Selasa, 23 Februari 2021

Volume 1 Chapter 2

Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (2) RUMAH BEBAS SEWA

  • Baiklah — aku akan membuat rumah. Sebuah rumah yang benar-benar kokoh.

    Aku sudah menyerah untuk melarikan diri dari dungeon ini. Jika aku terus berkeliaran tidak jelas, satu-satunya masa depan yang bisa aku bayangkan hanyalah akhir tak terduga yang mengarah ke jalan buntu. Monster atau manusia, semuanya adalah musuhku. Dan yang kumaksud bukan musuh besar, rival atau semacamnya. ini tentang hidupmu yang dalam bahaya.

    Selain itu, tempat ini sering dikunjungi manusia. Akan berisiko menggunakan pintu keluar bahkan jika aku berhasil menemukannya.

    Maksudku, jika seseorang menemukanku, mereka pasti akan membunuhku. Dan mungkin di luar sana ada pemukiman manusia.

    Itulah sebabnya aku putuskan untuk tinggal di dugeon ini.

    Bagaimanapun juga. Jika ini rumah baru aku, apa saja yang aku butuhkan? Makanan, tempat tinggal, dan pakaian.

    Yah, aku tidak berpikir yang terakhir itu diperlukan untuk laba-laba. Suhu di sini juga cukup nyaman.

    Masalahnya adalah makanan dan tempat tinggal.

      1. Apa makanan utama laba-laba?
        Jawab : Serangga lainnya.

    Oof … Itu benar, bukan? Itulah yang harus dilakukan untuk mengisi perutku.

    Meskipun, mengingat dari ukuranku yang absurd, aku tidak berpikir kalau mangsa potensialku terbatas hanya pada serangga. Misalnya, aku mungkin bisa memakan monster lain, atau … sebenrnya aku tidak ingin memikirkannya, tapi … manusia …

    Sungguh, saudara-saudaraku di sana juga melakukan kanibalisme satu sama lain setelah mereka lahir, kan? Induk laba-laba raksasa juga memakan anak-anaknya layaknya sebuah cemilan, dan juga sejauh yang aku tahu, spesiesku sepertinya menganggap semua makhluk hidup sebagai makanan yang potensial.

    Faktanya, di gua seperti ini, itu mungkin satu-satunya pilihan. Yang berarti jika aku lapar, aku harus mengalahkan beberapa monster lain dan memakannya.

    Kau tidak dapat membuat omelet tanpa memecahkan beberapa telur, dan aku akan mati kelaparan jika tidak memakan sesuatu, tidak peduli seberapa menjijikannya.

    Saat ini, aku punya satu yang berpotensi sebagai sumber makanan.

    Bangkai laba-laba yang kutemukan sebelumnya.

    Kaki, taring serta beberapa bagian lain telah diambil, tapi sebagian besar tubuh utama masih ada.

    Nah, jika aku makannya, aku mungkin tidak perlu mengkhawatir makanan untuk hari ini. Hanya saja jika aku bisa memakannya, ya itu.

    Jujur saja, tiba-tiba harus memakan laba-laba itu cukup ekstrim, dan mungkin dia adalah salah satu saudaraku…

    Baik secara etis dan visual, aku lebih memilih tidak.

    Jadi aku akan menunda memakan itu untuk saat ini.

    Selain itu, bahkan jika aku mengambil risiko, itu hanya akan menjadi solusi sementara.

    Mengingat mulai sekarang aku akan tinggal di dungeon ini, aku harus bisa mempertahankan stok makananku.

    Tetapi jika aku ingin memakan monster lain, itu artinya aku harus mengalahkan mereka terlebih dahulu.

    Bagaimana aku bisa bertarung?

    Gadis lemah sepertiku, yang hanya pintar dalam game, tidak akan dapat kesempatan dalam pertarungan nyata.

    Jadi kuputuskan bahwa aku harus mulai dengan membuat rumah.

    Laba-laba apa tanpa punya sarang, kan?

