Rabu, 24 Februari 2021

Volume 1 Chapter S2

Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (S2) REINKARNASI

  • Di Kerajaan Analeit, tinggal seorang anak lelaki bernama Schlain Zagan Analeit.

    Dari namanya, dia adalah seorang anggota keluarga kerajaan.

    Dia seorang anak dari selir raja dan hidup sebagai pangeran keempat.

    Tapi anak ini memiliki ingatan kehidupan sebelumnya.

    Dalam kehidupan itu, namanya dulu adalah Shunsuke Yamada.

    Aku akan jujur: Anak laki-laki itu adalah diriku.

    Ingatan terakhir dari kehidupan sebelumnya adalah ketika aku sedang belajar di kelas Sastra Klasik.

    Saat itu, aku melihat celah di udara didalam kelas, dan disitulah semuanya menjadi gelap.

    Celah di udara bukanlah kejadian biasa di Bumi.

    Jadi apapun yang terjadi kemungkinan besar itulah penyebab kematianku.

    Kemudian, entah kenapa, aku terlahir kembali dengan ingatan dari kehidupan yang sebelumnya.

    Begitulah caraku datang dan hidup di dunia seperti game ini di mana skill dan level itu nyata.

    Di dunia ini, kamu benar-benar memiliki “status”.
    TL Note : Maksudnya statistik seperti di game.

    Bagaimana hal ini bisa ada dalam kenyataan di luar game? Aku sempat bertanya-tanya tentang itu untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya aku menyerah untuk mencaritahunya.

    Alih-alih, aku sadar akan lebih menyenangkan untuk berfokus pada sisi positif dari kehidupan di dunia ini. Latihan akan meningkatkan kemampuanku, dan itu sangat menyenangkan untuk mengasah kekuatanku.

    Namun, dunia ini juga ada bagian yang tidak menyenangkan.

    kamu tidak dapat melihat status siapapun. Konsep itu ada, namun kamu harus menyelesaikan kondisi yang sangat sulit jika ingin melihatnya.

    Disini, ada skill yang disebut Appraisal.

    Dengan Appraisal, kamu bisa melihat status oranglain, akan tetapi hanya sedikit orang yang memiliki skill itu.

    Untuk mendapatkannya, seperti halnya menjadi hakim atau penilai di Bumi, kamu membutuhkan pengetahuan menyeluruh tentang bagaimana cara menilai suatu benda, kemampuan observasi untuk mengetahui komposisi zat, dan kemampuan tingkat tinggi lainnya. Tidak ada amatir yang bisa melakukannya.

    Dan bahkan jika kamu bisa mendapatkan skill Appraisal, sangat sulit untuk menaikkan levelnya, jadi sejak awal sangat sedikit orang yang memilikinya.

    Sungguh, yang dibutuhkan untuk memperoleh Appraisal adalah dengan menggunakan sejumlah skill poin dengan tepat.

    Meskipun secara teknis memang mungkin, tapi kamu tidak bisa mengembangkannya lebih jauh setelah kamu memilikinya.

    Meningkatkan tingkat skill Appraisal hanya perlu menggunakannya.

    Setiap kali kamu menggunakan Appraisal, kemahiranmu meningkat, dan jika kamu mencapai titik tertentu, levelnya akan naik.

    Namun, saat kamu menggunakan skill itu yang merupakan masalah sebenarnya.

    Di satu sisi, itu tidak memerlukan kekuatan sihir atau energi.
    TL Note : karena di dunia ini mirip game jadi MP dan SP juga ada.

    Aku tahu mungkin kamu pikir: “Berarti bisa di gunakan seenaknya?” Tidak semudah itu.

    Begini ini: Setiap kali Appraisal digunakan, penggunanya akan merasa sakit kepala dan mabuk.

    Tingkatnya bervariasi tergantung pada individu, tetapi dalam kasus terburuk, beberapa orang akan pingsan setelah menggunakannya, dan bahkan banyak orang yang berbakat tidak bisa menggunakan Appraisal di dua hal sekaligus.

    Karena sangat sulit setiap kali menggunakannya, menggunakan skill itu berulang-ulang untuk meningkatkan kemahirannya itu sangat menyiksa.

    Ditambah, skill Appraisal tidak akan benar-benar berguna sampai mencapai level yang tinggi.

    Karna itulah, sangat sedikit orang yang mau repot-repot mendapatkannya.

