Jumat, 26 Februari 2021

Volume 1 Chapter 4

Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (4) MENINGGALKAN SARANG

  • Jika aku ingin memecahkan telur, dan jika aku ingin bertahan hidup, aku harus menjadi lebih kuat.

    Aku tidak ingin terbunuh oleh monster, manusia, atau apa pun.

    Dan karena pencuri telur itu muncul di sekitar rumahku, tampaknya manusia memang biasa datang ke sini dari waktu ke waktu.

    Tidak ada jaminan bahwa induk telur ini tidak akan mengintai di suatu tempat.

    Sekarang tubuh laba-labaku cukup tangkas.

    Aku bisa melompat hampir tujuh kaki ke udara, dan juga bisa memanjat dinding.

    Sebelum aku membuat rumahku, aku bertemu beberapa monster lain di saat aku berkeliaran, tapi aku cukup cepat untuk menghindari mereka tanpa masalah.

    Nah, kamu bertanya? bukankah itu berarti aku sebenarnya monster yang kuat, aku juga berpikirkan begitu.

    Tapi jelas, aku salah.

    Bagaimana bisa ini kuat, aku bahkan tidak bisa memecahkan telur?

    Senjata terbaikku adalah benang dan taring beracunku. aku dapat mengikat musuh di jaringku dan menghabisi mereka dengan racunku.

    Combo terbaik ini adalah kunci kemenanganku, dengan kata lain, jika aku berada di situasi di mana itu tidak bekerja maka dapat di pastikan aku akan mengalami kekalahan.

    Jaring dan taring beracunku sangat penting bagiku — tidak, taoi bagi semua monster laba-laba.

    Dimana aku sampai pada kesimpulan ini, aku menjebak lawanku membuatnya tidak berdaya dengan benangku sebelum menghabisi mereka.

    Berkat menggunakan strategi ini, aku mengalahkan tiga katak tanpa cedera, dan ketika aku selesai memakannya, Divine Voice (sementara) terdengar lagi.

    <Kondisinya telah terpenuhi. Mendapatkan Title [Foul Feeder].>

    <Mendapatkan skill [Poison Resistance LV 1] [Rot ​​Resistance LV 1] dari title [Foul Feeder].>

    <Skill [Poison Resistance LV 1] telah digabungkan dengan [Poison Resistance LV 3].>

    Hei, aku mendapatkan title baru.

    Aku tidak bisa mendapatkan satupun dengan sengaja melakukan semua hal, tapi kemudian aku mendapatkannya ketika aku bahkan tidak mencoba apapun?

    Hei, mau bagaimana lagi kalau makananku membusuk!

    Tidak ada apa pun di sini untuk kumakan kecuali monster!

    Yah, Tidak akan ada gunanya mengeluh kepada Divine Voice (sementara).

    Skill yang baru kudapatkan adalah Poison Resistance dan … Rot Resistance?

    Apa maksudnya? Mungkin aku bisa makan makanan busuk sekarang?

    Sepertinya tidak terlalu berguna, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.

    Dan aku juga sudah memiliki skill Poison Resistance, tetapi menilai dari apa yang dikatakan Divine Voice (sementara), Itu pasti menambahkan keahlian 1 level ke apa yang sudah kumiliki.

    Nah, jika skillku bisa menjadi lebih kuat, maka mungkin aku juga bisa.

    Meskipun begitu, meningkatkan ketahananku tidak akan membantuku memecahkan telur itu.

    <Keahlian telah mencapai level yang butuhkan. Skill [Spider Thread LV 5] telah menjadi [Spider Thread LV 6].>

    Setelah beberapa saat bermain dengan ben … ahem, maksudku, berlatih dengan benangku dengan tekun, level-nya meningkat.

    Semenjak aku tahu bahwa spider thread adalah sebuah skill, aku telah mencoba banyak hal dengan tujuan untuk meningkatkan keahliannya.

    Meningkatkan level skill mungkin meningkatkan hal-hal seperti elastisitas benang elastis atau lainnya, dalam hal ini mungkin akan bisa memecahkan telur itu.

    Ohh Man, tentu butuh waktu untuk menaikkannya.

    Akibatnya, seluruh bagian di dalam rumahku semuanya putih.

    Dibandingkan dengan saat aku pertama kali membuatnya, rumahku sudah banyak berubah selama beberapa hari ini.

    salah satunya, aku punya lebih banyak jaring.

    Untuk sementara, aku hanya meletakkan satu jaring di masing-masing dari tiga bagian pertigaan, tapi sekarang aku memiliki beberapa yang dipasang di sepanjang lorong-lorong.

    Menurut pemikiranku jika hanya satu jebakan saja mungkin itu akan mudah ditembus.