    Laba-laba membuat sarangnya dengan dengan benang khusus dan menggunakannya untuk menangkap mangsa.

    Jadi jika ini berjalan dengan lancar, masalah makanan dan tempat tinggal akan terselesaikan sekaligus.

    sebenarnya, aku pikir lokasi di gua ini cukup bagus.

    Jika tidak ada halangan, harusnya mudah untuk membuat jaring di semua tempat.

    Tanpa basa-basi lagi, waktunya untuk membuat rumah baruku!

    Membawa mayat saudaraku di punggungku, aku mencari tempat yang bagus di mana orang-orang tidak akan menggangguku.

    Apa? Mengapa aku harus membawanya?

    Sebagai jaminan. Semoga saja tidak sampai seperti itu, tapi aku tidak bisa memilih.

    Akhirnya, aku sampai di pertigaan tanpa jejak kaki manusia, jadi aku memutuskan untuk membuatnya di sana.

    Pertama, aku harus membuat benang. Dari pantatku, kurasa? aku cukup yakin bahwa itu adalah area umum dari benang yang akan keluar, jadi mari kita coba.

    Tapi saat aku selesai berpikir, aku menyadari bahwa aku telah menghasilkan sebuah benang. Hah? aku tidak ingat benda ini keluar dari pantatu …

    Selain itu, ini sangat panjang. Oh man, apakah selama ini berarti aku sudah berjalan-jalan dengan seutas tali mencuat dari pantatku?

    Wow, itu sangat memalukan!

    Mungkin seperti ketika Kamu (*****), jadi Kamu (*****)?

    Oke lupakankan, fakta bahwa aku membuat benang secara tidak sadar untuk saat ini.

    Sekarang membuat rumah, yang nyata kali ini!

    Selesai!! aku cukup puas melihat hasil dari pekerjaanku. Seekor laba-laba yang menakjubkan menggantung di pojok lorong gua, menghalangi area itu.

    Oohh Sobat, apakah naluri alamiahku muncul atau sesuatu? Segera setelah aku mulai bekerja, tubuhku bergerak sendiri dan membangun sarang dalam sekejap.

    Namun, alih-alih menyelesaikan sarangku, aku meninggalkan lubang kecil yang cukup untuk kulewati.

    Kenapa? Tentu saja, untuk rute kabur.

    Aku membuatnya di persimpangan tiga arah, yang sekarang ditutupi jaringku di setiap bagian.

    Namun jika aku benar-benar memblokir semuanya, aku tidak akan bisa keluar.

    Itu mungkin, meskipun aku ragu hal itu akan terjadi, beberapa lawan yang ganas mungkin akan memotong jaringku.

    Jadi aku sengaja membuat lubang, agar bisa kabur dalam keadaan darurat.

    Sekarang dari ketiga arah aku dilindung sarangku, ditambah, jalan keluar darurat.

    Ruang ideal untuk hikikomori telah selesai! Ahhh, tidak ada tempat yang lebih nyaman dari rumah sendiri.
    TL Note : (引きこもり, ひきこもり, atau 引き籠もり, arti harfiah: menarik diri, mengurung diri) sebuah istilah di jepang untuk fenomena di kalangan remaja atau dewasa muda di sana.

    Yang aku butuhkan sekarang adalah agar mangsa terperangkap terus-menerus di jaringku secara teratur.

    Jika bisa melakukan itu, tidak ada alasan aku tidak tetap tinggal di tempat ini selama sisa hidupku.

    Luar biasa!

    Aku memang pernah bersekolah, tetapi selain itu, aku kebanyakan menjalani hidupku sebagai penyendiri di Bumi. aku tidak pernah berbicara dengan siapapun di sekolah, dan ketika di rumah, aku selalu bermain video game atau sekedar internetan. Sebagian besar makan malamku hanya tinggal menambahkan air panas dan menunggu selama tiga menit atau memanaskannya di microwave. Terkadang aku mencampuradukan kotak makan siang dari supermarket.

