Kamis, 25 Februari 2021

Volume 1 Chapter 3

Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (3) TELUR

    Telur.

    Merupakan bahan penting saat memasak, dari yang sederhana seperti telur rebus dan telur goreng hingga ke yang lebih rumit seperti telur dadar gulung dan puding.

    Mereka sudah enak dimakan sendiri, tapi dengan dikombinasikan dengan bahan-bahan lain, mereka membuka peluang kuliner yang tak terbatas.

    Ya, telur adalah raja dari semua makanan, tidak heran setiap kulkas memiliki ruang yang dirancang khusus untuk menyimpannya.

    Hampir setiap hari, Aku biasa memakannya dalam cup ramen.

    Zzzz. Yaaawn … Ahhh, lalu tidur nyenyak. Hampir kebanyakan, cukup untuk membuatku menjadi malas.

    Bisa tidur dengan aman adalah hal yang luar biasa. Kehidupan malas itu adalah yang terbaik. Bersyukur untuk rumah kecilku.

    Karena aku makan saudaraku dan kodok sebelumnya, aku merasa tidak terlalu lapar.

    Apakah laba-laba mencerna makanan lebih lama dari manusia?

    Ketika aku terbangun dengan bermacam-macam pikiran kosong di kepalaku, aku merasakan ada salah satu benangku yang bergetar.

    Aku benar-benar tidak terlalu lapar, tapi mungkin bukan ide buruk untuk makan kapan pun selagi aku bisa.

    Lagi pula, jika aku melewatkan kesempatan ini, siapa yang akan tahu kapan aku akan mendapatkan kesempatan berikutnya.

    Jadi, apa yang kudapatkan sekarang?

    Hahh?!

    Manusia-manusia ?!

    Seorang pria yang membawa benda bulat sedang berjuang mati-matian di jaringku.

    Dia mengenakan pakaian seperti yang kamu harapkan pada seorang petualang di dunia fantasy.

    Mungkin pekerjaan itu benar-benar ada di sini.

    Ap-apa yang harus kulakukan?

    Tunggu, orang itu berdarah. Apakah dia baik-baik saja?

    Ahh, dia melihatku. Dia terlihat panik.

    Serius, apa yang harus kulakukan di sini?

    Ahh, dia mengambil sesuatu.

    Apaa— ?! Itu terbakar ?!

    Pria itu melempar sesuatu ke tanah, dan itu mulai menyemburkan api yang gila.

    Pria itu diselimuti api.

    Apa maksud dari yang dia lakukan ?!

    Api menyebar ke anyaman benang dan membakar seluruh jaringku. Apakah dia membakar diri untuk menyingkirkan benangku atau apa?

    Sepertinya begitu. Sekarang dia berguling-guling di tanah, memadamkan api di tubuhnya.

    Tapi sekarang dia dipenuhi luka bakar.

    Dari awal dia sudah memang terluka dan berlumuran darah, sekarang dia juga hangus. Tidak perlu seorang ahli untuk melihat bahwa dia tidak akan berhasil.

    Meski begitu, pria itu tetap memiliki kekuatan terakhirnya untuk segera lari.

    Cukup mengesankan dia bisa berlari dalam kondisi mengenaskan seperti itu.

    Sekarang hanya aku dan benda bundar yang dibawanya.

    Apa ini?

    <Egg>

    Aku menggunakan skill Appraisal dan hasilnya itu sebuah telur.

    Ukurannya hampir sama denganku, mungkin sekitar tiga kaki.

    Yahh, ini pasti telur monster. Orang seperti apa yang meninggalkan benda seperti ini?

    Dilihat dari kondisi orang tadi, mungkin induk telur ini menyerangnya?

    Benda ini tidak akan tiba-tiba menetas, kan?

    Atau lebih buruk lagi, orang tuanya tidak akan datang mencarinya, bukan?

    Astaga, kuharap tidak. Itu menakutkan.

    Untuk saat ini, aku harus mulai membangun kembali sarangku, karena pria petualang tadi membakarnya.

    Aku bisa mengurus sisanya nanti.

    Sehari telah berlalu.

    Rumahku cukup damai.

    Sepertinya, induk dari telur initidak akan muncul.