    Faktanya, ada beberapa keluarga yang hidupnya sebagai Appraiser, menurunkan skill-nya dari generasi ke generasi.

    Jadi, jika kamu bertanya-tanya bagaimana orang-orang mengecek status mereka, jawabannya adalah menggunakan Appraisal stone.

    Appraisal stone adalah magic item yang dibuat khusus, memungkinkan penggunanya untu menggunakan skill itu sementara.

    Level skill dari salah satu batu ini tergantung pada kualitasnya. Level maksimal dari batu ini bisa mencapai level 10, seperti yang dimiliki keluarga kerajaan, bisa dihitung dengan jari.

    Biasanya, kamu memerlukan izin khusus untuk menggunakannya, jadi pada dasarnya hanya bangsawan besar yang dekat dengan keluarga kerajaanlah yang memiliki kesempatan itu. Karena aku sendiri seorang royalty, aku secara teknis bisa menggunakannya, tetapi tidak seperti aku bisa menggunakannya semauku. Aku terus meminta Anna seorang pelayan kerajaan tentang hal itu berulang kali, tetapi tetap saja itu hanya bisa digunakan setelah kamu mencapai usia tertentu.

    Faktanya, ternyata Appraisal pertamamu dianggap sebagai peristiwa istimewa, sehingga kaum bangsawan dan yang sejenisnya selalu mengadakan upacara formal yang besar untuk itu.

    Dan aku harus melalui upacara itu juga.

    Selain untuk Appraisal, upacara ini juga sebagai debut anak untuk mengenal orang-orang besar.

    Hasil dari Penilaianmu diungkapkan ke semua orang yang hadir, dan semua orang dewasa akan menilaimu dari sana.

    aku memiliki lebih banyak skill daripada rata-rata orang normal seusiaku, jadi aku tahu itu mungkin tidak akan jadi masalah bagiku. Akan tetapi, jika statistikmu sangat rendah, keluargamu mungkin akan menolakmu, itu prospek yang menakutkan.

    Ngomong-ngomong, aku dan adik perempuanku, Sue, anak dari istri raja yang lahir diwaktu yang dekat denganku, akan segera menjalani debut publik kami.

    Sue dan aku harus berganti pakaian seremonial untuk upacara tersebut dan mendengar tentang jadwal berulang-ulang.

    Raja yang saat ini — dengan kata lain, ayah kami — juga akan hadir.

    Selain itu, akan ada orang-orang penting lainnya yang akan hadir, jadi membuat kesalahan dan mempermalukan diri sendiri bukanlah pilihan.

    Meskipun masih anak-anak, aku tetaplah anggota keluarga kerajaan.

    Aku lah yang akan memainkan peran utama dalam upacara itu, aku harus mengangkat martabat keluarga kerajaan di pundakku.

    Itu beban yang cukup berat bagi mantan orang biasa.

    Namun, ketika melihat betapa anggunnya adik perempuanku di sebelahku, aku merasakan tekad untuk melakukan hal-hal dengan benar yang membuatku merasa tidaksabar.

    “Apakah kamu siap?”

    Aku mengangguk dalam diam merespon perkataan Anna.

    “Kalau begitu silakan lanjutkan.”

    Anna mendorong kami ke depan, Sue dan aku berjalan berdampingan melalui pintu menuju ke aula upacara.

    Segera setelah kami melewati pintu masuk, ruang upacara tampak sangat besar di mataku.

    Karpet merah membentang dari pintu lurus menuju Pedestal, di sana ada seorang pria berdiri menunggu.

    Kerumunan orang-orang berjejer memperhatikan kami dalam diam.

    Semua orang di sini adalah bangsawan tingkat atas.

    Sue dan aku berjalan melintasi karpet tanpa sepatah kata pun.

    Langkah demi langkah terukur dan bermartabat, seperti cara yang telah diajarkan untuk mengantisipasi hari ini.

    Aku bisa merasakan tatapan para bangsawan menusukku, tetapi aku tetap melakukan yang terbaik untuk mengabaikan mereka.

    Akhirnya, kami sampai kedepan depan pedestal. Sue dan aku berhenti dan berlutut.

    Berdiri siap di belakang pedestal adalah sang raja, ayah kami, Meiges Derra Analeit.

    “Upacara Appraisal sekarang dimulai.” Suara agung sang raja menggelegar ke seluruh aula upacara.