    Dengan banyak jaring laba-labaku ini, siapa saja yang ingin menerobosnya tentu akan memakan waktu.

    Sekarang rumahku bahkan jauh lebih aman dari sebelumnya.

    Itupun masih tidak cukup untuk meningkatkan level skillku, jadi kuputuskan untuk mendekorasi dinding selanjutnya.

    Aku akan menggunakan benangku ke seluruh dinding, melapisinya dengan warna putih.

    Tentu saja, ini bukan lah hanya dekorasi biasa.

    Benang wallpaperku ini terhubung ke jaringku sehingga saat ada mangsa tertangkap, benangnya akan secara otomatis tertarik terlepas dari dinding dan membungkus korban yang tidak beruntung.

    Aku sangat bangga dengan jebakan ini, yang membutuhkan banyak percobaan dan kegagalan untuk menyelesaikannya.

    Diwaktu aku sedang memasang benang wallpaper, level skill-ku naik satu.

    Setelah semuanya selesai, proyek terakhirku adalah merangkai beberapa helai benang transparan di dalam rumahku.

    Benang ini tidak memiliki kelengketan, dan akan terputus dengan satu sentuhan. Jika aku membiarkannya cukup lama, aliran udara bisa merusaknya sebelum sempat di pasang ke benang wallpaper.

    Kupikir sekarang aku sudah bisa membuat benang yang lebih halus karena level skillku telah mencapai level 5.

    Ini kubuat khusus untuk mendeteksi musuh. Ujung-ujung dari benang yang tak kasat mata terhubung kepadaku, jika sesuatu menyentuh mereka, aku akan langsung tahu.

    Aku mengembangkan benang pendeteksi ini untuk melawan fakta rasa tidak aman tentang sesuatu yang tidak bisa kulihat dengan mataku.

    Karenanya aku tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu lagi saat di rumah, aku juga memutuskan untuk memasang beberapa di sekitar rumahku.

    Pada akhirnya harapanku adalah dapat mengontrol ini dari jarak jauh ketika aku sedang menjelajah di luar rumah.

    Setelah semua ini, aku kehabisan hal untuk dilakukan, jadi aku hanya menimbun banyak benang tanpa tujuan sampai akhirnya skill-ku mencapai level 6.

    Berkat ini, aku memperoleh kemampuan membuat benang berkualitas tinggi, jadi aku menghasilkan beberapa bola dan meninggalkannya di mana-mana.

    Tentu saja, membuat semua jaring ini membuatku merasa lapar.

    Itulah sebabnya aku tidak membuang-buang waktu melahap korban berikutnya dari jaringku.

    Semua monster di area ini tampaknya beracun, jadi taring racunku tidak bisa membunuh mereka dengan cepat.

    Nah, setelah terperangkap di jaringkuku, aku bebas melakukan apapun yang aku mau.

    Hasilnya, skill Poison Fang-ku naik ke level 4, dan skill Poison Resistance-ku naik ke level 5.

    Sejauh ini, aku sudah mengalahkan tiga Elroe Randanel, satu Elroe Peckatot, satu Elroe Basilisk , dan satu Finjicote.
    TL Note : Bisa cek di sini untuk keterangan lengkap masing-masing monsternya Elroe Randanel, Elroe Peckatot, Elroe Basilisk, Finjicote.

    Dan juga, dua katak yang sekarang sudah cukup akrab.

    Apakah dungeon ini memang tempat berkembang biaknya para katak?

    Sampai sekarang ini, aku telah mengalahkan beberapa monster, tapi aku masih belum melihat manusia lainnya.

    Elroe Randanel adalah monster kadal kecil seperti dinosaurus. Mereka bertiga menyerangku sekaligus, yang benar-benar membuatku sangat takut.

    Tapi mereka bertiga terjebak dalam jaringku dengan sempurna, itu benar-benar melegakan.

    Elroe Peckatot adalah monster aneh yang seperti persilangan antara penguin dan pelikan dengan lengan monyet.

    Finjicote adalah monster yang mirip lebah, tapi ukurannya sangat besar sampai hampir skitar sepuluh kaki. Karena itu, jaringkuku menjeratnya tanpa masalah.

    Yang paling merepotkan adalah Elroe Basilisk .

    Itu tampak seperti kadal raksasa, sesuai dengan namanya, diamemiliki semacam serangan petrification. itu seperti tatapan yang membuatmu menjadi batu sama seperti dalam game dan cerita fantasy — itu membuat salah satu kaki depanku menjadi batu. Musuh yang sangat menakutkan.

    Aku sangat takut sehinggaku harus melakukan strategis mundur, alias bersembunyi di balik telur.

    Saat itu, benang elastis yang melilit telur berubah menjadi batu dan hancur.

