Jumat, 12 Maret 2021

The Hero and the King

Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (SELINGAN) PAHLAWAN DAN RAJA

  • “Ini oleh-oleh untukmu. Minuman alkohol lokal dari wilayah Boudier.”

    “Oh, bagus sekali. Aku belum pernah mencicipinya. Aku penasaran dengan rasanya.”

    Ruangannya sangat bersih, tapi penuh dengan dokumen dan kertas.

    Di situlah aku memberi ayahku minuman beralkohol yang kubelikan sebagai hadiah.

    Ayahku adalah orang yang peminum. Sehingga menjadi rahasia umum kalau dia suka minum diam-diam saat sedang bekerja sendirian.

    Jadi, setiap kali aku pulang ke kerajaan, aku selalu membawa minuman alkohol langka sebagai suvenir.

    Sebagai raja, ayahku tidak bisa sesuka hati begitu saja meninggalkan wilayahnya, jadi dia sangat menghargai hal seperti ini.

    Sampai sekarang, hal ini sudah menjadi kebiasaan kami untuk minum bersama setiap kali aku membawakannya.

    “Bukankah seharusnya ayah sedang bekerja?”

    “Oh, ini tidak masalah. Bahkan jika iya, aku hanya tinggal mengurangi waktu istirahatku untuk menebusnya. Menghabiskan waktu bersama putraku ketika dia pulang jauh lebih penting daripada terus-terusan bekerja.”

    Satu-satunya respon yang bisa kutunjukan hanyalah senyum masam.

    Lagipula, pekerjaan seorang raja itu benar-benar berat sekali.

    “Selain itu, Cylis sudah cukup bagus dalam pekerjaannya. Bahkan jika sesuatu terjadi padaku, kerajaan akan berada di tangan yang tepat. ”

    “Ayah, aku mengakui kalau kakak pertama adalah orang yang sangat berbakat, tapi kerajaan masih membutuhkanmu. Tolong jangan katakan sesuatu yang buruk seperti itu.”

    “Maaf, maaf,” aku menghela nafas. Ayahku dengan enteng meminta maaf padaku.

    Ayah mengambil dua gelas dari rak yang tersembunyi dan menuangkan minuman ke masing-masing gelas.

    “Hmm. Aroma yang unik.”

    “Sepakat. Bahkan, aku membelinya karena menyukai aromanya. aku yakin rasanya juga sama enaknya.”

    Aroma lembut memenuhi ruangan itu.

    Kamipun bersulang, ayah dan aku dengan santai menikmati alkohol dari gelas kami masing-masing.

    “Mm-hmm. rasa yang menyenangkan. Rasanya, aku ingin minum ini sepanjang hari.”

    “Aku diberi tahu minuman ini juga populer di kalangan wanita di sana. Mereka mengatakan ini akan menjadi lebih nikmat jika ayah meminumnya dengan buah. Itulah sebabnya aku juga membawa ini.”

    Aku menyajikan buah-buahan yang kubawa. Ayahku mgambil satu dan menggigit, lalu meneguk minumannya.

    “Ini sangat enak. Biasanya aku lebih suka minuman dengan alkohol yang kuat, tapi yang seperti ini juga bagus di saat tertentu.”

    “Aku setuju.”

    Dia tampaknya sangat menikmatinya, syukurlah sangat melegakanku.

    Aku agak khawatir sebelumnya apakah ayahku akan menyukai minuman ini, karena dia biasanya lebih suka minuman dengan alkohol yang kuat.

    Tapi sekarang aku tidak perlu khawatir.

    Kami berdua terus minum dengan santai untuk sejenak.

    Kemudian, aku ingat kejadian kemarin sore, dan aku tersenyum kecil.

    “Ada apa?”

    “Oh, aku hanya tidak sengaja mengingat Sue dan Shun kemarin. Tiba-tiba aku mulai mengingatnya lagi.”

    Kedua adikku menunjukkan begitu banyak hal yang mengesankan bahkan membuat seorang pahlawan sepertiku terkejut.

    Ketika diriku berlatih tanding dengan Shun, sangat sulit untuk berpura-pura tidak terganggu dengan serangannya.

    Seharusnya aku tidak pamer dengan melawannya hanya dengan satu tangan.

    Suatu saat di mana kami berlatih tanding lagi, aku harus bertarung dengan normal mengguanakan dua tangan.

    “Ohh jadi seperti itu. Bagaimana menurutmu tentang mereka, Julius? ”

    “Menurutku mereka benar-benar sangat berbakat. Terutama Shun. Jika dia dilahirkan sedikit lebih awal, mungkin Shun yang menerima title Pahlawan daripada aku. ”

    Ini adalah pendapat yang jujur.

    Sebenarnya, dalam hal bakat, Kurasa Shun dan Sue jauh melebihiku.

    Sungguh, satu-satunya alasan aku bisa mengalahkan mereka hanyalah karena aku memiliki stat yang di perkuat dari title Pahlawan.

    Aku mungkin akan kalah berhadapan dengan mereka tanpa title itu, mereka akan segera melampauiku suatu saat nanti.

