Minggu, 28 Februari 2021

Volume 1 Chapter 5

Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (5) PERTARUNGAN MONTER PERTAMAKU

  • Tromp, tromp. Kakiku mulai lelah.

    Sebagian kelelahan karena berlari dengan kecepatan penuh untuk waktu yang lama, tapi keterkejutanku adalah faktor yang paling berpengaruh.

    Aku kehilangan rumah yang tercinta.

    Menjadi laba-laba dan harus memakan makanan yang sangat tidak enak tidak mengganggu hati bajaku, tapi sekarang ada lubang kecil tepat di tengahnya.

    Ahh … aku sudah tahu suatu saat akan tiba waktu dimana aku harus meninggalkan rumahku, tapi sekarang itu benar-benr menjadi kenyataan, aku sangat syok.

    Asumsiku bahwa aku masih punya banyak waktu, yang ternyata hanya memperburuk keadaan.

    Setidaknya, aku berharap untuk tinggal di rumah itu sampai aku mencapai level 10.

    Waaah … waaaahh … waaaaaaah!!

    Baiklah, Cukup sudah. Waktunya untuk move on.

    Pertama, aku harus memutuskan apa yang harus diakukan selanjutnya. Ada beberapa opsi:

    1. Membangun rumah baru di lokasi yang berbeda.
    2. Hanya berkeliaran tanpa tujuan.
    3. Mencoba mencari jalan keluar dari dungon ini.

    Itulah yang terlintas dalam pikiranku.

    Dari perspektif keamanan, opsi nomor 1 adalah pilahan terbaik. Namun, aku merasa akan lebih bijaksana untuk tidak melakukannya.

    Memiliki sebuah rumah memang bagus.

    Selain memenuhi semua kebutuhanku akan makanan dan perlindungan, itu memberiku kehidupan di mana aku tidak perlu bergerak sama sekali. akan kukatakan bahwa ini adalah surga yang ideal.

    Namun, jika aku terus berpuas diri, aku mungkin akan berakhir dengan di penuh penyesalan.

    Baik secara mental maupun fisik.

    Jika aku hanya menunggu buruan dari dalam rumahku, aku akan menjadi pemalas tanpa kemampuan untuk mengatasi keadaan darurat yang akan datang.

    Situasi saat ini sudah cukup untuk membuktikannya.

    Kalau mau terus-terusan seperti ini, akan ada musuh yang bisa menembus jaringku lagi, satu-satunya pilihan adalah terus melarikan diri.

    Itu tidak baik. Aku akan mengalami depresi ini setiap kali aku harus meninggalkan rumahku.

    Lebih dari segalanya, aku merasakan abu rumahku yang hancur dalam hatiku.

    Tidak. Aku tidak akan membiarkan diriku terus-terusan melarikan diri seperti ini. Benar: aku merasa sangat frustrasi.

    Aku berakhir dengan semua kehancuran dari rumahku sebelumnya dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sangat menyedihkan bahwa sebagian dari diriku menerima pelarian sebagai tindakan normal.

    Pada saat itu, satu-satunya yang kupikirkan adalah meninggalkan semuanya dan melarikan diri.

    Tapi apa yang aku dapat setelah semua itu terjadi?

    Tidak lain hanya rasa malu dan penyesalan yang terus-terusan menghantui!

    Bagaimana mungkin aku bisa melarikan diri lagi?

    Tidak mungkin aku bisa bertahan menjalani kehidupan ini.

    Aku tidak hanya kesal karena rumahku yang nyaman. Bagiku itu adalah tempat yang sangat penting.

    Ini mungkin klise, tapi itu adalah tempat di mana aku berada.

    Aku tidak pernah punya tempat seperti itu di kehidupanku yang lalu. “Keluarga” itu hanyalah lelucon, dan aku tidak cocok berada di sekolah. aku lebih suka bermain game, tapi pada akhirnya, itu hanyalah dunia fiksi. aku tidak benar-benar berada di mana pun dalam kenyataannya. terlepas dari sesuatu yang menantang, setidaknya itulah yang bisa kukatakan pada diriku sendiri.