    Meskipun dia adalah ayahku, aku hanya bertemu dengannya beberapa kali. Dia terasa lebih seperti kerabat dengan kasta lebih tinggi daripada sosok orang tua.

    Ini hanya membuat rasa gugupku semakin menjadi-jadi.

    Raja masih berbicara, tapi aku tidak bisa memproses apa yang dia katakan.

    “Sekarang, Schlain Zagan Analeit. kamu bisa berdiri. ”

    “Baik yang mulia.”

    Aku berdiri.

    “Mari mulai Appraisal-nya.”

    Aku maju ke bangku melangkah ke depan pedestal.

    Tanpa pijakan, aku tidak cukup tinggi dengan tinggiku saat ini.

    Sebuah batu hitam terpasang di pedestal.

    Itu adalah Appraisal stone. Lebih kecil dari yang kubayangkan. Jika aku sudah dewasa, dengan mudah itu akan pas di telapak tanganku.

    Menyembunyikan keterkejutanku, aku meletakkan tanganku di atas Appraisal stone.

    Seperti apa yang telah diajarkan kepadaku, aku berpikir: [Appraisal].

    Tak terduga statusku ditampilkan dengan mudah.

    Statistik Shun Ligh Novel Kumo Desu ga Nani ka Indonesia Vol 1 chap 1
     

    Aku bisa melihat status aku.

    Disaat saat yang sama, hasil statusku juga muncul di permukaan seperti layar di dinding depan. Layar itu terhubung ke Appraisal stone sehingga bisa menampilkan hasilnya. Tampaknya, di dunia ini tidak ada konsep “Personal imformation.”

    Bagi aku, hasil Appraisal muncul dalam bahasa Jepang, tapi di layar, dimunculkan dalam bahasa yang digunakan di sini. Tak bisa kubayangkan apa yang akan terjadi jika itu ditampilkan dalam bahasa Jepang, tapi kurasa sistemnya sudah memperhitungkan semua itu.

    Suara-suara bercampur dari seluruh ruangan.

    Raja ninggikan suaranya berusaha menenangkan semuanya, tapi keributan terus berlanjut.

    Statusku pasti cukup luar biasa untuk membuat situasi seperti ini.

    Sejujur, aku sempat mengira sesuatu seperti ini akan terjadi.

    Statistikku yang berhubungan dengan sihir lumayan tinggi. Anna sudah menjamin hal itu.

    Sebagai pembanding, kemampuan fisikku sesuai untuk usiaku saat ini.

    Yahh, itu masih jauh lebih tinggi dari rata-rata orang normal, tapi itu tidak menyimpang jauh sebanyak satatus sihirku.

    Jadi statistikku sangat tidak seimbang.

    Adapun skill, suara yang disebut Word of god memberi tahuku setiap kali aku menaikkan level skill atau mendapatkan skill baru, jadi aku sudah tahu sebagian besar dari itu semua.
    TL Note : Divine Voice kalo di prospektifnya kumoko.

    Tapi dua yang tidak kukenali.

    Pertama [Divine Protection], dan yang satunya lagi tampak seperti teks corrupt.

    Penasaran tentang keduanya, aku coba untuk mengeceknya.

    <Divine Protection: kamu dilindungi oleh surga, membuatnya segalanya lebih mudah untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan di berbagai situasi.>

    <n% I = W: Tidak Bisa Dinilai>

    Apa-apaan itu?

    Divine Protection memang gila. Jelas termasuk skill cheat.

    Namun, ungkapan “membuat segalanya lebih mudah untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan” pasti berarti segala sesuatu bisa berjalan seperti yang kuinginkan setiap saat. Itu skill yang luar biasa, tapi aku tidak boleh terlalu bergantung padanya.

    Yang paling tidak kumengerti adalah yang satu ini.

    Namanya dan hasil Appraisal sangat tidak jelas.

    Aku benar-benar tidak tahu ini skill seperti apa.

    Fakta bahwa Appraisal stone tingkat tertinggi masih belum bisa menampilkan hasilnya ini sangat misterius.

    Jika batu ini tidak bisa memberitahuku, mungkin tidak ada cara lain untuk mengetahui detail dari kemampuan skill ini.

    aku tak mengerti.

    “Bukankah ini sama seperti putrinya adipati itu?”
    TL Note : engnya Duke istilah Inggris untuk suatu gelar bangsawan yang berasal dari bahasa Prancis duc, yang juga berasal dari bahasa Latin dux yang artinya "pemimpin". selengkapnya lihat di Wikipedia.