    Kedua orang tua aku bekerja sepanjang hari dan biasanya pulang terlambat. Dan bahkan ketika mereka pulang, kami tidak pernah bertatap muka satu sama lain. Kami sangat jarang berinteraksi. Sejujurnya, itu seperti hidup dengan orang asing. Agak mengesankan, aku bahkan tidak ingat seperti apa orang tuaku sebenarnya.

    Tetap saja, aku bertanya-tanya apakah mereka merasa sedih dengan kematianku, setidaknya?

    Mungkin juga tidak. Meskipun mereka mungkin merasa sedih kehilangan sedikit pendapatan yang kukontribusikan untuk rumah tangga.

    Dulu aku biasa mendapatkan sedikit uang melalui saham. Jika ada hal yang mereka sayangkan, mungkin adalah itu.

    Begitulah dinginnya hubungan keluarga kami.

    Sikapku mungkin berkontribusi besar pada kecanggungan ekstrim ketika aku berkomunikasi dengan orang lain.

    Atau mungkin itu kepribadianku sejak lahir, bukan bagaimana aku dibesarkan.

    Akhirnya, aku tidak punya siapapun yang dapat kupanggil teman, dan bahkan dalam obrolan game aku biasanya juga tidak banyak bicara.

    Demikian juga, karakterku dalam MMO terkenal memiliki reputasi sebagai pendiam.

    Avatarku juga seorang lelaki tua botak yang muram. Dia adalah tipe yang kuat dan pendiam, tipe orang baik yang berbicara dengan tindakannya.

    Dan statusnya juga cukup bagus — aku cuma memaksimalkan attack power dan speed sisanya kubiarkan saja tak tersentuh.

    Selama aku tidak terkena serangan itu tidak masalah! aku hanya perlu menghindari serangan musuh dan menghabisi semuanya dengan strategi hit and run. Rencana yang cukup sempurna, selain dari bagian kalau aku terkena satu serangan mungkin akan langsung membunuhku!

    Hmmm.

    Aku tidak peduli jika tidak bisa melihat orang tuaku atau teman sekelasku lagi, tapi yang membuatku sedikit sedih bahwa aku tidak akan pernah melihat pria tua botak itu lagi. aku membuatnya menjadi legenda karena menjadi salah satu dari sedikit free players yang bisa berdiri sejajar melawan pay to players, jadi sayang sekali meninggalkannya saja seperti itu.

    … Singkatnya, aku lebih menyukai karakter game daripada orang tuaku. sepertinya aku memiliki bakat untuk hal-hal yang tidak manusiawi ini, jika aku harus mengatakannya sendiri.

    Lagi pula, itu benar — aku tidak pernah menjadi seorang manusia yang baik.

    Meskipun begitu, aku percaya tidak apa-apa untuk menjadi jahat adalah langkah pertama menjadi orang yang baik…

    Yahh, karena aku sudah menjadi orang jahat, aku mungkin juga mengatakannya.

    Menjadi hikikomori adalah jalan ninjaku! Whoo-hoo!

    Seutas benang putih ditarik di antara kedua kaki depanku.

    Ketika aku menariknya, itu memanjang seperti karet.

    Lalu ketika aku berhenti menariknya, secara bertahap kembali ukuran semula.

    Oke. Bagus dan lentur, seperti yang aku harapkan.

    Kamu bertanya apa yang sedang aku lakukan, ?

    Tentu saja bereksperimen dengan benang laba-labaku.

    Mulai sekarang, benang-benang ini akan menjadi penentu hiduku, jadi kupikir untuk menguji apa saja yang bisa dilakukan menjadi prioritas pertama aku.

    Dimulai dengan menghasilkan sejumlah besar, bereksperimen apakah aku dapat mengontrol ketebalan, kelengketan, kekuatan, dan elastisitas.

    Menyesuaikan ketebalan cukup mudah.