    Mereka sangat berbakat dalam hal itu.

    Mereka akan segera mengejarku dan melampauiku, title Pahlawan dan semuanya.

    Semoga saja tidak, karena itu akan menghilangkan harga diriku sebagai seorang kakak.

    Terutama Shun, sepertinya dia sangat menghormatiku, jika dia menjadi kecewa denganku, dia mungkin akan sangat syok.

    Ini adalah situasi yang serius. aku harus berlatih sedikit lebih keras lagi agar adik-adikku tidak mengalahkanku. Ya, akan kulakukan itu.

    “Apa yang kamu gumamkan pada diri sendiri dan mengangguk?”

    “Oh, aku hanya berpikir bahwa sangat sulit untuk mempertahankan martabatku sebagai kakak laki-laki.”

    Kalau dipikir-pikir, Shun tampaknya juga memiliki hargadiri sebagai kakaknya Sue.

    Shun pastinya berhasil. Sue jelas sangat terikat pada Shun, di mana dia sampai bisa cemburu terhadapku.

    Dia mungkin akan segera tumbuh dewasa, tapi untuk saat ini, sangat lucu bagaimana dia melihatku sebagai ancaman terhadap hubungannya dengan kakak kesayangannya.

    “Aku tidak melakukan hal yang benar untuk mereka berdua.”

    Penyesalan membayangi wajah ayahku.

    Keduanya lahir tepat setelah Pahlawan sebelumnya menemui ajalnya. di saat itulah juga aku mewarisi title Pahlawan.

    Kematian mendadak sang Pahlawan yang menghilang entah kemana dan tidak ada seorang pun yang tahu, sampai saat ini masih sebuah misteri.

    Aku menjadi Pahlawan baru setelah itu, dan aktivitas kekuatan jahat meningkat dengan cepat.

    Dengan begitu banyak kejadian, ayahku jadi tidak punya waktu luang untuk kedua anaknya yang masih kecil. Ayah sangat peduli terhadap keluarganya, tapi dia adalah seorang raja. Dia tidak punya pilihan selain mengutamakan kerajaannya.

    Ayahku sangat memprihatinkan tentang hal ini.

    “Ayah tidak punya pilihan. Ada banyak hal yang terjadi saat itu, ayah tidak punya waktu untuk melakukan banyak hal yang berbeda.”

    “Melihat reaksi mereka, jelas… Bahkan mereka sepertinya tidak mau memelukku. Aku penasaran seperti apa mereka melihatku.”

    “Jangan khawatir. aku yakin mereka suatu hari akan memahami posisi ayah.”

    “Tentu aku harap juga begitu.”

    Ayahku menggoyangkan gelas minumannya dengan muram.

    “Jika aku boleh berbicara dengan jujur, ada saatnya aku membenci posisiku sebagai seorang raja. tidak hanya dengan Shun dan Sue. Kau pun juga Julius, kurasa seharusnya aku menghabiskan lebih banyak waktu untukmu. aku tidak pernah ingin kau menanggung beban menjadi seorang Pahlawan. Tapi sebagai raja, aku tidak punya pilihan selain mengirimmu keluar untuk melakukan tugas Pahlawan. Itu mungkin pilihan yang tepat sebagai raja, tetapi itu membuatku gagal sebagai seorang ayah.”

    Setelah menumpahkan perasaannya yang terpendam, ayahku menghela nafas yang sangat berat.

    “Ayah. Aku sangat bangga menjadi seorang Pahlawan. Jadi tolong, jangan katakan hal yang seperti itu. Jika aku tidak memiliki title Pahlawanu, aku bukanlah apa-apa.”

    “Itu tidak benar sama sekali.”

    “Begitulah yang kurasakan. Aku tidak belajar hal-hal politik seperti kakakku, kepercayadiri seperti Leston, atau mampu menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan lain melalui pernikahan seperti kakak perempuanku. Satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah memegang pedangku atas nama rakyat kita, dan semua orang, sebagai Pahlawan. Jadi jangan mengkhawatir tentangku, Ayah. aku hanya melakukan semua yang kubisa untuk kepentinganku sendiri dan juga orang lain.”

    “Apakah kamu yakin tidak bermaksud ‘mau melakukan apa pun seperti yang di lakukan’ Leston?”
    TL Note : Kayaknya mongongin tentang penerus tahta sebagai lelucon nih ayahnya. Mungkin!

    “Itu tentu tidak salah.”

    Aku dan ayahku saling senyum.

    Dari sudut pandangku, kau sudah lebih dari cukup menjadi seorang ayah yang hebat.

    Jadi aku akan terus bekerja keras sebagai Pahlawan untuk dapat membantumu.

    Chapter S7 | Chapter List | Chapter 11

     
     

    Kamis, 11 Maret 2021

    Volume 1 Chapter S7

    Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (S7) PANGERAN KEDUA

  • Sue dan Klevea sedang berlatih pedang bersama di hadapnku.