    “Ya, anak berbakat itu …”

    “Tapi Yang Mulia sama berbakatnya dengan dia … tidak, bahkan melebihinya!”

    Ketika para bangsawan terus bercakap-cakap, aku terus-terusan mendengar kata “putrinya adipati.”

    Apakah ada orang yang memiliki status serupa?

    Kupikir hanya Sue satu-satunya selain diriku …

    “Harap tenang!!”

    Menanggapi teriakan sang raja yang sangat keras, aula upacara akhirnya kembali hening.

    Raja memberiku selembar kertas.

    Itu adalah hasil dari statusku, tercetak secara ajaib dari layar yang terhubung ke Appraisal stone.

    Aku menerima kertas itu dengan penuh hormat. Aku membungkuk dan melangkah pergi.

    Dengan ini, Upacara Appraisal-ku berakhir.

    Sekarang giliran Sue.

    Tak perlu dijelaskan, kegemparan lain memenuhi aula ketika Appraisal Sue menunjukkan hasil yang mirip dengan milikku.

    Namun, tidak sepertiku, Sue tidak memiliki skill Divine Protection atau skill aneh misterius lainnya.

    Selain keributan kecil, Upacara Appraisal berakhir dengan lancar.

    Tapi statistik kami yang luar biasa bukanlah satu-satunya penyebab keributan.

    Mendengarkan percakapan para bangsawan dengan pendengaran yang di perkuat, aku jadi tahu kalau skill poin normalnya hanya diperoleh ketika seseorang naik level, sehingga memiliki seratus ribu skill poin di level 1 seprtiku itu jelas sangat tidak normal.

    Dimana: Sue sama sekali tidak memilikinya atau bisa di bilang 0 skill poin.

    Kupikir mungkin ini karena aku bereinkarnasi, tetapi yang benar-benar menarik bagiku adalah bahwa ada seorang putri adipati yang rupanya terlahir dengan skill poin juga.

    Dari apa yang kukatakan, Upacara Appraisal-nya hanya beberapa hari sebelum aku.

    Dan sepertiku, dia memiliki statistik yang sangat tinggi untuk usianya dan skill poin yang harusnya tidak milikinya.

    Ilustrasi Shun and King LN Kumo Desu ga Nani ka Indonesia Vol 1 chap 1

    Rupanya, putri adipati itu juga memiliki skill yang seperti teks corrupt.

    Kecurigaan mulai muncul di dalam diriku.

    Jika dugaanku benar, maka aku harus menemui gadis itu dengan cara apa pun.

    Peluang datang lebih cepat dari yang kuharapkan.

    Setelah Upacara Appraisal, sebuah resepsi kecil diadakan di lokasi yang terpisah.

    Raja membawa Sue dan aku ke tengah-tengah aula, di mana kami harus menyapa para bangsawan.

    Semua tamu yang hadir ditemani oleh anak-anak mereka, sebagian besar dari mereka seumuran denganku.

    Jadi pada dasarnya, tujuan dari acara ini adalah untuk memperkenalkan para bangsawan muda yang usianya berdekatan.

    Disinilah aku bertemu putri adipati tersebut.

    “Senang bertemu dengan anda. aku adalah putri tertua Adipati Anabald, Karnatia Seri Anabald. ”

    Dia adalah gadis yang sangat cantik, dengan rambut merah api dan ekspresi berkemauan keras yang mengesankan.

    Dari penampilannya saja sudah cukup untuk menarik perhatianku, tapi dari itu semua, skill Magic Perseption-ku mengatakan kalau ia memiliki jumlah energi sihir yang sangat luar biasa.
    TL Note : mungkin MP maksudnya.

    Itu sama dengan milikku dan Sue.

    Ngomong-ngomong, Adipati Anabald adalah salah satu bangsawan paling kuat di negeri ini.

    Keluarga mereka memegang posisi penting di negara ini selama beberapa generasi, dan mereka berasal dari silsilah yang mempunyai hubungan dengan garis keturunan pahlawan dan keluarga kerajaan.

    Orang-orang yang lahir dalam keluarga adipati semuanya menjalani pendidikan yang sangat keras dan menyeluruh, sejak awal mereka dibesarkan dengan pengetahuan untuk mendukung negara.

    Meski begitu, gadis di depanku memiliki jumlah sihir yang sangat tidak normal.

    Bahkan melebihi pria berambut merah di sebelahnya, yang kukira adalah ayahnya.