    Mungkin petualang yang mencuri telur ini berhasil membunuh induknya, atau mungkin mereka sudah tidak peduli untuk mengejarnya.

    Aku tidak tahu apa yang terjadi pada pencuri telur setelahnya, tapi dari luka-luka itu, aku ragu dia bisa selamat.

    Yang berarti tidak apa-apa kalau aku memakan telur ini, kan?

    Manusia itu mempertaruhkan nyawanya untuk membawa telur ini. Itu pasti sesuatu yang sangat langka.

    Mungkin sangat lezat juga.

    Sejak kelahiranku, semua yang kumakan adalah sesuatu yang menjijikan seperti saudara dan kodok, sehingga meskipun itu telur mentah tetaplah makanan yang jauh lebih layak.

    Aku tidak punya alasan untuk tidak memakannya.

    Tunggu apa lagi, sudah diputuskan.

    Pertama, aku harus memecahkan cangkangnya.

    Aku mengetuknya dengan kaki depan aku. Tidak pecah.

    Aku memukulnya dengan lebih banyak kekuatan. Tidak juga pecah.

    Mulai putus asa, aku memukul dengan sekeras yang kubisa. Tetap tidak bisa pecah.

    Hahh … hhah …

    Kenapa telur ini begitu keras ?!

    Kalau terus begini, aku tak bisa memakannya meskipun aku sangat menginginkannya.

    Tidak akan menyerah begitu saja … Hrmph. Jika kau pikir aku hanya lah laba-laba biasa, kau membuat kesalahan besar!

    Berlututlah di hadapan pengetahuan kebijaksanaan agung seorang mantan manusia!

    Aku melekatkan ujung benangku ke telur. Lalu aku pasang benang ke langit-langit dan loop menjatuhkan kembali ke tanah.

    Aku menarik benangku, mengangkat telur hampir ke langit-langit. Itu cukup berat.

    Lalu, aku melepaskannya, dan gravitasi menarik makananku ke tanah.

    Prakkk! …Atau tidak?!

    Meski kujatuhkan dari ketinggian langit-langit, telur ini sama sekali tidak tergores. Gila apa-apan dengan cangkang keras ini?

    Huhh bisa di pastikan, aku harus mengambil tindakan yang lebih ekstrim.

    Baiklah. Selanjutnya, akan kujatuhkannya di atas batu yang ujungnya tajam.

    Sekali lagi, kutarik telur ini setinggi mungkin.

    Lalu kutempatkan pas di atas batu yang ujungnya sangat tajam dan menjatuhkannya.

    Seharusnya itu sudah cukup untuk memecahkannya … Atau tidak ?!

    Faktanya, telur itu malah membelah batunya. Aagh?

    Oke, baiklah, aku tidak akan bisa memecahkannya.

    Tapi, bagaimana kalau mengikat sekelilingnya dengan banyak benang elastis?

    Aku jadi ingat sebuah eksperimen di mana orang melilitkan ratusan karet gelang di semangka sampai semangka itu terbelah.

    Mungkin itu akan memecahkan telur juga?

    Patut dicoba.

    Aku mulai membuat benang elastis dan melilitkannya di sekeliling telur, berulang-ulang.

    Melakukan hal yang berulang seperti ini membuatku merasa mengantuk, jadi kumemutuskan untuk menggunakan waktu ini untuk mempertimbangkan sesuatu yang telah menggangguku.

    Yakni, skill.

    Tentu saja, ada banyak pertanyaan tentang seperti apa skill itu sebenarnya, tapi itu tidak akan menghasilkan jawaban, jadi aku tidak akan repot-repot.

    Terlebih penting, aku ingin memikirkan tentang kemampuan yang kumiliki saat ini dan yang mungkin bisa kudapatkan di masa depan.

    Dari apa yang bisa kusimpulkan, aku telah memperoleh lima sejauh ini: [Appraisal LV 1], [Acid Resistance LV 2], [Poison Resistance LV 1], [Taboo LV 1], dan [Heretic Magic LV 1].

    Aku juga mendapatkan Appraisal dengan menghabiskan skill poin. Poin-poin itu juga adalah misteri lain.

    Namun saat ini, kuputuskan untuk mengabaikannya dulu.