    Aku membuat jaring laba-labaku di rumahku sendiri, untuk dirikuku sendiri.

    Itu adalah tempat yang hanya untukku, di mana aku tidak perlu mengkhawatirkan apa yang akan dipikirkan orang lain. Dan sekarang itu sudah sudah di rebut dariku. Seperti diriku yang telah dicuri. Jika aku menyerah, aku tidak akan pernah bisa mengembalikan harga diri dan martabatku.

    “Sukur-sukur masih bisa hidup”?

    Ha!! Itu hanya kedohan orang Jepangku yang idiot dan cinta damai.

    Jika aku harus hidup tanpa kebanggaan, itu sama saja dengan mati.

    Aku menyadari itu dengan sangat jelas.

    Rumahku sudah hilang. Harga diriku telah terluka.

    Aku harus menjadi lebih kuat agar aku tidak mempermalukan diriku seperti ini lagi.

    Dan jika aku ingin melakukan itu, aku tidak boleh hanya bersembunyi di rumahku menunggu buruan dengan aman.

    Aku harus menjadi lebih kuat dengan memperbanyak pengalaman melalui pertempuran yang sebenarnya.

    Yang berarti aku harus berkelana di dungeon ini secara acak atau berusaha mencari pintu untuk keluar.

    Sejujurnya, tidak ada perbedaan yang besar.

    Aku tidak tahu di mana jalan menuju pintu keluarnya. dengan kata lain berkelana tanpa ada tujuan menjadi satu-satunya pilihan.

    Aku tidak tahu banyak tentang dungeon ini. Meskipun aku terlahir dan hidup di sini, aku bahkan tidak tahu nama dari dungeon ini.
    TL Note : Jelas-jelas baru menetas :3

    Aku tidak tahu seberapa besar atau sulitnya ini. aku bahkan tidak tahu medan seperti apa di setiap areanya.

    Pada dasarnya, aku tidak tahu apa-apa.

    Hmm? aku rasa ini bukan pertama kalinya aku mengkhawatirkan tentang semua hal yang tidak kuketahui…

    Ahh!! Itu benar, ini juga terjadi ketika aku pertama kali mendapat skill Apperaisal! aku lupa aku memilikinya.

    Sebelumnya aku tidak bisa lagi meningkatkannya saat masih rumahku, tapi sekarang aku telah berada di luar, harusnya aku bisa.

    Mungkin akan sedikit lebih berguna jika aku meningkatkan level skillnya, kuputuskan untuk melakukan Apperaisal pada semua hal.

    Nah, ini dia.

    <Labyrinth Wall> <Labyrinth Floor> <Labyrinth Ceiling>

    Sangat Tidak berguna seperti biasa.

    Ahh, tapi dengan setiap langkah yang kuambil, aku mendapatkan lebih banyak hasil dari Apperaisal, kemampuanku harusnya menumpuk.

    Oof, semua informasi yang mengalir masuk ke otakku sekaligus agak memusingkan.

    Kukira, aku mungkin harus menderita dengan ini sampai aku terbiasa …

    <Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Skill [Appraisal LV 2] telah menjadi [Appraisal LV 3].>

    Seketika, level skill-ku naik.

    Bahkan ini belum lama sejak aku mulai Menilai.

    Jadi semudah ini untuk menaikan level skill ketika kau tidak hanya bersembunyi di rumah? aku tidak yakin bagaimana perasaanku tentang ini.

    Baiklah, semuanya akan menjadi semakin baik dengan naik level.

    Sekarang, informasi baru apa yang akan tunjukan oleh skill level 3? aku tidak membuang waktu dengan meng-Appraisal diri sendiri.

    <Small Lesser Taratect LV 5 Tanpa Nama>

    Hei, ini menampilkan level-ku sekarang. Huraaa. Sigh … Yahh, , kukira, aku harus bersyukur dengan apa yang bisa kudapatkan.

    Namun, serius, harus seberapa tinggi level yang di butuhkan agar skill ini benar-benar berkuna? Ugh..