    Tentu saja aku tidak bisa membuatnya menjadi tidak terlihat, tapi aku bisa membuatnya sehalus sehelai rambut.

    Dalam gelapnya dungeon ini, itu seharusnya sangat sulit untuk disadari.

    Akan tetapi ketika aku mengetes kekuatannya, aku menemukan bahwa semakin tipis aku membuat benang, benangnya akan semakin mudah putus.

    Yahh, tidak ada yang bisa aku lakukan tentang itu. Jika dipikir-pikir, semakin tipis jelas semakin rapuh.

    Sebaliknya, penebalkan benangnya meningkatkan daya tahannya.

    Benang yang paling tebal yang bisa kubuat saat ini adalah sekitar kurang dari satu inci. Tidak jauh berbeda dari ukuran tali rata-rata, aku kira.

    Tentu saja, itu ukuran maksimum untuk satu helai saja. Jika aku benar-benar ingin membuat yang lebih tebal, aku hanya perlu menyatukannya. Meskipun itu sepertinya merepotkan.

    Sejujurnya, aku berharap untuk tidak bereksperimen dengan kelengketannya.

    Mudah mengasumsikan bahwa semua benang laba-laba itu lengket, faktanya, beberapa benang ada juga yang tidak lengket sama sekali.

    Dan rupanya, alasan laba-laba tidak terperangkap di jaring mereka sendiri adalah karena mereka terampil dalam menggunaan benang antilengket ini. aku baru menyadarinya ketika aku membangun rumahku.

    Jadi kuputuskan untuk bereksperimen lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang hal ini, tapi malah melilit seluruh tubuhku.

    Yah begitulah.

    Disaat kamu harus mulai membiasakan menggunakan benang yang lengket dan tidak lengket dengan benar, maka masuk akal jika kamu tidak mau melakukannya, kamu hanya akan terjebak dalam jaringmu sendiri.

    Dan begitulah bagaimana aku bisa terjebak di sarang laba-laba sialanku seperti orang idiot.

    Ini membuatku takut. Serius, satu kesalahan lagi saja aku mungkin akan terjebak dalam jebakanku sendiri dan mati konyol.

    Untungnya, dengan beberapa keajaiban, aku bisa mengubah sifat benang sampai batas-batas tertentu selama itu masih terhubung ke pantatku. Lalu, aku juga mencoba apakah ini juga bekerja pada benang yang sudah terlepas dan ternyata itu bisa, walaupun hanya sedikit. aku kira ini benar-benar dunia fantasy.

    Aku membutuhkan waktu sejenak untuk menyatukan benang-benang, lalu menguji kekuatannya.

    Aku sudah tahu kalau benang yang lebih tipis berarti lebih lemah dan semakin tebal maka semakin kuat, tapi aku tidak tahu sampai mana kekuatan yang bisa ditahannya.

    Kamu bertanya kengapa? Ketika aku menghasilkan benang dengan kekuatan maksimum, aku gagal memotongnya tidak peduli seberapa keras aku mencoba. Cukup mengkhawatirkan, aku bahkan tidak bisa mengunyahnya dengan taring aku.

    Jika aku terjebak dalam jaring seperti ini, tidak mungkin untruk keluar begitu saja.

    Meskipun begitu, aku yakin akan ada monster lain yang lebih kuat yang bisa memotongnya, jadi aku harus berhati-hati untuk tidak melebih-lebihkan kekuatannya.

    Eksperimen terakhir, elastisitas, aku telah membuat benang yang saat ini kumanipulasi dengan cakar kakiku.

    Baik.

    Benang lentur ini tentu bisa sangat berguna. Jika aku mengikatkannya ke batu atau semacamnya, aku mungkin bisa menggunakannya sebagai ketapel sederhana.

    Pastinya akan ada kegunaan praktis lainnya juga.

    Tebak eksperimen ini menghasilkan beberapa hasil yang cukup memuaskan.

    Namun, ada satu masalah yang tidak bisa aku abaikan lebih lama — memintal semua benang itu tampaknya telah menghabiskan banyak energi aku.