    Jujur saja, karena aku saat ini memiliki 0 skill poin dan tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya, tidak akan ada gunanya mengkhawatirkan tentang itu saat ini.

    Ngomong-ngomong, tidak seperti Appraisal, aku mendapatkan Taboo dan Heretic Magis dengan mendapatkan title.

    Setelah itu, aku telah mencoba banyak hal, tapi berakhir dengan tadak mendapatkan title baru.

    Tanpa mengetahui title apa saja yang ada dan juga bagaimana cara untuk mendapatkannya, mungkin akan sulit untuk mendapatkannya dengan sengaja.

    Untuk saat ini, aku hanya akan menganggap aku beruntung bisa mendapatkannya.

    Aku masih terus melilitkan benang elastis. aku sudah membuatnya cukup tebal saat ini, tapi tidak ada perubahan sama sekali yang terlihat pada telurnya.

    Meskipun aku bisa mendapatkan skill melalui title atau skill poin, tapi caraku menemukan Acid Resistance benar-benar berbeda.

    Kupikir aku mendapatkannya karena aku terkena serangan asam dan mengalami kerusakan olehnya.

    Selama aku bisa menahan rasa sakit dari proses ini, aku yakin bisa mendapatkan lebih banyak ketahanan lainnya.

    Misalnya, jika aku menerima serangan api, apakah aku juga akan mendapatkan Fire Resistance?

    Semakin banyak resistensi yang kumiliki, maka akan semakin bagus.

    Jadi mulai sekarang, haruskah aku selalu sengaja menerima serangan pertama musuh selama itu tidak membunuhku?

    Hmm … Nah. aku tidak ingin terluka, dan tidak ada jaminan kalau aku bahkan akan mendapatkan skill ketahanan.

    Tidak perlu menempatkan diri dalam bahaya. Ya, itu bukan hanya karena aku tidak ingin berurusan dengan rasa sakit untuk waktu yang lama.

    Ketika serangan katak mengenaiku, aku tidak hanya mendapatkan skill Acid Resistance, skill Poison Resistance-ku juga naik.

    Jika apa yang  dikatakan Divine Voice (nama sementara) benar, itu berarti aku memang sudah memiliki skill Poison Resistance sejak awal.

    Yah, aku ini laba-laba, jelas aku menggunakan racun, bukanlah hal yang mengejutkan bahwa aku akan sedikit lebih kebal terhadap racun.

    Meski begitu, sistem macam apa yang tidak memberi tahumu skill apa saja yang kamu miliki sejak awal?

    Jika Divine Voice tidak menyebutkannya, aku tidak akan menyadari bahwa aku memiliki skill Poison Resistance.

    Tunggu dulu, bukankah itu berarti aku juga memiliki skill lain yang belum kuketahui?

    Itu mungkin masuk akal, yaa? Jadi skill seperti apa yang kumiliki? Serangan racun?

    Kuharap bisa memeriksanya, tapi aku tidak mempunyai cara untuk melakukan itu.

    Mungkin jika level skill Appraisal-ku naik, aku akan bisa melihatnya?

    Appraisal … level? skill?

    Heihei, tunggu dulu, mungkin aku bisa menaikkan level skill itu, kalau begitu?

    Skill pada dasarnya hanya berarti seberapa terbiasanya kamu dengannya, bukan?

    Jadi jika level skill Appraisal naik berdasarkan kemahiran seperti skill tipe-Resistance, bukankah itu akan meningkat jika aku terus menggunakannya?

    Karena aku mendapatkannya dengan menggunakan skill poin, aku berasumsi bahwa aku dapat meningkatkan level-nya hanya dengan membayar lebih banyak skill poin, tapi mungkin saja tidak.

    Aku masih melilitkan benangku di skeliling telur, aku mulai Menilai segala sesuatu yang terlihat hadapanku.

    Banyak informasi yang tidak berguna, seperti <Wall> dan <Floor>, mengalir ke dalam otakku.

    Ounch, itu sedikit tidak menyenangkan. Seperti mabuk karena terlalu banyak data.

    <Kemahiran telah mencapai level yang butuhkan. Skill [Appraisal LV 1] menjadi [Appraisal LV 2].>

    Ternyata benar! Woooo! Itu hanya naik satu tingkat, tapi aku merasa seperti aku telah mengambil langkah besar ke depan! Dengan sedikit antisipasi, aku mencoba meng-Appraisal diriku sendiri.