    “Apa kabar? aku Schlain Zagan Analeit. Yoroshiku. ”

    Dengan sedikit keyakinan, aku mengucapkan kata terakhir, yang artinya “senang bertemu denganmu,” dalam bahasa Jepang.

    Mata putri sang adipati melebar sesaat, lalu dengan cepat menyipit.

    Menilai dari reaksinya, aku yakin dengan apa yangku duga.

    “Ayah. Bolehkah aku berbicara dengan wanita muda ini sebentar? ”

    “Hmm?” Respons raja sedikit terkejut.

    Ini wajar, seharusnya, karena masih ada antrian panjang para bangsawan bersama anak-anak mereka berdiri di belakang sang adipati dan putrinya, yang merupakan barisan pertama.

    Tapi aku tidak bisa myerah begitu saja.

    “Haruskah aku tidak melakukannya?”

    “Eherm.” Raja menatapku, lalu sang adipati, menayakan ke garis di belakangnya sebelum berbicara. “Baiklah. Tapi jangan lama-lama. kamu harus segera kembali dalam beberapa saat. ”

    “Yes sir. Terima kasih banyak.”

    Aku menarik tangan putri adipati itu seperti anak kecil dan lari.

    Di belakangku, Sue terlihat sangat marah, tetapi aku tidak dapat mengkhawatirkan itu saat ini.

    Aku meninggalkan aula dan memasuki ruangan khusu yang berfungsi sebagai ruang tunggu.

    Para bangsawan sering meninggalkan pesta ke sini untuk membahas bisnis dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan pribadi, jadi selalu ada ruangan seperti ini.

    Tempat ini seharusnya kedap suara, dan seorang penjaga berada di luar pintu, jadi harusnya kami aman.

    “Wah. Kita harusnya baik-baik saja di sini. ” aku langsung berbicara dalam bahasa Jepang sekarang.

    “Aku tidak bisa percaya. Jadi pangeran juga seorang yang direinkarnasi … ”Putri adipati itu menjawab dalam bahasa yang sama. “Oh ya ampun … Sudah begitu lama sejak trahir aku mendengar orang lain berbicara bahasa Jepang. aku sedikit terharu, bahkan. ” Dia yang tampak berkemauan keras seperti biasanya, tapi sekarang nadanya agak ringan.

    “Jadi, jika kamu tidak keberatan aku mau bertanya, apakah kamu tahu nama SMA Heishin?” aku menanyakan nama sekolah SMA di mana tempatku bersekolah saat di bumi.

    “Ya tentu saja. Jadi kamu benar-benar bereinkarnasi ke dunia ini dari sekolah yang sama sepertiku … ”

    Tepat seperti dugaanku, gadis ini adalah mantan teman sekelasku, terseret ke dunia ini oleh celah misterius di dalam kelas yang sama sepertiku.

    “Nama asliku adalah Shunsuke Yamada. Bagaimana denganmu? ”

    “Pffft!”

    Ketika aku mengatakan namaku, gadis itu tertawa tak terkendali.

    “Ba-ha-ha-ha! Haha, ha-ha-ha! Kamu, kamu, kamu adalah Shun?! Shun, seorang pangeran?! Ah-ha-ha … Itu sama sekali tida sepertimu!! ”

    Dia tertawa terbahak-bahak sekarang.

    aku merasakan déjàvu yang aneh.

    Aku tidak kenal gadis di hadapanku, tetapi ucapan dan perilakunya seperti seseorang yang sangat kukenal.

    “K-kamu bukan … Kanata?!”

    “Yapp.”

    Sekarang giliranku untuk tertawa terbahak-bahak.

    Mantan teman gamerku, kakak aku Kanata, aku sekarang menjadi wanita muda yang aristokrat.

    Sepertinya dia dilahirkan kembali sebagai kebalikan dari kehidupan sebelumnya.

    “Heii, jangan cuma tertawa. Apakah kamu tahu betapa depresinya aku ketika aku sadar terlah dilahiirkan kembali seperti ini? ”

    “Maaf maaf. Kamu juga tertawa, kan? Sekarang kita impas. ”

    “Kukira. Sialan, meskipun, aku sangat senang kita bisa bertemu seperti ini. aku sudah cukup kesepian selama ini. ”

    “Ya. aku juga. Aku senang menemukanmu. ”

    Kanata dan aku saling pukul lengan.

