Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa
Mataku terpaku ke arah buku di depanku.
“Bagaimana menurutmu? Luar biasa, bukan? ”
Katia, putri adipati yang dulunya adalah Kanata, tersenyum lebar padaku.
Sejak hari upacara Apperaisal, dia mulai sering berkunjung ke tempatku.
Awalnya aku memanggilnya Kanata, tapi itu terasa ane untuk kita berdua, jadi dia menyarankanku untuk memanggilnya Karnatia, atau Katia. Namanya saat ini.
Tapi Katia tetap masih memanggilku Shun.
Karena namaku saat ini adalah Schlain, Shun tidak terlalu terdengar aneh sebagai nama panggilan, Katia juga sangat bersikeras untuk memanggilku seperti itu.
Secara pribadi, aku tidak terlalu keberatan, tapi sangat menjengkelkan bahwa ketika orang lain mengira ada sesuatu tentang hubungan kami, karena kami saling memanggil dengan nama panggilan.
Tentu kami sangat dekat, tetapi Katia sekarang adalah seorang gadis.
Karena itu, banyak orang salah mengira.
Terutama dengan adikku, Sue.
Setiap kali Katia datang, Sue akan selalu mengawasi kami untuk sementara waktu, lalu dengan keras kepala mengambil posisi menyelip di antara kami.
Setiap kali ini terjadi, Katia hampir tidak bisa menahan kekesalannya.
Aku tahu aku ingin menjadi kakak yang baik, tapi kenapa malah berakhir seperti ini …?
Baru-baru ini, aku merasa bahwa dia bahkan merasa iri dengan Fei.
Mencemburui saudara laki-lakimu sendiri itu sudah cukup buruk, tapi bahkan juga ke hewan peliharaan? Iya sungguh?
Saat itu, Fei sedang duduk di pangkuanku, menatap dengan penuh perhtian pada buku yang kupegang.
Dia sangat pintar sampai kadang kupikir apakah dia memahami bahasa manusia.
Tentu saja, aku tidak tahu apakah memang itu masalahnya, dan bahkan jika memang iya, aku ragu dia bisa membaca buku ini.
“Ini adalah ensiklopedia skill milik keluarga adipati. kau tahu, Buku ini memiliki lebih banyak informasi daripada yang akan kau temukan di luar sana.”
Buku ini berisi tentang penjelasan rinci skill yang saat ini telah di ketahui.
Tentu saja tidak cuma mencakup efek skill, tapi itu juga termasuk kondisi yang diperlukan untuk mendapatkanya serta cara untuk meningkatkan masing-masing dari setiap skill.
Itu seperti Walthrough.
TL Note : Walkthrough, strategy guide, atau apapun namanya, pada dasarnya adalah sebuah panduan. bagi para gamer tentu tidak akan asing lagi.
Kebetulan, cara Katia berbicara dalam bahasa asli dunia ini sangat berbeda dari bahasa Jepangnya.
Dibandingkan dengan infleksi laki-lakinya dalam bahasa Jepang, dia sudah di besarkan untuk menjadi wanita bangsawan yang baik tak terkecuati tata bahasa dalam berbicara.
TL Note : Klik untuk mempelajari kata infleksi berdasarkan Wiktionary dan Wikipedia.
Karena aku sudah mengenalnya dari kehidupan sebelumnya, awalnya aku bingung, tapi sekarang aku sudah mulai terbiasa.
Bagaimanapun, kami hanya berbicara dalam bahasa Jepang saat kami sedang berdua saja, dan Sue biasanya selalu berada dekat di sekitarku setiap kali kami sedang berjalan-jalan, jadi aku lebih sering melihat sisi kebangsawanannya yang terhormat.
“Ya, ini sangat luar biasa. Bukankah kamu bisa mendapatkan skill apa pun sebanyak yang kamu inginkan?”
“Kupikir tidak. Lagipula, waktumu terbatas. akan lebih bijaksana untuk memilih skill mana yang akan kamu prioritaskan dan menghabiskan waktu untuk fokus berlatih dengan itu. ”
Aku membolak-balikan halaman buku dengan penuh semangat.
Ada beberapa skill yang sudah aku tahu, dan ada juga yang ada belum.
Ketika aku melihat skill asing dengan efek yang luar biasa, aku tidak bisa berhenti dan membaca lebih banyak tentang mereka.
“Kau dan Sue sudah memiliki semua skill status dasar, bukan? Dalam hal itu, kauu harus sesegera mungkin mengembangkannya.”