    <Small lesser taratect Nameless>

    Ooh-hoho! Sekarang ada sesuatu yang terlihat seperti nama spesies juga!

    Aku masih belum mendapatkan banyak informasi, tapi dibandingkan dengan level 1, ketika itu hanya menampilkan <Spider>, tetap saja masih merupakan suatu peningkatan.

    Namun, pada saat yang sama, mengapa “small” dan “lesser”? Itu membuat terdengar rendahan …

    Sekarang kegembiraanku tentang meningkatknya level skill Appriasal sedikit hilang. aku tidak berharap banyak saat memulainya, tapi tak terlintas dalam benakku bahwa aku mungkin menjadi sesuatu yang rendahan… Tapi itu kurang lebih seperti di kehidupanku sebelumnya, jadi kukira itu bukan masalah besar.

    Lebih penting lagi, aku harus tetap terus meggunakan skill Appriasal dan meningkatkan levelnya!

    Sambil melilitkan benang elastis ke sekeliling telur, aku melakukan grinding level pada skill Appraisal.

    … Tapi itu tidak kunjung naik.

    Aku terus meng-Appriasal tembok berulang-ulang, tapi tingkat skill-ku tidak naik sama sekali.

    Ngomong-ngomong, hasil dari Appriasal adalah <Dungeon Wall>. Itu tidak terlalu membantu.

    Bukanlah masalah besar, tapi mengapa level-ku tidak kunjung naik?

    Hmm..

    Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa level-nya hanya akan meningkat saat pertama kali kamu meng-Appriasal sesuatu yang baru. Kalau tidak, level-nya akan jadi terlalu mudah untuk naik, Hhuh?

    Hanya untuk memastikan, aku meng-Appriasal setiap sudut dan celah rumahku. Tapi level skill-nya tidak juga naik.

    Sepertinya aku belum memiliki exp yang cukup.
    TL Note : singkatan dari "experience"  atau dalam bahasa indonesianya "pengalaman" buat yang suka main game pasti sudah tidak asing lagi.

    Yang berarti bahwa jika aku ingin menaikan level Appraisal-ku, aku harus meninggalkan rumahku dan menggunakannya ke berbagai hal yang kutemui. Jika di ingat-ingat, aku telah meng-Appriasal sejumlah besar monster ketika skill ini masih level 1.

    Mungkin itulah yang membuatnya mencapai level 2.

    Meninggalkan rumah, … Ughh. Sekarang aku punya rumah yang aman dan nyaman ini, mengapa aku repot-repot harus pergi keluar meninggalkan rumah?

    Jika aku ingin hidup damai, cara terbaik adalah tetap berdiam dirumah.

    Jika aku ingin meningkatkan level skill-ku, aku harus pergi ke luar.

    Ada pro dan kontra untuk kedua pilihan ini, tetapi pergi ke luar sangatlah berbahaya yang merupakan kerugian yang cukup besar.

    Ditambah, meskipun ini mungkin tidak terjadi, bukan tidak mungkin orang tua dari telur ini berkeliaran di luar sana.

    Baik. Itu sudah cukup.

    Aku akan tetap tinggal di sini.

    Selagi aku terus melilitkan benangku ke telur di rumah, salah satu benang jaringku mulai bergetar lagi. Ini adalah kejadian spesial: tangkapan keduaku. Waktu yang tepat! aku sudah mulai sedikit lapar.

    Aku melompat kegirangan ketika aku menuju mangsaku.

    … Ini memang tidak nyata untuk laba-laba merasa senang, bahkan untukku.

    Terakhir kali, aku lengah dan terkena serangan mendadak ke wajah, Kali ini aku akan lebih hati-hati.

    Sekarang, mangsa seperti apa yang kutangkap kali ini …?

    <Elroe frog>

    Itu adalah katak lainnya. kau lagi! Sialan?!  di dungeon ini ada banyak sekali jenis monster! Apa mungkin menangkap monster yang sama dua kali berturut-turut ?!

    Ha ha…

    Whoops, aku agak terbawa suasana. Sungguh, meskipun …

    Splaat! Tidaaaaaak!