    Mengambil keuntungan dari tubuh Sue yang masih kecil, Klevea dengan mudah menangkis serangan pedang yang di ayunkan adikku.

    Sue masih terus menyerang, tapi dengan pertahanan yang tepat, Kleve menangkalnya dengan mudah.

    Gadis kecil menyerang dengan sekuat tenaga, namun tehnik berpedang Klevea yang trampil mengingatkan pada sungai yang mengalir dengan anggun.

    Baik dalam penampilan maupun gerakan, keduanya merupakan kebalikan.

    Tentu, Sue tidak bisa dianggap lemah, tapi dibandingkan dengan Klevea yang telah berpengalaman dalam pertempuran sebenarnya, skill Sue tidak terlalu membantu.

    Tidak terlalu mengejutkan mengingat Klevea memiliki skill Sword Mastery level 7, versi lanjutan dari Swordmanship.

    Skill Swordmanship Sue ada di level 6. Jadi, berdasarkan perhitungan sederhana, ada perbedaan 11 level.

    Tidak ada cara untuk mengimbangi perbedaan seperti itu.

    Meski begitu, skill peningkatat stat sederhana setidaknya bisa memperpanjang pertempuran.

    Sue mengaktifkan Magic Warfare dan Mental Warfare secara bersamaan.

    Ini adalah skill yang mengkonsumsi MP dan SP untuk meningkatkan stat dasar, dan karena Sue mempunyai begitu banyak MP, Magic Warfare memberikannya peningkatan yang sangat luar bisasa.

    Baru-baru ini stat fisiknya juga telah banya meningkat, jadi dia memiliki sedikit keunggulan berdasarkan peningkatan statnya.

    Meski begitu, Klevea masih menahan diri untuk tidak menggunakan Mental Warfare. Jika dia juga menggunakannya, maka kemenangan akan semakin memihak padanya.

    Bahkan tanpa itu, dia tetap akan menang.

    Stat Sue mungkin sedikit lebih tinggi, tapi itu hanya lah hal kecil dibandingkan dengan keunggulan besar Klevea dalam kekuatan dan pengalaman.

    Sue tidak punya kesempatan untuk membalikkan keadaan.

    Seperti yang yang telah kuperkirakan, Sue mulai kelelahan karena dirinya terus melakukan serangan, dan serangan balik Klevea mengalahkannya.

    Terkena Pukulan keras di perut, Sue jatuh ke tanah.

    Segera, Anna bergegas menghampirinya dan memberikan sihir pemulihan.

    Mengebaskan kotoran dari pakaiannya, Sue berdiri dengan frustrasi yang terlihat dari wajahnya. “Aku sudah kalah.”

    “Di usiamu yang sangat muda, kau sudah bisa bertarung seperti tadi Putri, sungguh, bakatmu luar biasa. Kamu pasti akan segera melampauiku.”

    “Tidak perlu menyanjungku.”

    Ketika aku hendak berjalan ke arah adikku yang sedang cemberut, aku mendengar suara tepuk tangan dari sebelahku.

    “Aku sama sekali tidak berpikir itu sanjungan! Kau benar-benar bertarung dengan sangat baik.”

    Semua orang di ruangan ini, termasuk diriku, terbelalak terkejut.

    Bahkan Klevea dan Anna, termasuk Sue dan aku sendiri, tidak menyadari kedatangannya.

    Bahkan ketika dia berdiri tepat di sampingku, aku tidak menyadari sedikit pun kehadirannya.

    “Julius!”

    “Hei. Apakah aku mengejutkanmu? ” Julius, pangeran kedua sekaligus kakak laki-lakiku dari ibu yang sama, tertawa seolah-olah dia melakukan lelucon.

    “Kapan kau kembali?”

    “Barusan kemarin. aku inginmenyapamu lebih dulu, tapi antara melihat Ayah, kakak tertua kita, dan semua orang, aku jadi tidak mendapat kesempatan.”

    Kakakku beberapa tahun lebih tua dariku, dan dia sudah melakukan banyak pekerjaan di luar kerajaan.

    Jadi jarang sekali baginya untuk bisa pukang ke kerajaan seperti ini.

    “Sue, aku sudah cukup lama tidak melihatmu dan kau sepertinya semakin bertalenta. kau selalau membuatku takjub, kau berkembang dengan sangat cepat.”

    Meskipun Julius berbicara ramah kepada Sue, dia hanya merengut sebagai jawaban. Untuk beberapa alasan, Sue sepertinya tidak terlalu menyukai Julius.

    Secara pribadi, aku sangat menyukainya, karena dia jauh lebih bersahabat daripada dua kakak laki-lakiku yang lain.

    Lebih dari itu, aku sangat menghormatinya.

    Jadi jujur ​​saja, ketidak akuran antara kakak yang kukagumi dan adik perempuan yang kusayangi agak sedikit menggangguku.

    “Ayolah, Sue. Haruskah kamu bersikap seperti itu terhadap saudaramu sendiri?”

    “Ha-ha, tidak apa-apa. Sue berada di usia yang sulit,” kata Julius penuh simpati.

