Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa
Sue dan aku menatap benda itu dengan terkejut.
Di depan mata kami ada satu telur yang sangat besar.
Tingginya hampir tiga kaki.
Aku cukup yakin telur terbesar di duniaku sebelumnya adalah telur burung unta, tetapi yang ini jelas jauh lebih besar dari itu.
Itu karena ini adalah telur monster.
Tidak seperti di dalam video game, monster di dunia ini tidak muncul secara acak.
TL Note : maksudnya spawn atau respawn monter seperti di kebanyakan game RPG.
Mereka bereproduksi sama seperti makhluk hidup lainnya. Telur ini berasal dari induk monster.
Kami diberitahu kalau telur ini ditemukan di tempat yang disebut Labirin Besar Elroe, dan telur ini adalah hadiah untuk kami dari Upacara Appraisal.
Bagiku, Sebuah telur monster adalah hadiah yang tampak berbahaya, tapi jika manusia merawatnya dari sejak ia menetas, seekor monster bisa terikat dengan pemiliknya serta melayaninya.
Dan telur ini bisa menetas kapan saja.
“Kamu bisa melakukannya!” Sue bergumam memberi semangat.
Sejak beberapa retakan muncul di permukaan telur ini, tanpa putus asa monster di dalamnya terus berusaha menghancurkannya.
Sudah dua hari sejak muncul retakan pertama, adalah bukti dari perjuangan yang cukup lama.
Retakannya telah meluas, menyebar ke seluruh permukaan telur.
Tampak terlihat akan pecah kapan saja.
Sue dan aku menahan napas ketika kami menonton momen ini.
Aku tergoda untuk membantunya untuk keluar, tapi Anna menyarankan untuk tidak melakukannya. Bayi itu harus keluar atas keinginannya sendiri, atau ia tidak akan tumbuh kuat dan sehat.
“Ahh!!”
Salah satu bagian dari cangkang itu terbuka, dan sesuatu seperti tangan muncul keluar.
Tangan itu memukul-mukul, merobek sisa cangkang dengan tidak sabar.
Kemudian, dari dalam keluar monster yang seperti kadal hitam.
Matanya menatap mataku. Entah bagaimana, itu tampak berkilauan dengan kebahagiaan.
“Ini sangat … tidak lucu.”
Mendengar komentar kecewa Sue, mulut kadal itu ternganga seolah terkejut.
Apakah dia mengerti apa yang Sue katakan? Tentu tidak, kan?
“Kau pikir begitu? kupikir itu cukup menarik dengan ciri khasnya sendiri. ”
Di Bumi, ada celah yang cukup besar antara penyuka reptil dengan yang tidak menyukainya, tapi aku lebih condong ke yang sebelumnya.
Aku sering membahas tentang kadal ketika aku masih kecil.
“Selamat. Jadi ini benar-benar bayi dari Earth Dragon, ”kata Anna sambil memeriksa kadal itu.
Sebagai Half-elf, dia jauh lebih tua dan lebih berpengetahuan daripada kelihatannya.
TL Note : Berdasarkan Mitologi Nordik (“Norse Mythology”) Setengah peri (“Half-elf”) adalah hasil keturunan dari peri dan manusia.
Menurutnya, kadal ini adalah bayi Earth Dragon.
Seekor naga! Dari namanya saja sudah cukup membuatku bersemangat.
Aku pernah mendengar kalau Earth Dragon tidak bisa terbang, tetap saja … Seekor naga tetap lah seekor naga.
Naga kecil ini suatu hari pasti akan menjadi sangat kuat.
Aku membayangkan diriku sedang mengendarai naga dewasa. Pasti akan sangat luar biasa …
Tampaknya, seekor naga hidup cukup lama dan bila mencapai tingkat yang cukup tinggi akan berevolusi menjadi naga. Bisakah aku membesarkannya sampai seperti itu? Mungkin mustahil.
TL Note : Evolusi Naga yang di maksud adalah naga yang memiliki tubuh seperti magic beast-nya sung Jin-Woo dalam cerita Solo Leveling, mungkin setingkat dungan Arakhne Dalam mitologi Romawi dan Yunani kali ya hehehe.. ups..
“Jika kamu tidak menginginkannya, maka aku akan dengan senang hati membesarkannya sendiri. Kamu tidak keberatan kan Sue?”
“Apa pun yang kamu inginkan adalah milikmu, Kakakku.”
Ahh, apa yang akan kulakukan tentang ini? kurasa adik perempuanku mulai menempuh jalan yang aneh.
Tapi karena ini demi kebikanku, jadi kuputuskan untuk membiarkannya saat ini.
Aku memegang kadal ini di tanganku. Dia sangat jinak.
Ketika aku mengelus kepalanya, ia meresponsnya dengan senangnya.
“Aku harus memberinya nama, ya?”
“Permisi sebentar?”
Anna mengambil kadal itu dari pangkuanku.
Lalu dia merabah bagian bawahnya. kadal kecil menggeliat protes, tapi Anna sudah memeganginya dengan erat untuk seekor kadal kecil bisa kabur.
“Seekor betina.”
Setelah mengkonfirmasinya, Anna mengembalikan kadal itu padaku.
Ekspresinya seperti tak terhibur saat aku kembali menggendongnya.
“Seekor betina, ya? Nama apa yang harus aku berikan padanya? ”
Jika itu pejantan, jelas akan kuberi nama yang keren, tapi seekor betina mungkin harus memiliki nama yang cantik.
Nama yang imut mungkin tidak cocok dengan naga.
“Baiklah, sudah di putuskan.”
Aku berpikir melalui beberapa kemungkinan dalam pikiranku, lalu kuambil yang terakhir.
“Aku akan memanggilmu Feirune. Fei singkatnya. ”
Ini adalah nama tempat yang luas dalam game online yang kumainkan di kehidupanku sebelumnya.
Itu adalah area gurun yang seperti tak berujung. Di tengah-tengahnya ada seekor naga sebagai bos area, jika kamu berhasil mengalahkannya, kamu akan sampai ke oasis.
Oasis itu mungkin adalah tempat paling indah dari semua tempat di dalam game itu, destinasi yang paling dicari untuk screenshots. terutama saat malam hari, itu tampak seperti surga yang tersembunyi di tengah-tengah gurun.
Tampilan hitamnya mengingatkanku pada suasana malam hari disana, sebuah nama yang sempurna untuk seekor Earth Dragon.
“Senang bertemu denganmu, Fei.”
Ketika aku memanggilnya namanya, Fei menanggapi dengan suara kecil coo yang bahagia .
Chapter 4 | Chapter List | Chapter 5

0 komentar:
Posting Komentar