    Dengan kata lain, aku merasa sangat lapar.

    aku sudah lama ingin makanan sesuatu, tetapi sekarang rasanya hidupku sedang dalam bahaya.

    Anehnya, aku tidak merasa haus, tetapi tingkat kelaparan yang kurasakan jauh lebih buruk dari biasanya.

    Kalau terus begini, aku akan mati kelaparan.

    Aku bahkan tidak akan bertahan hidup untuk melihat matahari terbit besok. Meskipun, aku tau aku tidak akan bisa melihatnya, karena aku di dalam gua.

    Jika aku ingin menghindari nasib seperti itu, aku harus segera makan sesuatu … Dan yang kupunya hanyalah sesuatu yang kubawa sebagai pilihan trahir …

    Haruskah aku makan itu?

    Yahh, itu satu-satunya pilihan saat ini aku sedang sekarat, jadi …

    Jika aku ingin bertahan di dungeon ini, aku harus terbiasa makan monster mentah.

    Baiklah. Saatnya mencicipi.

    Memakan mayat saudaraku sebagai makanan pertamaku setelah dilahirkan tampaknya sedikit tidak bermoral, tapi aku tidak punya pilihan.

    Oke, ini dia.

    Woahh, ini benar-benar menjijikkan. Sangat pahit eww.. Tapi aku tetap memaksanya.

    Aku tidak bisa menolaknya hanya karena aku tidak suka rasanya.

    Jadi aku memaksakan dan selesai menghabiskan bangkai saudara aku.

    Ini sudah cukup untuk mengisi perutku, jadi aku tidak perlu khawatir kelaparan untuk sementara.

    Waaahh.. Terima kasih untuk makanannya, kurasa..

    <Kondisinya telah terpenuhi. Mendapatkan title [Kin Eather].>

    <Mendapatkan skill [Taboo LV 1] [Heretic Magic LV 1] dari title [Kin Eater].>

    Uhh, apa?

    Itu adalah suara yang sama ketika aku mendapatkan skill Appraisal.

    Sebut saja penyiar ini “Divine Voice” untuk saat ini.

    Jadi ada apa dengan “title” ini?

    Apa ini seperti yangku pikirkan? Hadiah dari suatu pencapaian setelah memenuhi persyaratan tertentu?

    Mungkin, tapi bagaimanapun juga, yang baru kudapatkan terkesan aneh dan memalukan …

    Maksudku, “Kin Eater” itu terdengar mengerikan!
    TL : Pemakan saudara

    Orang lain tidak bisa melihatnya, bukan? Tidak, aku yakin mereka bisa saja melihatnya jika level skill Appraisal mereka cukup tinggi.

    Ugghh …

    Jika seseorang melihatnya, mereka akan menilaiku sangat buruk.

    Meskipun, mengingat aku ini adalah monster, kurasa mereka pasti tetap akan membenciku takpeduli apakah mereka bisa melihat titleku atau tidak.

    Tapi, selain dari kata-kata yang buruk tentang title itu, ini adalah hal besar, bukan?

    Maksudku, aku bahkan mendapatk dua skill sekaligus.

    Jadi jika mendapatkan title, kamu bisa mendapatkan skill tanpa menggunakan poin. Ya, ini hal besar.

    Asumsiku tidak ada cara lain untuk mendapatkan skill baru dengan 0 skill poin, jadi penemuan metode lain ini cukup hebat.

    Jadi, skill yang baru kudapat adalah Taboo dan Haretic Magic.

    “Taboo” nama yang terdengar keren, tapi aku tidak tahu apa kemampuannya. Aku bahkan tidak bisa membayangkannya.

    Eh, permisi, bisakah aku mendapatkan penjelasan? aku tidak bisa menggunakannya jika aku tidak tahu apa efeknya.

    Tunggu … Dengan logika seperti itu, aku juga tidak akan bisa menggunakan Heretic Magic.