    Sementara aku disibukkan dengan aksi komedi yang satu ini di kepalaku, katak ini bertujuan menyerang dengan meludah tepat ke arahku. Tidak pernah di kedua kehidupanku sebelumnya aku begitu terkejut! Aku benar-benar idiot!

    Ahh … baiklah..

    Rasa sakit membuatku tersadar. Kali ini, resistensiku tidak meningkat. Mungkin exp-nya belum cukup. Yah, terserahlah.

    Aku membungkus katak ini dengan benangku agar tidak bisa melawan. Lalu aku menggigitnya dari atas. Chomp!

    Katak ini tidak mati setelah satu gigitan, jadi yang ini mungkin memiliki resistensi terhadap racun.

    Tetap saja, aku melumpuhkannya sekali gigitan, itu harusnya melemahkannya secara signifikan.

    Aku dengan cepat-cepat membawa buntalan katak ini ke rumahku, lalu kembali dan segera memperbaiki jaring yang rusak.

    Terakhir kali, aku membiarkan jaringku yang rusak terbengkalai dan memakan mangsaku di tempat. Tapi berpikir setelah itu, aku menyadari bahwa aku membiarkan diriku tanpa pertahanan sama sekali.

    Jika monster lain atau bahkan manusia datang pada saat itu, aku pasti akan diserang tanpa jaringku untuk pertahanan.

    Kali ini, aku akan membatasi pergerakan katak itu terlebih dahulu, memperbaiki jaringku, lalu menghabisinya dan memakannya.

    Ketika aku kembali ke tempat katak itu, aku melihatnya menggeliat-geliat dalam upaya melepaskan diri, meskipun keadaannya sepenuhnya terbungkus.

    Hmm..

    Sepertinya satu gigitan tidak memiliki banyak efek.

    Chomp! aku menggigitnya lagi.

    Saat pertama kali, aku mengalahkan katak adalah dengan menggigitnya berulang kali, tetapi itu mungkin tidak perlu. Yang perlu kulakukan adalah nancapkan gigiku padanyta dan terus menyuntikkan racun melalui taring aku.

    <Keahlian telah mencapai experience yang dibutuhkan. Skill [Poison Fang LV 1] telah menjadi [Poison Fang LV 2].>

    Oh! Aku benar-benar meningkatkan level skill! Ini adalah pertama kalinya aku mendengar skill ini.

    Diwaktu yang sama saat level skill-ku meningkat, katak yang masih berjuang mengalami kejang-kejang dan berhenti bergerak. Ini sangat mendadak membuatkuku sedikit terkejut.

    Oh, mungkin berarti meningkatkan level skill-ku juga meningkatkan kemampuan racunku. Bagus!!

    <Experience telah mencapai level yang butuhkan. Individu small lesser taratect meningkat dari LV 1 ke LV 2.>

    Hmm? Hmmm? Ah, tubuhku terasa aneh !! Hah?! Apa yang sedang terjadi?! Kulitku terkelupas ?!

    Apakah aku ganti kulit?

    <Semua atribut dasar telah meningkat.>

    <Bonus level keahlian skill yang didapat.>

    <Keahlian telah mencapai level yang dibutuhkan. Skill [Poison Resistance LV 2] telah menjadi [Poison Resistance LV 3].>

    <Keahlian telah mencapai level yang dibutuhkan. Skill [Spider Thread LV 2] telah menjadi [Spider Thread LV 3].>

    <Skill poin diperoleh.>

    Ap-Apa? Tu-tunggu sebentar!!

    Apakah aku baru saja mendapatkan sejumlah informasi sekaligus ?!

    Katakan lagi! Sekali lagi, tolong!!

    Divine Voice (sementara) Tetap diam, mengabaikan keinginanku.

    Oh man. Ayolah …?

    Tidak tidak..

    Aku harus tenang dan mengingatnya. Apakah barusan aku naik level? Itu benar, kan?

    Arrgghh, aku sangat terkejut dengan pergantian kulit yang tiba-tiba sehingga aku melewatkan semuanya!

    Tidak, tunggu, tak mungkin aku berganti kulit begitu saja tanpa alasan, kan?

    Kemungkinan besar tubuhku diperbarui karena aku naik level?

