu. Aku mungkin bisa mengalahkan manusia dengan sentikan jari, ya?
Tetapi jika itu terjadi sekarang, aku mungkin tidak akan bisa keluar!
Sebagian dari diriku merasa senang dengan gagasan menjadi seukuran raksasa, dan sebagiannya lagi merasa sangat khawatir dengan hal itu. Ini perasaan yang rumit.
Chapter S5 | Chapter List | Interlude An Adventurer's Soliloquy
0 komentar:
Posting Komentar