    Sekarang apa? Apakah aku harus mengucapkan mantra atau semacamnya? Tunggu, aku ini seekor laba-laba, aku bahkan tidak bisa mengatakan apapun …

    Suara yang bisa aku hasilkan adalah semacam … parauk? Lebih seperti gigi yang bertabrakan, sungguh …

    Yah, bahkan jika aku bisa berbicara, itu tidak seperti aku tahu mantranya, aku sangat tidak beruntung.

    Hanya untuk bersenang-senang, aku mencoba meneriakannya dalam pikiranku [Heretic Magic] sangat keras.

    ……… Ya, tidak terjadi apa-apa. Aku tak bisa menggunakannya

    Padahal aku sudah sangat bersemangat tentang kesempatan bisa menggunakan sihir fantasy yang nyata, selain dari mengkhawatirkan bagian “Heretic”, itu sudah menggagalkan kegembiraan itu sejak awal.

    Apakah itu mustahil bisa langsung menggunakan skill magic yang baru saja didapatkan sebelumnya?

    Apakah karena aku tidak tahu caranya, atau apa aku harus mempelajari sihir terlebih dahulu atau lainnya?
    TL Note : Mungkin maksudnya item atau equipment kali ya?

    Disini aku bahkan tidak tahu dasar-dasarnya.

    Huh?

    Aku pikir aku mendapat sesuatu yang berharga karena mendapatkan skill dan title ini, tetapi apa gunanya jika aku tak bisa menggunakannya?

    Apa Kin Eater itu sama sekali tidak berguna?

    Ahh, ketika aku memikirkan tentang itu … jika yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan title Kin Eater adalah memakan jenismu sendiri, banyak dari saudara laba-labaku mungkin juga memilikinya.

    Itu tidak akan merubah fakta bahwa manusia dapat dengan mudah membunuh kami.

    Dengan kata lain, mendapatkan title Kin Eater tidak memberi efek pada kemampuan bertarungku.

    Jadi sebenarnya ini tidak berguna.

    Tidak heran kalau kondisinya begitu mudah terpenuhi. Berarti pada dasarnya, semakin mudah title diperoleh, semakin rendah efeknya.

    Meski begitu, ada baiknya aku mempelajari tentang keberadaan title disini.

    Jika aku bisa mendapatkan lebih banyak title lain, mungkin aku akan dapat mem-build skill secara efisien. Mungkin aku harus mencoba beberapa hal untuk melihat apakah aku bisa mendapatkannya lagi.

    Meskipun aku tidak tahu title apa yang ada di luar sana …

    Bahkan aku tidak punya alat atau apapun, tidak banyak yang bisa kulakukan.

    Mungkin jika aku menari sebentar, mungkin aku akan mendapatkan title “Dancer” atau semacamnya?

    Biarkan kucoba sebentar.

    Beberapa saat kemudian, sebuah getaran besar mengalir melalui benang tempatku berdiri dan itu memukul mukaku.

    Ounch. Itu sakit..

    Aku juga tidak mendapatkan title untuk usahaku. Malahan menambah ingatan rasa sakit baru. Sangat banyak sudah.

    Menenangkan diriku, lalu perhatianku mengarah pada benang yang masih bergetar. Ujung lainnya menempel pada bagian bawah jaring di lorong sebelah kiriku. Sesuatu harusnya tertangkap di sana. Mangsa pertamaku.

    aku mendekati dengan hati-hati.

    Ketika aku sudah cukup dekat untuk melihat jaringnya, aku melihat ada sesuatu yang terjebak dengan bintik-bintik cerah, berwarna pelangi.

    <Frog>

    Baik. Ini berbentuk mirip seperti katak.

    Ukurannya hampir sama denganku dan bersinar dengan warna pelangi, tapi setidaknya masih menyerupai katak.

    Ini adalah pertama kalinya skill Appraisal-ku menilai monster selain diriku dengan benar.