    Jika kau menghitung kehidupanku sebelumnya, secara teori aku lebih tua darinya, tapi mental Julius tampaknya masih lebih baik daripada aku di usianya.

    “Bagaimana denganmu, Shun? Ingin berlatih bersama seperti biasanya? ”

    “Benarkah?! Ya, ayo!”

    Bisa berlatih bersama dengan saudaraku Julius? aku tidak bisa tidak merasa senang.

    “Baiklah kalau begitu, aku akan meminjam ini.”

    “T-tentu saja.”

    Kakakku meminjam pedang latihan dari Klevea, yang sepertinya sedang merasa gugup. Dia tidak pernah segugup ini pada siapa pun sebelumnya.

    Kukira itu masuk akal dengan seseorang yang seperti Julius.

    “Baik. Apakah kau sudah siap. Datanglah padaku dari mana pun kau mau.”

    “Baik!”

    Aku segera mengaktifkan Magic Warfare dan Mental Warfare.

    Tidak ada gunanya menahan diri melawan kakak Julius.

    Aku fokus menggunakan semua kekuatan yang kumiliki.

    Lalu aku melesat ke depan, melancarkan serangan diagonal dari bawah.

    Kakakku dengan mudah memblokir seranganku.

    Meskipun aku menyerangnya dengan sekuat tenaga, dia dengan mudah menghentikan seranganku hanya dengan pedang yang di pegang satu tangan.

    Tapi itulah yang aku harapkan dari kakakku.

    Dia tidak akan pernah gagal menangkis serangan seperti itu.

    Dengan cepat, aku menarik lalu mengayunkan pedangku kembali untuk serangan selanjutnya.

    Sekali lagi, dia menghentikanku dengan mudah.

    Ini menyenangkan.

    Bahkan dengan mengerahkan seluruh kemampuanku sekuat tenaga, aku masih tidak bisa menyentuhnya.

    Tidak peduli seberapa cepat atau kuatnya aku mengayunkan pedangku, tidak peduli teknik apa pun yang kucoba, aku tidak bisa menyudutkannya sama sekali.

    Aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana aku bisa menembus pertahanannya.

    Namun itu lah sebabnya aku merasa beruntung bahwa seseorang yang begitu terampil bersedia berlatih tanding denganku.

    Benar-benar sangat menyenangkan.

    Namun, tidak peduli seberapa besar usahaku untuk terus seperti ini, pertarungan ini akan segera berakhir.

    Sihir dan Mental Warfare-ku sudah mencapai batas.

    Aku terengah-engah, kehabisan nafas.

    “Sangat bagus. Keterampilan berpedangmu sangat sederhana dan kuat. Sepertinya tidak ada batasan seberapa jauh bakatmu akan berkembang.”

    “Ter.. ima ka..sih banyak…”

    Aku terengah-engah mengucapkan terima kasih. Terlepas dari betapa lelahnya aku, napas kakakku masih benar-benar terjaga dengan seimbang.

    Dia benar-benar luar biasa.

    Masuk akal, karena dia seorang pahlawan.

    Manusia terkuat di dunia.

    Bisakah aku sepertinya suatu hari nanti?

    Jika aku memiliki mimpi di dunia ini, itu pasti ingin menjadi sepertinya.

    Aku bahkan tidak bisa mendekatinya sekarang, tapi suatu hari, setidaknya aku pasti bisa mengimbangi kakak Julius dalam pertempuran.

    Itulah tujuan utama aku.

    Chapter 10 | Chapter List | Interlude The Hero and the King

     
     

    Rabu, 10 Maret 2021

    Volume 1 Chapter 10

    Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (10) MENYELESAIKAN LAPISAN BAWAH

  • Aku selamat.

    Aku akan menikmati ini sejenak. Aku masih bisa hidup, adalah seuatu hal yang luar biasa.

    Namun, di saat yang sama, kecemasan perlahan menghantuiku.

    Apa yang akan kulakukan sekarang?

    Sarangku sudah hancur, itu benar-benar sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Aku memandangi reruntuhan, tepat di mana serangan nafas menghantam.

    Ada seperti kawah besar di dinding di sana.

    Ha ha.

    Aneh sekali.

    Mungkinkah dinding gua memang seperti itu?

    Kupikir kawah terbentuk ketika meteorit atau benda semacamnya menghantam tanah.

    Jadi bagaimana dengan yang satu ini di permukaan vertikal? Tampaknya juga cukup dalam.

    Benar-benar aneh sekali.

    Terlepas dari kenyataan bahwa aku sedang berdiri linglung tak berdaya, para lebah tidak lagi menyerang aku. Mungkin seekor naga bumi juga membuat mereka takut. Aku tidak bisa menyalahkan mereka. Itu benar-benar sebuah teror. Aku sendiri masih  merasa ketakutan.

    Sungguh, apa yang akan kulakukan sekarang?

    Aku masih bisa mencoba menerobos wilayah lebah dan kembali ke area awal.

    Tentu saja, Selama Earth Dragon Araba tidak kembali kesini.