    Tetap saja, aku harus tahu … Seberapa kuat rasku, “small lesser taratect,” dibanding dengan monster lain di dungeon ini?

    Lamunan kosong ini menhasilkan respons yang tak terduga.

    <Small lesser taratect: Keturunan dari taratect inferior>
    TL Note :
    Antonim dari kata superior.

    Ap … apa?

    Tunggu, apakah aku baru saja menilai nama spesies dalam hasil sebelumnya? Apperaisal ganda?

    Ooh. Sepertinya aku menemukan trik penting!

    Kalau begitu, dengan semangat untuk penyelidikan, aku memutuskan untuk menilai diriku sekali lagi.

    <Taratect: Spesies monster jenis laba-laba>

    Berhasil! Gila ini bekerja?!

    Jadi, ketika kau Menilai sesuatu dan mendapat kata yang tidak diketahui dalam hasilnya, kau bisa Menilainya lebih lanjut.

    Woww!

    Penjelasannya masih sangat pendek dan tidak memiliki informasi yang lengkap, tapi begitu aku menaikan level-nya lagi, ini akan jadi sangat berguna!

    Aku mungkin bisa mendapatkan seluruh rangkaian informasi hanya dengan Menilai satu hal.

    Sialan! Maaf karena menyebutmu tidak berguna, Tuan Appraisal!

    Mulai sekarang aku pasti akan bekerja keras untuk menaikan level skill-mu!

    Aku berkeliaran mengelilingi labirin, mencari monster yang bisa menjadi lawan yang cocok.

    Hah.. kutemukan satu.

    <Elroe frog LV 3>

    Berada lebih jauh dari lorong tempatku bersembunyi, aku melihat musuh bebuyutanku: katak!

    Karena aku memiliki kesempatan, kuputuskan untuk Menilai informasi lebih detail tentangnya.

    <Elroe frog: Monster jenis katak yang hidup di dalam Great Elroe Labyrinth>

    Hmm? Tunggu sebentar. Sepertinya ada ungkapan kata kunci yang sepertinya sangat penting dalam deskripsi ini.

    <Great Elroe Labyrinth: Labirin terbesar di dunia, menghubungkan benua Daztrudia dan Kasanagara dari bawah tanah>

    Ini bukankah informasi yang selama ini kucari untuk mengetahui lokasi tempatku berada.

    Jadi dungeon tempatku saat ini di sebut Great Elroe Labyrinth.

    Aku sempat bertanya-tanya apa itu “Elroe”, karena itu sering kutemukan melekat pada nama monster, tapi aku tidak menyadari itu adalah nama dari dungeon itu.

    Tunggu, jadi ini adalah labirin terbesar di dunia? Itu pasti besar, kalau begitu. Bagaimana bisa menghubungkan dua benua dari bawah tanah? Apakah itu berarti tepat di atas dungeon ini adalah lautan?

    Astaga! Yang benar saja? Pasti lah tempat yang sangat besar.

    Sementara itu, aku juga Menilai nama-nama kedua benua ini.

    <Daztrudia: Benua yang tinggali banyak manusia>

    <Kasanagara: Benua terbesar di dunia>

    Hahh. Jika aku ingin keluar, sepertinya aku harus menghindari Daztrudia karena tingginya tingkat populasi manusia di sana, tapi aku tidak benar-benar punya kesempatan untuk memilih.

    Aku sudah begitu tenggelam dalam meng-Appraisal sehingga aku hampir lupa tentang katak.

    Aku masih berada jauh di belakangnya. Jadi dia belum menyadariku.

    Mungkin aku harus meluncurkan serangan mendadak? … Terlambat, sekarang dia menyadariku. Sialan!

    Hussss!

    Mungkin aku bisa mengintimidasinya.

    Splut!

    Hahh?!

    Heii, Apa-apaan kau ?! tidak seharusnya kamu langsung meludahiku!

    Itu hampir mengenaiku!

    Splut! Splut! Splut!

    Jangan meludah terus rowww!

    Heii, awas, ya ?! aku pikir aku bisa menghindari semuanya! Owww!!