    Bagaimanapun juga, kulit lama masih menempel padaku, jadi aku melepaskannya. Woww, beberapa area, di bagian punggungku, cukup berantakan. itu tempat dimana asam katak mengenaiku. sebelumnya aku tak bisa melihatnya sampai sekarang, tapi sepertinya itu luka yang fatal.

    Hmmm?

    Ngomong-ngomong, sebagian dari penglihatanku yang hilang juga sudah kembali normal!

    Oohh! Jadi jika naik level, itu pemulihan fisikku sepenuhnya dan semuanya? Bagus sekali!

    Baiklah.

    Setelah aku naik level. Tubuhku juga terasa lebih ringan dan segar.

    Itu mungkin terjadi karena aku mengalahkan katak itu dan mendapatkan EXP, bukan? aku memutuskan untuk mulai memakan katak sambil memikirkan apa yang terjadi.

    Sekarang, kita lihat apakah aku dapat mengingatnya satu per satu.

    Aku pikir yang terjadi pertama dikatakan adalah aku naik level. Pergantian kulit dimulai tepat setelahnyta, dan ketika aku panik, kupikir Divine Voice (sementara) Menyampaikan beberapa hal lain.

    Biarkan kulihat … skill? benar — bukankah ada sesuatu tentang level skill yang naik?

    Dan itu lebih dari satu, bukan? Apakah dua skill naik level pada saat yang sama? Mengapa?

    Benar, sepertinya ada sesuatu yang lain sebelum tentang skill.

    Uh … “Bonus keahlian dari naik level,” mungkin? Itu dia! Tadi itu yang disebutkan!

    Dengan kata lain, ketika aku naik level, bonus poin ditambahkan ke skill-ku!

    Jadi itulah kenapa beberapa skill naik level sekaligus.

    Skill yang naik adalah Poison Resistance dan … Spider Thread, kan?

    Huhh, penanganan benang juga termasuk skill. aku tidak ingat level berapa itu.

    Tetapi jika aku terus membuat benang laba-laba, skill-nya seharusnya meningkat cukup mudah, bukan?

    Nah, ini baru informasi yang berguna.

    Di akhir, bukankah ada sesuatu tentang skill point?

    Kukira kau akan mendapatkan lebih banyak skill point dengan cara naik level.

    Dapat di simpulkan, ketika aku naik level, Hp-ku akan sepenuhnya pulih. dan juga statusku juga akan meningkat. Plus, aku dapat skill point.

    Aku mungkin bisa menguji seberapa banyak yang bisa kudapat nanti.

    Dan bagian terpenting adalah aku mendat bonus level skill.

    Aku tidak tahu persis berapa banyak kudapat, tapi karena itu meningkatkan dua skill sekaligus, aku yakin itu lumayan banyak.

    Jadi dengan menaikan level mungkin juga merupakan cara untuk menaikan level skill secara efektif.

    Level, ya …

    Karena skill dan title itu nyata, aku sempat berpikir level juga ada, tapi tetap saja.

    Aku sudah berusaha untuk tidak terlalu banyak memikirkannya, tapi dunia ini persis seperti di game.

    Aku takut jika aku melihatnya dari sudut pandang itu, aku mungkin akan bertindak seolah-olah aku hanya bermain game, tapi sudah terlambat untuk itu. aku harus mengakuinya, aku mulai merasa sedikit bersemangat.

    Aku tidak bisa menahan jiwa seorang gamer dalam diriku, oke?

    Untuk saat ini, tujuanku hanyalah untuk memecahkan telur itu. Tampaknya mustahil. Kulit telur ini terlalu keras.

    Melilitkan benang elastisku tidak berpengaruh apa-apa, tampaknya.

    Tapi jika aku terus meningkatkan level dan juga statusku, cepat atau lambat pada akhirnya aku harus bisa memecahkannya.

    Heh-heh-heh. Tunggu saja, telur!!

    Aku akan menghancurkanmu dan memakanmu!!

    Monster Encyclopedia Elroe Frog LN Kumo Desu ga Nani ka Indonesia Vol 1 Chap 1

  •  Chapter S2 | Chapter List | Chapter 4

     

    0 komentar:

    Posting Komentar