    Aku beruntung bisa selamat saat ini. Tapi jika hal yang sama terjadi lagi, aku ragu akan mendapat keberuntungan yang sama.

    Sepertinya Earth Dragon Araba melihat sarangku sebagai gangguan dan dengan sengaja menghancurkannya.

    Dengan kata lain, jika aku kembali membuatnya lagi, itu mungkin akan semakin memperburuk monster itu.

    Dalam hal ini, pilihan seperti itu tidak mungkin kulakukan. aku juga masih trauma untuk melakukannya.

    Sarafku benar-benar membeku pada titik ini.

    Hal terakhir yang kulakukan adalah memancing kemarahan naga bumi.

    Tapi bisa saja, mungkin aku salah paham dan tidak ada alasan khusus di balik penghancuran sarangku.

    Mengingat betapa kuatnya serangan itu, sangat mungkin kalu itu sudah diperhitungkan.

    Tapi dari perspektif orang lemah sepertiku, hasilnya sama saja. Jika aku bertemu yang seperti naga bumi lagi, aku jelas akan mati. Sesimpel itu.

    Sampai sekarang aku telah berhasil menghindari kematian sebanyak dua kali.

    Dua kali, aku benar-benar beruntung. Namun, aku tidak berpikir keberuntungan adalah satu-satunya faktor.

    Apakah mungkin monster yang sangat luar biasa seperti itu tidak menyadari diriku bersembunyi?

    Setidaknya aku ingin berpikir begitu. Kalau tidak, aku tidak punya apa-apa lagi untuk berharap.

    Satu-satunya caraku bertahan hidup.

    Bersembunyi, dan menjauh dari wilayahnya. Itu adalah satu-satunya cara.

    Aku hanya bisa mengandalkan skill Stealth-ku.

    Ketika aku pertama kali mendapatkannya, aku pikir itu akan sangat berguna, dan sekarang ini adalah penetu hidupku.

    Skill ini baru level 5 sekarang. Sejujurnya, itu membuatku gugup, tapi aku tidak punya pilihan selain mengandalkannya.

    Pikiranku sudah bulat.

    Aku melihat di tanah. Ada jejak kaki besar luar biasa yang di tinggalkan Earth Dragon Araba. Tatapanku mengikuti ke arah mana naga itu pergi.

    Ada satu jalan yang sangat besar. Itu tempat di mana dia pergi. Hanya memikirkannya saja membuatku gugup.

    Aku lebih memilih menuju ke arah yang berlawanan.

    Jelas. Siapa yang mau memilih jalan yang sama dengan naga itu?

    Aku tidak tahu mengarah ke mana jalan ini.

    Sejujurnya, mungkin akan lebih baik untuk mengabaikan perasaanku dan menuju keluar memanjat lubang, tapi rasanya itu tidak mungkin.

    Selain semua logika, hatiku benar-benar menentang hal ini.

    Aku melanjutkan perjalananku dengan hati-hati, sambil menyembunyikan keberadaanku saat aku pergi. Kalau saja aku punya kotak kardus, perangkat siluman terbaik untuk mengendap-endap.

    Wahh. Mungkinkah aku sudah sedikit bisa tenang sekarang?

    Kalau dipikir-pikir, HP-ku banyak berkurang ketika aku jatuh sebelumnya, tapi itu sudah pulih sekarang.

    HP Auto Recovery benar-benar luar biasa.

    Kalau saja aku menggunakan skill points-ku untuk skill ini daripada Detection.

    Tapi sekarang tak masalah, karena aku sudah mendapatkannya dengan kemauanku sendiri, jadi itu sama saja.

    Aku bertanya-tanya seberapa cepat HP-ku pulih. Karena sebelumnya, aku terlalu lelah untuk memperhatikannya,

    Karena level skill itu masih relatif rendah, mungkin tidak terlalu cepat, tapi sepertinya itu bisa menangani cedera ringan tanpa masalah.

    Selain itu, aku melihat bar stamina merahku masih penuh.

    Mengapa bisa begitu?

    Ini belum pernah terjadi sebelumnya, Aku penasaran apa mungkin ada sesuatu yang terjadi sehingga bar stamina merah tidak berkurang, tapi aku tidak tahu apa penyebabnya.

    Itu bukan bug di mana itu sebenarnya turun tetapi tidak ditampilkan dengan benar atau sesuatu, kan?

    Akan gawat jika tiba-tiba aku kehabisan stamina dan menjadi tidak bisa bergerak atau semacamnya.

    Tapi Appraisal! aku tahu, sekarang aku dapat mengandalkanmu untuk selalu mendukungku! Aku percaya padamu, meskipun ketika memikirkan masa lalumu sejauh ini … Tidak, kupikir aku benar-benar percaya padamu!

    Skill Appraisal-ku mungkin akan segera naik level.

    Sudah cukup lama sejak terakhir kali naik level, dan aku telah menggunakannya tanpa henti selama ini. Mengingat perubahan besar ketika mencapai level 6, aku punya harapan besar untuk menaikannay ke level berikutnya.