    Mungkin itu akan bekerja pada telur juga? Cukup optimis, aku membiarkannya terus menggunakan serangan petrify, tapi telur ini tidak terpengaruh.

    Bahkan, kadal itu kelelahan menyerang tamengku (telur), jadi aku bisa menyelinap dan mengalahkannya tanpa masalah. Ngomong-ngomong, apa-apaan telur itu ?!

    Setelah pertarungan itu, aku harus menderita dengan kaki yang membatu sampai aku naik level dan berganti kulit.

    Karena itu aku mendapat skill Petrification Resistance, secara keseluruhan ada manfaatnya juga, tapi itu masih sama berbahayanya dengan pertarungan pertamaku dengan katak.

    Ohh, iya, seperti yang kukatakan: aku berhasil naik level tiga kali. Tepatnya, sekarang aku sudah level 5.

    Sejauh yang kutahu, aku memiliki skill seperti berikut: [Poison Fang LV 4] [Spider Thread LV 6] [Appraisal LV 2] [Taboo LV 1] [Heretic Magic LV 1] [Poison Resistance LV 5] [Acid Resistance LV 5] [Acid Resistance LV 2] [Rot ​​Resistance LV 1] [Petrification Resistance LV 1].

    Scara keseluruhan aku telah naik tiga level, tapi skill-skil-ku tak banyak berubah.

    Kutebak bonus keahlian untuk naik level tidak sebesar yang kukira.

    Dan sepertinya aku juga tidak banyak mendapatkan skill poin setiap kali naik level.

    Aku merasa sangat senang ketika Divine Voice (sementara) Mengatakan kalau aku memiliki banyak skill point, tapi aku tidak tahu bagaimana cara mendapatkan skill baru dengan itu.

    Aku mencoba membayangkan segala macam skill yang mungkin saja ada, tapi tak terjadi seperti sebelumnya, aku tidak bisa melakukan apa-apa.

    Ketika skill yang kupikirkan tidak ada, Divine Voice (sementara) Tidak akan meresponku, dan ketika itu ternyata ada …

    <Skill point tidak memadai.>

    … hanya itu saj yang dia katakan.

    Aturan untuk skill ternyata jauh lebih rumit dari apa yang aku duga.

    Satu hari penuh kuhabiskan dengan bermalas-malasan. Ahh, aku cinta rumah kecilku …

    Apa? Telur?

    Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan. aku tidak ingat tentang buntalan putih besar benang elastis.

    Makananku menyerahkan dirinya sendiri kepadaku tanpa pelu repot-repot untuku melakukan apa pun, dan rumah ini benar-benar aman, sehingga aku bisat tidur nyenyak dengan tenang meskipun berada di tengah-tengah dungeon yang berbahaya. aku telah melapisi lantai yang keras ini dengan benangku yang lembut, jadi itu bagus dan nyaman pula.

    Aku dengan santai menjalani rutinitas membuat benang setiap hari. Ahh, beginilah kehidupan.

    Memikirkannya, hari-hariku cukup sibuk di masa lalu.

    Aku tidak terlalu memperhatikannya saat itu, tapi mengingat kembali, bagaimana aku bisa hidup dengan tidur empat jam sehari?

    Sebelumnya, kehidupku selalu bangun lebih awal untuk pergi ke sekolah, kemudian pulangnya bermain video game sampai aku menyerah pada rasa kantuk.

    Yahh, begitulah kehidupanku.

    Bermain video game itu memang sangat menyenangkan dari semuanya, tapi kalau di ingat kembali, aku tidak tahu mengapa aku harus melalui semua kesulitan itu ketika aku tidak berkewajiban untuk melakukannya. Di antara kebanggaanku sebagai salah satu free player terbaik dan ekspektasi dari rekan-rekanku, kupikir itulah yang mendorong diriku melewati batasku.

    Aku, mengkhawatirkan ekspektasi orang lain? Lelucon macam apa itu!

    Aku mandiri sepenuhnya. Siapa pula yang peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain?

    Setidaknya, itulah yang kukatakan pada diriku sendiri … Tapi sejak mememulai kehidupan baru ini, aku menyadari, mungkin aku telah sedikit menyerah pada dorongan ekspektasi itu. Setidaknya masah ada sedikit, karena sekarang aku telah menjalani kehidupan yang benar-benar tanpa tanggung jawab, aku merasa terbebas dari semua itu.

    Pada awalnya, aku khawatir mungkin aku akan bosan dengan begitu sedikit yang harus dilakukan, tapi jelas aku salah. memiliki banyak waktu luang tanpa internet atau game, ternyata tidak terlalu buruk.

    Mungkin standar kebahagiaanku telah jadi lebih rendah dari normalnya. Jujur, selama aku bisa hidup, itu cukup bagus buatku. dikehidupan saat ini, dengan makanan dan tempat tinggal yang terjamin, sudah cukup membuatku merasa puas.