    Berkat Poison Resistance, ini tak terasa seburuk saat pertama kali, tapi tetap saja sakit!!

    Aku tidak mengira dia sangat lincah ketika tidak terjebak dalam jaringku!

    Splut! Splut! Splut!

    Hentikan kubilang! Blech! Itu mengenaiku lagi!

    Sial, kalau begini sama saja aku menyerahkan nyawaku!

    Baiklah! Aku tidak punya pilihan selain mengeluarkan serangan spesialku!

    Splut! Splut! Splut!

    Aku tidak akan terkena serangan yang sama berulang kali, heii! Sepertinya dia hanya bisa meludah tiga kali berturut-turut! Jangan remehkan kemampuan analisa dan hindaran dari seorang gamer yang pernah dijuluki Skanda! Aku akan menghindari semua serangan ludahmu!

    Aku menyergap katak itu dengan kuku laba-labaku!

    Sial, dia menghindarinya seperti yang kuduga — tunggu, dia baru saja melompat! Dia mencoba memukulku dengan lidahnya!

    Smack! Owww!

    Pasti ada asam di lidahnya juga — tepat di mana itu mengenaiku trasa seperti sedang terbakar!

    Ohhh, ya ampun. Ini cedera yang serius.

    Jika aku memiliki bar HP, mungkin sudah merah sekarang.

    Satu serangan lagi, dan aku akan berada dalam masalah serius.

    Untungnya, itu tidak akan pernah terjadi. Pemenangnya sudah diputuskan.

    Karena benangku sedang membentang tepat di mana katak itu akan mendarat.

    Triknya sederhana.

    Aku hanya meletakkan benangku tepat di atas tanah sambil menghindari serangan ludahnya.

    Sepertinya aku punya kebiasaan mengeluarkannya di tanah tanpa sadar saat aku bergerak.

    Aku menggunakannya demi keuntunganku.

    Aku hanya menambahkan sedikit kelengketan ke benang yang masih tersambung di belakangku.

    Kemudian, aku hanya perlu memancing katak ke area itu.

    Aku melakukannya dengan sangat hati-hati mengontrol kecepatan dan sudut serangan untuk memancingnya melompat ke arah yang tepat.

    Aku tidak menyaka dia meluncurkan serangan balik dari udara, tapi …

    … begitu dia mendarat, katak itu langsung terperangkap benangku.

    Dengan santai, aku melompat untuk melilitkan lebih banyak benang ke arahnya.

    Lalu kuselesaikan dengan gigitan beracunku!

    Tidak butu waktu lama setelah menerima racunku, katak itu menghembuskan napas terakhirnya.

    <Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Skill [Acid Resistance LV 2] telah menjadi [Acid Resistance LV 3].>

    Ada skill yang lain naik level.

    Itu seharusnya akan membuat pertarungan dengan katak berikutnya menjadi lebih mudah.

    Jika saja aku tidak memiliki skill Acid Resistance, kerusakan yang kuterima mungkin sangat banyak bagiku untuk bertahan hidup.

    Yah, itu tadi nyaris saja. Sekarang tubuhku dalam keadaan sedang menyesal.

    Dua serangan ludah dan satu pukulan lidah cukup untuk membuatku hampir mati.

    Terutama serangan lidah. Area tepat di mana itu mengenaiku terlihat bonyok, dan dampaknya juga merusak beberapa kakiku.

    Kali ini bahkan tidak dalam posisi siap.

    Sudah kuberpikirkan kalau seekor monster laba-laba melawan monster lain secara langsung tanpa jaring, kemungkinannya sangat rendah untuk dimenangkan laba-laba.

    Tadinya itu terpikirkan di suatu tempat di dalam benakku kalau kepercayaan naif ini akan berhasil entah bagaimana pun caranya.

    Ternyata, itu jauh lebih sulit daripada apa yang kubayangkan.

    Pertarungan langsung pertamaku adalah kemenangan yang sangat tipis.

    Bagaimanapun, dengan cedera separah ini, aku sudah tidak bisa bergerak dengan baik lagi.