    Semoga Appraisal akan mulai menampilkan skill atau hal lain segera …

    Tidak mengetahui efek dari beberapa skill membuatku sedikit tidak nyaman. Dan salah satu skill yang tidak kumengerti mungkin dapat membantuku keluar dari situasi saat ini.

    Aku mungkin terlalu banyak berharap, tapi sedikit harapaan saja merupakan peluang untuk terus berkembang.

    Akan kuterima apa pun yang bisa kudapatkan selama masa-masa sulit ini.

    Mungkin ada semacam skill yang bisa memberi tahuku tentang lokasi musuh?

    Jika itu mungkin, aku bisa terus mengawasi lokasi naga saat aku sedang menjelajah.

    Akan bagus jika aku bisa menggunakan Detection, tapi itu tidak berguna.

    Sebuah map juga bagus.

    Aku tidak tahu apakah jalan ini akan mengarah ke tempat yang aman. Maksudku, itu bisa saja membawaku menuju ke tempat yang lebih berbahaya.

    Jika benar begitu, mungkin aku akan mati.

    Bagaimanapun saat ini, aku harus percaya pada keberuntunganku, baik-buruknya.

    Tolong, aku mohon, berikan jalan menuju tempat yang aman.

    Jalan yang sedang kulewati saat ini cukup besar.

    Cukup besar untuk lebah setinggi enam kaki untuk terbang berkeliling tanpa hambatan, serta monster belalang sembah raksasa berukuran 15 kaki.

    <Elroe greshigard LV 7: Appraisal Status Gagal>

    Monster belalang mantis raksasa menggunakan cakar seperti sabit untuk mencegat segerombolan lebah. Tidak seperti belalang sembah yang normal, monster ini memiliki enam lengan. Terlihat seperti iblis Asura.

    Para lebah berusaha menyerang dari udara, tapi mereka tidak bisa terlalu dekat karena takut memasuki jangkauan sabit, sehingga pertempuran sedikit tidak seimbang.

    Aku bersembunyi di balik bayang-bayang beberapa batu, mengamati situasi. Tidak ada pihak yang menyadari kehadiranku.

    Skill stealth ternyata bekerja lebih baik dari perkiraanku.

    Saat aku mengintip mereka dengan hati-hati, aku juga menggunakan skill Appraisal.

    <Elroe greshigard: Spesies monster belalang sembah yang hidup di Great Elroe Labyrinth, Stratum Bawah. Unggul dalam serangan fisik yang kuat mengandalkan sabitnya.>

    Owh, salah satu lebah terbelah menjadi dua.

    Sabit itu pasti sangat lah tajam untuk bisa memotong sesuatu menjadi dua dengan satu ayunan. Jika dia sekuat itu, mungkin dia juga bisa memotong benangku.

    Yah, sepertinya dia tidak menyadariku, kupikir harus segera bergegas.

    Tapi tunggu dulu.

    Ada beberapa kata dalam hasil Appraisal yang belum pernah kulihat sebelumnya.

    <Great Elroe Labyrinth, Stratum Bawah: Area yang terletak di antara Stratum Tengah dan Stratum Paling Bawah. Dihuni oleh banyak monster kuat.>

    Wow benarkah? Jadi tempat ini Stratum Bawah? Sebentar, jadi berarti ada lapisan yang lebih rendah dari ini?
    TL : Lapisan.

    Jadi ada banyak monster kuat juga … Aku hampir berharap Appraisal tidak memberitahuku. Tapi tetap saja, aku terkejut mengetahui ada lapisan yang lebih rendah dari ini.

    Yang bisa kubayangkan hanyalah tempat seperti neraka yang penuh dengan banyak monster sangat kuat.

    Maksudku, ini adalah lapisan bawah dari labirin terbesar di dunia!

    Monster selalu menjadi lebih kuat semakin jauh kau masuk ke dalam dungeon, dan jika Stratum Bawah ini sudah memiliki monster yang cukup kuat, Stratum paling bawah jelas bisa lebih buruk.

    Sejumlah besar musuh yang sama dengan naga bumi… Hanya membayangkannya saja sudah mengerikan.

    Meskipun aku punya satu pemikiran lain.

    Kemungkinan besar, area tempatku berasal adalah Stratum atas. Di sana sering ada manusia yang menjelajah, itu mungkin terhubung dengan dunia luar.

    Dengan kata lain, area tempatku berasal mungkin lebih dekat ke pintu keluar daripada yang aku kira.

    Tapi itu tidak penting sekarang.

    Bagaimanapun, aku harus melarikan diri dari area ini.

    Dan begitu aku keluar dari area ini, masih ada Stratum Tengah. Semoga jalan ini terhubung ke lapisan berikutnya. aku sangat tidak ingin turun ke Stratum Paling Bawah.

    Oh, lebah lain sudah dikalahkan. Mereka mungkin akan kalah kalau terus begini. Belalang sembah pasti sangat kuat. Mungkin lebih kuat dari ular.

    Aneh rasanya, mengingat ular sudah seperti boss monster bagiku…

    Jelas jika di bayangkan masih tidak sebanding dengan Earth Dragon Araba, tapi monster belalang ini masih termasuk kuat.