    Orang-orang mengatakan bahwa katak rasanya seperti ayam, jadi ini seharusnya cukup mudah untuk dimakan.

    Setidaknya, itu tidak akan seburuk saat memakan saudaraku.

    Jika aku boleh mengeluh, itu mungkin warna dari katak yang menandakan kalau itu “beracun.”

    Maksudku, tidak mungkin sesuatu yang berwarna menjijikkan ini tidak beracun.

    Selain itu, sejak aku makan sebelumnya, aku tidak tertalu merasa lapar…

    Apa yang harus kulakukan?

    Tapi, tepat saat aku lengah dan merenungkan semuanya, katak itu tiba-tiba melancarkan serangan balik dengan putus asa!

    Benar, katak itu meludahkan cairan yang tampak sangat beracun ke arahku!

    Sialan! Karena penjagaanku benar-benar turun, aku tidak punya waktu untuk menghindar, jadi yang bisaku lakukan hanyalah mengutuk secara mental ketika cairan itu berceceran di sekujur tubuhku.

    Ngyaaaaah ?! Hei, apa-apaan— ?! Ow ow!

    Racuni? Apakah ini racun ?! Sobat, ini benar-benar menyakitkan tepat di mana cairan itu mengenaiku!

    Wha— ?!

    Tembakan kedua ?! Tunggu, yang benar saja ?! Gyaah! Itu mengenaiku lagi !!

    Aduh, hei! Ini tidak lucu! Mundur, mundur!

    Aku memaksakan kakiku bergerak dan entah bagaimana berhasil bisa berhasil keluar dari jangkauan katak itu.

    Woww. ini sangat menyakitkan. Inikah rasanya saat asam ditumpahkan ke atas dirimu? Aku tidak meleleh, kan?

    Aku khawatir, tapi tentu saja aku tidak punya cermin, jadi sepertinya aku tidak bisa memeriksanya.

    Sial. Ini memalukan.

    Bahkan jika ia terjebak dalam perangkap, lawanku masih seekor monster. Harusnya aku tidak lengah.

    Seekor tikus yang terpojok akan balas menggigit kembali. Bahkan seekor katak yang ditangkap seekor ular tidak akan menyerah begitu saja dan membiarkan dirinya dimakan.

    Ohh astaga, menyakitkan, setidaknya, itu tidak seperti aku tidak akan mati. Racun itu kebanyakan mengenai sisi kiri dan punggungku.

    Juga sedikit yang terkena dimata kiriku, sebagian dari pandanganku hitam sekarang.

    Hmm? Jika mataku tidak berfungsi, kenapa hanya sebagian kecil dari penglihatan aku yang buram?

    Ah! Mungkin karena aku punya banyak mata, aku ini laba-laba? Mungkin itu. Sebuah penemuan baru!

    Tapi sekarang aku punya masalah yang mengkhawatirkan saat ini. Rasa sakitnya tidak hilang.

    <Keahlian telah mencapai level yang dibutuhkan. Mendapatkan skill [Acid Resistance LV 1].>

    Apa?

    Mengejutkan, rasa sakitnya mereda. Apakah semudah itu untuk mendapatkan skill tanpa memerlukan skill poin?

    Hah?

    Tunggu, bagaimana dengan poin yang kuhabiskan untuk mendapatkan Appraisal?

    … Lebih baik untuk tidak terlalu memikirknnya.

    Lagipula, sekarang aku adalah pemilik yang bangga akan skill acid resisting. Agaknya, ini adalah hasil dari terkena serangan racun katak itu secara langsung. Ohh, tapi … Itu tidak terjadi secara langsung, jadi pasti ada kondisi lain.

    Itu mengatakan sesuatu tentang keahlian, jadi mungkin kerusakan asam yang berkepanjangan adalah apa yang memenuhinya?

    Yahh, itu bisa dipikirkan nanti.

    Berkat resistensi baruku, rasa sakitnya sebagian besar mereda. Sebagai gantinya, ledakan amarah dalam diriku mengarah ke katak itu.