    Aku harus membuat rumah sederhana di sini dan fokus untuk merawat luka-lukaku sekarang.

    “Rumah sederhana” tidak lebih hanyalah sarang kecil biasa.

    Aku meninggalkan mayat katak untuk nanti dan mulai membuat jaring.

    Ughh. Setiap kali aku bergerak, rasa sakit yang hebat menyerang tubuhku.

    <Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Mendapatkan Skill [Pain Resistance LV 1].>

    Oh sebuah Skill baru? Benar saja, rasa sakitnya sedikit mereda.

    Tetap saja, rasanya masih sangat menyakitkan.

    Bagaimanapun juga, ini jelas merupakan skill yang bagus untuk dimiliki.

    Selama aku bisa bertahan, level skill mungkin akan naik sendiri, itu akan sangat membantu.

    Akhirnya, rumah sementaraku selesai. Huh.. Sekarang aku bisa mengatur napas.

    Jika ada monster lain menyerangku sekarang, aku akan menjadi makianan empuk.

    Karena aku bekerja sangat keras untuk mendapatkan mangsa ini, mungkin sebaiknya aku langsung memakannya.

    Ya. Mengalami pertarungan langsung pertamaku membuatku menyadarinya lagi.

    Bahwa aku ini sangat lemah !

    Aku tidak berpikir itu hanya aku saja; kurasa bahwa, spesies small lesser taratect secara keseluruhan memang tidak lah kuat .

    Ya, itu karena kami adalah spesies yang “lebih rendah”. Cukup beralasan kenapa aku memiliki kekuatan serangan yang lemah dan pertahanan yang rapuh. Setidaknya, Kecepatanku sepertinya cukup bagus, tapi masih belum cukup untuk menghindari rentetan serangan ludah saat kali pertama.

    Jadi kalau secara statistik, aku bahkan tidak bisa melampaui seekor monster katak.

    Sejauh ini satu-satunya alasan kenapa aku bisa mengalahkan monster tanpa masalah adalah karena aku mendapat keuntungan dari jebakan jaring laba-labaku. Jelas, pertarungan langsung bukan lah keahlianku. Sekarang aku jadi benar-benar mengerti betapa sangat tergantungnya aku pada rumahku.

    Bagaimanapun, ini telah menjelaskan satu hal: aku tidak cocok untuk bertarung secara langsung.

    Dalam pertarungan langsung, akan kutakan bahwa semuanya tergantung pada apakah aku bisa menahan lawanku dengan benangku atau tidak. Secara teori, aku hanya bisa memberi serangan gigitan beracun, tapi dengan statusku yang buruk, mungkin aku akan ditampar bahkan sebelum aku bisa menjangkau mereka.

    Jadi aku harus menggunakan kecepatanku untuk membingungkan lawan aku kemudian membuka celah atau memasang jebakan seperti yang kulakukan saat menangkap katak denga benangku.

    Sepertinya ini akan menjadi strategi pilihanku. Kecuali aku membuat jebakan terlebih dahulu dan memancing mereka ke sana?

    Kalau begitu, katak bisa jadi lawan yang merepotkan bagiku.

    Mereka tampaknya lebih menyukai strategi “fixed turret” di mana mereka akan menunggu di satu tempat dan menyerang dari kejauhan.

    Mereka tidak akanb bergerak tanpa alasan, akan sulit memancing mereka melompat ke perangkapku.

    Sigh.

    Terlalu banyak tantangan. Sekarang aku jadi tahu kelemahanku — lebih tepatnya, aku sadar bahwa aku penuh dengan kelemahan.

    Tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja.

    Jika mau tetap bertahan hidup, aku hanya perlu membuat rumah baru.

    Tapi itu tidak cukup bagus.

    Karena aku sudah memutuskan untuk hidup dengan bangga, aku tidak bisa terus bergantung pada strategi seperti itu.

    Tapi untuk saat ini, aku perlu istirahat.

    Berapa lama luka ini akan sembuh? akankah bisa sembuh sendiri?