    Monster sekelas ular saja dapat dengan cepat membuat mentalku drop. Bagaimana jika itu tergolong relatif lemah di standar Stratum Bawah?

    Yah, mungkin terlalu cepat untuk berpendapat seperti itu. Mungkin saja belalang itu memang sangat kuat. Setidaknya, itulah yang  kupikirkan saat ini.

    Tepat setelah belalang sembah yang memotong lebah ketiga, nasib yang sama sekali tidak terduga menimpanya.

    Seekor laba-laba raksasa muncul entah dari mana dan menghancurkannya.

    Hahh? Tunggu apa?

    <Greater taratect LV 18: Appraisal Status Gagal>

    Oh wow. Ini wujud super dari evolusiku.

    Apa benar ya?

    <Greater taratect: Evolusi dari spesies monster laba-laba tipe taratect. Karnivora dengan racun sangat kuat di taringnya.>

    Oooh. Jadi jika aku terus berevolusi, aku akan menjadi seperti itu?

    Dia masih terbilang kecil dibandingkan dengan ibu laba-laba raksasa yang pernah kulihat sebelumnya, tapi ukurannya terlihat sekitar tiga puluh kaki. Belalang sembah jadi terlihat kecil di hadapannya.

    Tunggu, dia menggigit belalang itu dan membunuhnya tanpa mengeluarkan benang apa pun, bukan?

    Apakah itu artinya dia memiliki kekuatan yang gila? Stat kekuatanku sekarang hanya 21… Harus berapa kali berevolusi sebelum aku bisa jadi seperti itu?

    Bagaimanapun, sudah waktunya untuk segera pergi sebelum mereka menyadariku. Ini adalah pertempuran yang tidak mungkin kumenangkan.

    Ya, satu hal yang sangat jelas:

    Stratum Bawah tempat yang benar-benar gila.

    Jika kau bertanya, bagaimana bisa? Jelas dari apa yang baru saja kau lihat!

    Hidupku sekarang sangat bergantung pada skill Stealth.

    Mungkin aku terlalu terburu-buru dengan keputusanku? Haruskah kucoba menerobos wilayah lebah lagi?

    Tapi setidaknya aku tidak merasakan perasaan seperti akan datangnya malapetaka yang kurasakan di sekitar naga itu.

    Selain itu, bahkan lebah sekalipun bisa mengalahkan beberapa monster di sini, jadi itu tidak terlalu sulit bagiku untuk tetap bertahan hidup.

    Tentu, belalang dan laba-laba besar itu termasuk monster yang kuat, tapi selain mereka, mungkin aku bisa menanganinya? Yah, jika aku menemukan monster yang sepertinya bisa kukalahkan, aku akan pergi memakannya. Jika tidak, aku akan melewatinya menggunakan skill Stealth.

    Sampai sekarang, bar stamina merahku masih tidak berkurang.

    Tidak perlu panik, aku perlu mempercayai apa yang sudah Appraisal tampikan. Sekarang ini aku hanya bisa menghabiskan waktuku sampai menemukan mangsa yang kira-kira bisa kutangani.

    Ditambah lagi, aku ingin menghindari kekacauan dan menarik perhatian dari monster buas kelas naga mana pun.

    Aku menyelinap dengan mengendap-endap.

    Kadang, aku sesekali berhenti untuk menonton beberapa monster yang bertarung, tapi aku tidak ingin terlibat, jadi aku selalu bergegas pergi tidak lama setelah itu.

    !#%^$, Stratum Bawah itu benar-benar liar. kupikir belalang sembah itu monster yang kuat, akan tetapi di sini dia hanya satu langkah di atas monster lemah.
    TL Note : kayaknya lagi bicara kotor.

    Selain laba-laba besar yang memangsa mantis, ada juga seekor singa besar dengan akus, ular besar yang sepertinya telah berevolusi dari spesies kutemui sebelumnya, dan beberapa jenis monster gila lainnya.

    Yang benar saja.

    Agar tidak terlibat dengan mereka semua, sebisa mungkin aku terus menyelinap, sampai sejauh ini itu berhasil untukku.

    Maksudku, jika aku tertangkap sekali saja, aku akan berakhir.

    Jadi aku terus maju tanpa henti, tanpa istirahat bahkan tanpa tidur, setelah itu, bar stamina merahku akhirnya perlahan mulai berkurang lagi.

    Aku masih belum tahu penyebab itu tidak turun sebelumnya, tapi bagaimanapun, sekarang waktuku sangat terbatas. aku harus segera makan sebelum bar staminaku dari 38 menjadi 0.

    Aku mengatakan seperti itu, tetapi aku belum menemukan apa pun yang kupikir bisa kukalahkan, jadi kuputuskan untuk pergi tidur hari ini.

    Jujur ​​— aku hampir tidak bisa tidur sama sekali.