    Amfibi bodoh, kau bisa melawanku padahal kau itu tidak lebih dari camilan untuku?! Tak bisa dimaafkan!

    Aku sudah membulatkan tekad. aku tidak peduli apakah itu beracun atau tidak. jika itu hal terakhir yang bisa kulakukan, aku akan memakannya!

    Dengan itu diputuskan, saatnya maju!

    Selama aku tidak lengah, dia tidak lebih dari mangsa menyedihkan yang terjebak dalam perangkapku!

    Katak itu meludahkan racunnya padaku tiga kali. Hmph, sekarang aku tahu itu akan datang!

    Aku menghindari ludahnya dengan sempurna, lalu menyerang langsung.

    Makan ini teknik ultimateku! Chomp! Gigit!

    Bwaa-ha-ha! kau pikir ini hanya gigitan biasa ?! aku seekor laba-laba! Taringku beracun!

    Ini sama seperti ketika aku membuat benang sebelumnya, informasi ini entah bagaimana datang kepadaku secara natural.

    Haha! Menderita dan matilah oleh racunku!

    Tapi sama seperti ketika aku memikirkan itu— Splat! Tembakan racun lain dari jarak dekat.

    Guhh ?! Ow, ow, OW! Bahkan dengan skill resistence, itu masih menyakitkan!

    Dan sekarang aku bahkan melepaskan gigitanku!

    <Keahlian telah mencapai level yang butuhkan. Skill [Poison Resistance LV 1] telah menjadi [Poison Resistance LV 2].>

    Oh, jadi begitulah cara kerjanya. Tunggu, sekarang bukan waktunya untuk itu!

    Membodohiku, mempermalukanku. Menipuku tiga kali, aku pasti akan membunuhmu!

    Kodok bodoh! Sekarang aku tidak akan pernah memaafkanmu! Dari Aku memang tak berniat melakukan itu, tapi tetap saja! Tanpa ampun!

    Membiarkan kemarahanku mengambil alih, aku menggigitnya untuk kedua kalinya. Katak itu mulai menggeliat kesakitan.

    Bwaa-ha-ha! Seperti itu, menderitalah! Mau lagi, kuberikan chomps untuk ukuran yang baik.
    TL Note : chomp adalah untuk menggigit atau mengunyah dengan keras atau berat.

    Katak itu berjuang sedikit lebih lama, tetapi gerakannya perlahan-lahan melemah, dan akhirnya kehabisan tenaga.

    Wahh. aku akhirnya mengalahkannya. Mengingat betapa susahnya aku berjuang dengan mangsa pertamaku, masa depanku tampak suram. Tapi, aku berhasil mengalahkannya! Bagus!

    Oke, selamat makan! Munch, munch, munch. Schlurp, schlurp. Mmm … Ow pahit.

    Apakah racunnya yang terasa pahit? Dan kurasakan sakit mungkin asam? Terima kasih atas resistensiku, itu masih bisa di tahan. Tapi ini tidak terlalu enak.

    <Keahlian telah mencapai level yang dibutuhkan. Skill [Acid Resistance LV 1] telah menjadi [Acid Resistance LV 2].>

    Yah, rasanya mungkin tidak sesuai dengan seleraku, tapi tentu saja skill-nya meningkat.

    Selain itu, ini adalah acara spesial: tangkapan pertamaku di rumah baru.

    Berkatnya, aku jadi yakin jaring laba-labaku cukup kuat untuk bertahan melawan monster.

    Monster se-level ini, tidak akan bisa kabur.

    Dan juga, sekarang aku jadi tahu bahwa mangsa akan terperangkap di jaring seperti yang aku harapkan.

    Informasi ini membuat seluruh rasa sakit tadi terbayarkan.

    Terima kasih banyak, katak!

    Walaupun aku masih menyimpan dendam atas ludah asam itu

     

    Chapter S1 | Chapter List | Chapter S2

     

    0 komentar:

    Posting Komentar