    Yah, terserahlah. Hari ini sangat melelahkan. aku sudah lama tidak tidur, mudah-mudahan dengan tidur bisa pulih sedikit.

    Jadi, selamat malam.

    Zzz. Hmm? Oh man, rasanya seperti aku habis pingsan barusan.

    Bahkan, aku cukup yakin itulah yang terjadi.

    Ugh, tubuhku masih terasa sakit. kupikir luka seperti ini tidak akan sembuh dalam satu malam.

    Huamm … Ow, ow! Ketika aku mencoba rutinitas peregangan seperti biasa, rasa sakit yang sangat menusuk menjalar ke kakiku yang patah.

    Oof, dua kaki tengah sebelah kananku dalam kondisi sangat buruk. Rasanya seperti mau lepas kalau aku tidak hati-hati.

    Aku menjadi khawatir tentang  ini apakah akan sembuh sendiri atau tidak.

    Boing, boing. Hmm?

    Salah satu utas benangku bergetar. Ada monster yang tertangkap di sarang kecilku!

    Biasanya aku akan bangun ketika aku merasakan ada sesuatu yang tertangkap, tetapi sepertinya sudah berlangsung cukup lama. aku pasti tertidur lebih lelap dari yang kukira.

    Itu mungkin karena semua luka yang kuderita.

    <Elroe basilisk LV 4>

    Ahh, men. Kadal pembatu itu cukup tangguh. Aku menangkap sesuatu yang merepotkan.

    Apa yang harus aku lakukan sekarang?

    Karena basilisk memiliki tatapan pemembatu, jebakan jaringkuku tidak akan menyelamatkanku menjadi batu walau hanya sedikit kontak mata. Dalam kondisi terluka seperti ini, menerima serangan petrify tampaknya tidak bagus.

    Tapi aku juag tidak ingin melewatkan mangsa yang sudah tertangkap …

    Zwoop.

    Oh sial, mata kami bertatapan.

    Nngah! Ujung kakiku membatu! Ughh, baiklah kalau begitu! Aku tidak punya pilihan.

    Chomp!

    Berkat Ketahanan Petrification-ku, pembatuan padaku sangat lambat.

    Namun, kehilangan mobilitas di kaki depanku merupakan masalah besar. Akan jadi sangat sulit untuk berjalan jika aku tidak hati-hati.

    Kumohon cepatlah mati sebelum kaki cantiku membatu!

    Rupanya ada yang mendengar permohonanku, karena basilisk kehabisan energi sebelum kakiku sepenuhnya membatu.

    Mm-hmm, sepertinya aku masih bisa berjalan, walaupun dengan kikuk.

    <Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Individu small lesser taratect telah meningkat dari LV 5 ke LV 6.>

    Oh Wah! Waktu yang saleh!

    <Semua atribut dasar telah meningkat.>

    <Bonus level skill diperoleh.>

    <Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Skill [Poison Fang LV 4] telah menjadi [Poison Fang LV 5].>

    <Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Skill [Petrification Resistance LV 1] telah menjadi [Petrification Resistance LV 2].>

    <Poin skill yang diperoleh.>

    Oke baiklah. Fakta bahwa ada dua skill yang naik level itu cukup manis.

    Tapi itu bahkan lah bukan vagian terbaiknya!

    Kulit lamaku jatuh dari tubuhku. aku sedang ganti kulit.

    Ya, ini adalah salah satu manfaat dari naik level: pemulihan penuh via molting!
    TL Note : Dalam biologi molting juga di kenal sebagai proses pergantian kulit.

    Aku tidak yakin apakah penyok besar di tubuhku akan sembuh, tetapi dengan ini itu pulih dengan sempurna.

    Yahoo! Terima kasih banyak, ini berkatmu basilisk! Juga, aku akan memakanmu sekarang!

    Tanpa mencoba apapun, aku berhasil menyembuhkan lukaku sepenuhnya.

    Sekarang aku siap untuk menjelajahi labirin lagi!

     

      Chapter S3 | Chapter List | Chapter S4

     

    0 komentar:

    Posting Komentar