    Sehingga kupikir mungkin disinilah aku bisa menghabiskan sisa hidupku terus seperti ini.

    Meskipun aku tidak tahu berapa lama monster laba-laba bisa hidup.

    Itu terdengar bagus secara teori, aku tahu suatu saat mungkin akan datang hari dimana aku harus meninggalkan rumah ini.

    Beberapa situasi yang tak terduga, perubahan lingkungan, kedatangan musuh yang mampu menembus jaringku …

    Lebih banyak manusia seperti pencuri telur, atau monster yang sangat kuat, atau bahkan — hal lan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

    Aku tidak tahu kapan, tapi aku yakin suatu saat akan tiba waktunya .

    Semu akan berubah, cepat atau lambat.

    Jadi, kupikir pilihan terbaik adalah segera mempersiapkannya.

    Ya, aku memang mengatakan itu semua, tapi ini terlalu cepat! aku belum siap!

    Alasan kepanikanku? Salah satu pintu masuk ke rumahku sudah terbakar di hadapanku.

    Aku baru saja tertidur ketika itu api tiba-tiba muncul.

    Perlahan tapi pasti, tak terhindarkan, rumah yang kubuat sendiri tenggelam dalam lautan api.

    Benang laba-labaku yang kuanggap hampir tak tertembus, ternyata sangat lemah terhadap api.

    Tapi dari mana datangnya api ini?

    Tidak perlu waktu lama untuk menemukan jawabannya — seorang manusia. Ada seseorang yang berdiri di antara nyala api. Tentu saja bukan pencuri telur. Dia memegang obor di salah satu tangannya.

    Dia pasti menggunakan itu untuk membakar rumahku.

    Sial.

    Aku tidak bisa melihat dengan baik ditengah api ini, tapi aku bisa melihat beberapa orang lagi selain orang itu.

    Api ini bukanlah sebuah kecelakaan atau kebetulan mereka lewat. Jelas-jelas, mereka sedang dalam misi untuk menghancurkan sarangku.

    Yang berarti mereka juga sadar ada monster laba-laba di dalam — dengan kata lain, adalah aku.

    Jika aku tetap tinggal di sini, aku akan terbakar sampai mati atau ditangkap oleh manusia.

    Untungnya, api belum mencapai tempatku, jika aku melarikan diri melalui pintu darurat di sisi lain, harusnya aku juga bisa kabur diri dari orang-orang itu.

    Aku memandangi isi dalam rumahku untuk terahir kali.

    Sejak aku bereinkarnasi, aku selalu menghabiskan sebagian besar waktuku berda di sini.

    Aku bekerja sangat keras membuat rumah ini.

    Juga telah membuat banyak penemuan di sini, dan membawa sukacita, duka, dan segala sesuatu di antaranya.

    Tempat ini telah membuatku tetap aman selama ini.

    Bahkan, aku mungkin lebih terikat pada rumahku yang sekarang daripada ke kamarku di kehidupan sebelumnya.

    Begitu kuatnya kenangan dari waktu ke waktu yang kuhabiskan di sini.

    Aku mulai berusaha melarikan diri dari api.

    Benang laba-laba rumit yang kubuat sebelumnya terjatuh dengan mudah memotongnya.

    jaring terakhir.

    Begitu aku keluar dari sini, aku tidak akan pernah bisa kembali ke sini lagi.

    Tidak akan ada tempat aman lagi di luar.

    Meskipun demikian, aku terus maju tanpa ragu.

    Aku merasakan keinginan besar untuk melihat ke belakang ketika aku pergi, tapi aku menolak.

    Yang kupikirkan sekarang adalah melarikan diri sejauh mungkin.

    Jadi, aku terusir dari rumah indahku untuk selamanya.

    Di tambah lagi, aku ingat bahwa para petualang yang membakar rumahku ternyata menemukan bola benang dan telur yang aku tinggalkan.

    Api belum mencapai ke dalam sana, jadi mereka mengambil semuanya.

    Pakaian yang dibuat dengan benang harganya sangat mahal.

    Mereka mengatakan raja dari suatu negara membelinya, dan itu menjadi topik yang sangat hangat untuk sementara waktu.

    Dan telur itu, tampaknya sangat keras kepala sehingga bisa selamat dari semua cobaan dan berhasil menetas.

    Aku tidak mengetahui semua ini sampai beberapa saat kemudian.

    Dan ketika aku mengetahuinya, yang pertama kupikirkan adalah: aku sangat senang tidak memecahkan telur itu .

      Chapter 3 | Chapter List | Chapter S3

     

    0 komentar:

    Posting Komentar