Skill status dasar adalah skill yang meningkatkan statistikmu, seperti HP, sihir, kekuatan, dan sebagainya.
TL Note : Berarti bisa di bilang skill passive.
“Mereka akan berevolusi pada level sepuluh. Kau tahu, efeknya akan menjadi jauh lebih besar, dan setiap kali kamu naik level, statusmu scara otomatis akan meningkat jauh lebih pesat. Sementara waktu kami tidak akan bertarung dengan monster, jadi kami masih berada di level 1. Jika kami mendapatkan skill itu sekarang, itu akan menghasilkan bonus stat yang luar biasa ketika naik level. ”
Kami semua masih level 1.
Kau hanya bisa naik level dengan membunuh makhluk hidup, seperti monster atau sejenisnya.
Kami bahkan tidak diperbolehkan untuk pergi ke luar, apalagi bertarung melawan monster, jadi kami belum bisa naik level sama sekali.
Namun, stat kami terus meningkat secara bertahap ketika kami tumbuh dan dilatih.
Sayangnya perubahan itu tidak begitu signifikan dibanding dengan naik level.
“Idealnya, aku lebih suka membuat skill-ku bevolusi dua kali sebelum naik level, tapi tidak akan semudah dengan yang diharapkan.”
Ada banyak manfaat untuk skill yang mencapai level 10: skill mungkin akan berevolusi, atau kamu mungkin akan mendapatkan subskill lainnya. Tapi semakin tinggi level skill, maka akan semakin sulit untuk menaikan ke level berikutnya, jadi mendapatkan skill level 10 itu cukup sulit.
“Jika kamu mengevolusikan skill sampai Fortitude, Stronghold, Skada, atau semacamnya, cara statmu naik juga akan berubah. Mencapai titik itu memang ideal. Tapi paling tidak, kita harus punya basic dari skill itu. ”
TL Note : Nama-nama High Tier skill, lengkapnya cek fandom.
“Cukup masuk akal. Tapi aku cukup terkejut tidak ada skill yang meningkatkan kemampuan kamu untuk mendapatkan EXP. ”
Dalam game RPG, kamu kadang bisa menemukan item yang super rare atau hal lain, tapi kukira tidak dengan skill.
“Memang. Apakah kamu sadar akan hal lain yang tidak biasa? ”
“Ya.”
Setelah mempelajari semua skill yang ada dalam ensiklopedia, aku tahu apa yang ingin dimaksud Katia.
Sue juga mengintip dari balik bahuku ke buku itu, tapi sepertinya dia tidak menyadiranya.
Dia tampak bingung, belum lagi kesal karena Katia dan aku saling memahami satu sama lain.
“Tidak ada skill untuk memproduksi barang.”
“Ya, jika ada, mereka semua tampaknya difokuskan untuk pertempuran.”
Ya, sementara ada cukup banyak skill untuk mengisi seluruh buku, tidak ada satu pun dari mereka yang bisa digunakan untuk produksi atau penggunaan noncombat lainnya.
Memang ada beberapa yang tampaknya berpotensi bisa di gunakan untuk produksi, tapi semua yang ada hanya efek kedua dari skill tempur.
Dengan sejumlah besar jenis dan tipe skill-skill ini, sangat aneh bahwa mereka semua tertuju pada satu tujuan.
Katia dan aku mungkin menyadari ini karena kami sering bermain game di Jepang.
Orang-orang di dunia ini mungkin hanya menganggap skill apa adanya.
“Seperti seluruh dunia ini ditujukan hanya untuk pertempuran.” Pengamatanku membuatku sedikit takut.
Dunia di mana kamu tidak bisa naik level tanpa membunuh.
Skill yang hanya untuk bertempur.
Sungguh, seolah-olah dunia ini mendorong penghuninya untuk bertarung.
“Belum banyak orang yang tahu tentang ini, tapi aku pernah mendengar bahwa pasukan Raja Iblis menyiapkan pasukan dan persenjataannya.”
“Itu artinya …”
“Kita mungkin dipanggil untuk berperang suatu hari nanti. Sampai saat itu tiba, kita harus berusaha mencoba menjadi sekuat yang kita bisa. ”
Satu-satunya jawaban yang bisa kuberikan pada perkataan serius Katia hanyalah anggukan.
Fei bergerak-gerak dengan gelisah di pangkuanku, kuelus kepalanya untuk menenangkannya.
Chapter 5 | Chapter List | Chapter 6
0 komentar:
Posting Komentar