    Disaat yang sama, air mata tiba-tiba mulai mengalir dari mata Kanata.

    “Whoa, wha …? Ahh, ya ampun, maaf. Aku bersumpah aku tidak … hic … akan menangis … hic … ”

    Kanata menangis lebih keras.

    Sebelum aku menyadarinya, aku juga menangis.

    Aku ingat bagaimana rasanya ketika pertama kali menyadari bahwa aku telah bereinkarnasi.

    Aku benar-benar tidak bisa mengatakan bahwa aku tidak merindukan kehidupan lamaku. Jika ada, aku penuh dengan penyesalan.

    Aku masih berada di puncak masa mudaku, dan aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bergaul dengan teman-temanku. Aku bahkan belum pernah punya pacar.

    Selain itu, aku merasa tidak enak karena meninggal sebelum kedua orang tuaku, bahkan juga kakek-nenekku.

    Ketika aku menyadari bahwa aku tidak akan pernah bisa melihat keluargaku lagi, hati aku tenggelam sangat dalam dari apa yang pernah kau bayangkan.

    Aku juga penasaran tentang bagaimana keadaan sekolah setelah aku mati.

    Aku ingat celah di udara dan momen ketika itu terbelah. Jika aku mati karena itu, apa yang terjadi pada yang lain? Kyouya, Kanata, Hasebe yang duduk di sebelahku … Apakah mereka semua mati bersamaku?

    Pikiran itu membuatku takut.

    Pagi itu cukup normal biasa-biasa saja, sekarang aku tidak akan pernah bisa melihat mereka lagi.

    Aku telah berjuang melawan ketakutanku sejak pertama kali bereinkarnasi. Tanpa tahu apa yang sedang terjadi, aku tiba-tiba terbangun sebagai bayi, jelas itu membuatku gelisah. Selain itu, negara tempat aku di lahikan kembali bukanlah Jepang. Faktanya, ini bahkan bukanlah bumi. Ini adalah dunia yang benar-benar berbeda.

    Awalnya, aku tidak menyadari.

    Aku tidak bisa mengerti bahasa yang mereka gunakan, dan aku jarang meninggalkan kamar. Jadi ada banyak hal yang tidak kuketahui. Pada awalnya aku pikir aku ada di suatu tempat di Eropa.

    Tapi saat pertama kali aku melihat sihir, aku menyadari bahwa ini bukanlah di eropa. Ini terjadi ketika seorang priest sedang memberikanku berkah. Aku diselimuti oleh cahaya yang berkilauan, dan aku merasakan kekuatan mengalir ke sekitar tubuhku. Saat itulah aku merasakan keberadaan sihir untuk pertama kalinya.

    Awalnya, ini menyenangkan bagiku.

    Tapi kemudian aku menjadi cemas.

    Bisakah aku hidup di dunia dengan sihir? aku yang hanya orang biasa dalam kehidupanku sebelumnya.

    Saat di Jepang, aku tidak pernah benar-benar mengalami kesulitan. Tetapi di dunia ini, di mana aku lahirkan di keluarga elite, menjadi biasa-biasa saja bukanlah sebuah pilihan.

    Bisakah aku hidup memenuhi harapan itu? aku merasa khawatir.

    Dan karena aku masih bayi, aku tidak bisa membuat tubuhku bergerak seperti yang kuinginkan, itu sangat menakutkan. Tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain membuatku tambah stres.

    Bagaimana jika orang-orang yang membesarkan aku tiba-tiba berhenti?

    Aku tidak akan bisa melakukan apapun kecuali melemah dan mati.

    Selain itu, orang-orang yang merawatku adalah pelayan, bukanlah keluarga sebenarnya seperti orang tuaku.

    Karena mereka tidak punya hubungan darah denganku, tidak ada jaminan bahwa mereka akan terus merawat aku.

    Ditambah, karena aku masih mengingat kehidupan sebelumnya, orang tuaku di dunia ini seperti orang asing.

    Jadi bukankah itu mungkin bahwa orang tuaku hanya memiliki sedikit keterikatan kepadaku dan berpotensi membuangku kapan saja?

    Pikiranku begitu lelah sehingga aku sampai mengalami delusi liar.

    Sementara itu, aku mati-matian mencoba mempelajari bahasa yang mereka pakai.

    Tidak tahu kalimat apapun membuatku ketakutan lebih daripada apa yang pernah kubayangkan.

    Aku benar-benar tidak mengerti apa yang mereka katan. Siapa yang tahu itu akan membuatku putus asa?

    Itu membuatku merasa benar-benar sendirian.

    Aku khawatir tentang dilahirkan kembali ke dunia lain. Cemas tidak mengerti bahasa mereka. Merasa kesusahan apakah aku akan berhasil di masa depan.

    Yang menenangkan pikiranku adalah lahienya adik perempuanku, dia bisa tertidur nyenyak di sebelahku.

    Adik perempuan tiriku ini tak peduli tentang apa pun.

    Dia benar-benar riang, seolah-olah tidak ada yang perlu dikhawatirkan di dunia ini.

    Yah, kurasa itu wajar untuk bayi.

    Makhluk kecil lemah yang membiarkan nasibnya di tangan orang lain dan bergantung untuk segalanya …

    Seperti itulah seharusnya bayi itu.

    Satu-satunya alasan kenapa aku begitu khawatir adalah karena aku memiliki ingatan di kehidupanku sebelumnya.

    Lalu aku menyadari sesuatu …

    Karena aku memiliki ingatanku, setidaknya secara mental aku harus melebihi saudaraku.

    Mengapa aku harus penuh kecemasan ketika dia di sampingku, bahagia?

    Aku adalah kakak laki-lakinya. Aku seharusnya tidak bersikap begitu menyedihkan di depannya. Kakak laki-laki seharusnya sesuatu yang keren.

    Mungkin itu hanya pretensi.
    TL Note : 1 keinginan yang kurang berdasar; 2 perbuatan berpura-pura; 3 alasan yang dibuat-buat;

    Setelah itu, aku berhenti merasa khawatir. aku belum sepenuhnya melupakan kekhawatiranku, setidaknya aku ingin melindungi adik perempuanku yang tidak berdaya.

    Secara bertahap belajar lebih banyak kosakata, perlahan tapi pasti aku mulai mengerti informasi tentang dunia ini dari sedikit percakapan yang kudengar.

    Ingin bergerak seperti biasa lagi secepat mungkin, aku menggerakan tubuh bayiku sebisa mungkin.

    Berkat itu, aku belajar merangkak jauh lebih cepat dari biasanya.

    Dengan cara ini, keinginanku untuk menjaga adik perempuanku memotivasiku.

    Aku ingin jadi kakak yang bisa dia banggakan.

    Namun, aku tidak memperhitungkan kemungkinan bahwa dia akan menjadi anak dengan bakat luar biasa yang akan meniruku dan menjadi hampir sama kuatnya.

    Kanata juga pasti merasakan kecemasan seperti yang kualami.

    Maksudku, pasti mengejutkan saat hidupmu sebagai seorang pria dan kemudian tiba-tiba terlahir kembali sebagai seorang gadis.

    Tak bisa kubayangkan menanggung tekanan kewanitaan yang baru dia alami di atas semua ketakutan yang kuhadapi.

    Itu pasti lebih sulit dari yang aku bayangkan.

    Dan kemudian aku bertemu kembali dengannya, yang kupikir sebelumnya tidak akan pernah bertemu lagi.

    Aku tidak bisa menahan rasa haruku.

    Tanpa berpikir, aku bergerak untuk merangkul Kanata yang sedang menangis.

    Di saat yang sama, suara  gemuruh datang dari balik pintu ruangan khusus ini.

    “Apa itu tadi?!”

    Kanata tampak bingung.

    Akupun juga panik sesaat, begitu aku menyadari siapa yang berdiri di pintu.

    Tidak, sebenarnya, aku hanya panik dengan cara yang berbeda.

    Gemuruh kedua menyusul dari balik pintu.

    Berdiri di depan pintu masuk dengan tinju membara yang siap melesat adalah Sue, yang telah meningkatkan kekuatan fisiknya dengan sihir.

    Sue memandangi kami berdua, lalu terfokus ke Kanata.

    “Sue, berhenti!”

    Jika aku tidak buru-buru menhalangi dengan diriku di antara mereka, kepalan tinju Sue mungkin akan mengenai Kanata.

    “Kau tak boleh memiliki kakakku!” Sue bergumam, sambil segera menempel padaku.

    “Adikmu menakutkan, Bung,” gumam Kanata dalam bahasa Jepang.

    Itu adalah hari ketika aku bertemu kembali dengan teman sekelas pertamaku.

     

    Chapter 2 | Chapter List | Chapter 3

     

    0 komentar:

    Posting Komentar