    Sampai sekarang, aku sebelumnya selalu tidur setidaknya di rumah sederhana, tapi aku tidak ingin mengambil risiko memancing perhatian, jadi aku tidur tanpa perlindungan untuk pertama kalinya dalam kehidupan laba-labaku.

    Aku merasa gugup sepanjang waktu, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.

    Ini memang tidak terlalu buruk, tapi jika aku terus-terusan seperti ini tidak tidur dengan nyenyak, akan berakibat buruk untukku.

    Memang dalam kehidupanku sebelumnya, rata-rata tidur malamku hanya sekitar empat jam, jadi mungkin sementara waktu aku akan tetap baik-baik saja.

    Jadi kurang tidur bukan masalah untuk saat ini, tapi masalah makanan lain cerita.

    Aku harus segera menemukan makanan di antara monster-monster ini.

    Ini membuatku khawatir, tapi ternyata cukup mudah untuk mendapatkan makanan.

    Sebenarnya sangat mudah.

    Benar, cukup aneh. Monster-monster di sini sangat kuat. Tapi di antara mereka masih ada beberapa monster lemah seperti yang pernah kujumpai di Stratum atas.

    Ular adalah salah satu contohnya. Ahh, aku tidak pernah mengira akan ada hari dimana ketika ular itu di anggap lemah olehku.

    Intinya, aku sangat ingin tahu apa yang dimakan oleh monster lemah ini.

    Maksudku, jika kau terlalu lemah untuk mencari makan, kau hanya akan menjadi makanan monster lain, bukan? Itulah apa yang di maksud “survival of the fittest."
    TL Note : "keberlangsungan hidup makhluk yang paling fit" sebuah frasa dalam teori evolusi untuk menyebut mekanisme seleksi alam. Teori darwin yang juga pernah kumoko sebut di Chapter 8.

    Dan tentu saja waktu yang kuhabiskan di dungeon ini sudah cukup lama. Tapi beberapa dari monster-moster ini cukup gemuk. Para lebah pasti juga menargetkan mereka sebagai sumber makanan utama.

    Jadi, setelah sementara waktu mengamati berbagai monster lemah, aku sampai pada kesimpulan bahwa mereka semua memiliki satu kesamaan.

    Mereka semua beracun.

    Ini seperti sebuah takdir. aku telah memiliki skill Poison Resistence sejak awal, jadi aku bisa makan monster semacam itu, tapi kebanyakan monster normal tidak akan makan sesuatu yang beracun.

    Mereka memang lah lemah, tapi karena mereka beracun, monster lain tidak akan memakannya kecuali jika mereka memiliki Poison Resistence.

    Dengan logika seperti itu, bahkan jika monster lain menemukanku, aku mungkin tidak akan di makan karena alasan yang sama.

    Tetap saja, tidak ada gunanya mengambil risiko membahayakan diri selama aku bisa terus menyelinap.

    Aku juga telah menemukan bahwa monster yang lemah ini memiliki dua sumber makanan utama.

    Salah satunya adalah monster lemah lainnya. Itu tampaknya menjadi metode yang paling umum: bertarung dan memakan satu sama lain.

    Kupikir aku hanya harus menunggu sebentar ketika tidak ada monster kuat di sekitar dan mengincar monster lemah dengan serangan kejutan.

    Lalu yang lainnya, sumber makanan yang mereka gunakan hanya ketika mereka benar-benar terdesak.

    <Elroe gastruch LV 3: Appraisal Status Gagal>

    Monster kecil ini berbentuk seperti serangga hitam pipih.

    Sebenarnya, itu menyerupai serangga, tapi mereka berprilaku seperti siput. Mereka menempel di dinding labirin dan merayap perlahan dalam gerakan yang sangat mirip siput. aku menyebut mereka serangga-siput.

    Ada banyak sekali serangga-siput ini di Stratum Bawah.

    Setiap kali aku melihat ke dinding, aku selalu menemukan setidaknya ada satu. Begitulah saking banyaknya mereka.

    Kenapa monster lain tidak memakannya? Mereka ada begitu banyak! Itu lah yang kupikirkan, bodohnya, sebelum aku mencoba memakannya sendiri.

    Oh, ya, aku bodoh.

    Setidaknya aku harus mempersiapkan diriku sedikit lebih lama sebelum mencoba memakan salah satu dari mereka lagi. Tapi tidak ada gunanya meratapi penyesalan sekarang.

    Setelah mencicipinya satu aku baru benar-benar mengerti mengapa mereka jadi pilihan terakhir.

    Benar, aku melakukannya. aku makan satu.

    Aku menggunakan seutas benang untuk menariknya dari dinding, dan aku menghabiskannya dengan gigitan racunku, tidak pernah kusadari betapa mengerikan monster itu.

    Kalau saja ada skill yang akan membiarkanku kembali ke masa lalu dan menghentikan diriku sebelum mencobanya.

    Itu benar-benar sangat menjijikkan.

    Rasanya tidak pernah kurasakan sebelumnya di kedua dunia.

    Sejak di lahirkan kembali sebagai laba-laba, aku sudah makan semua jenis makanan yang menjijikkan, tapi kali ini yang paling kotor dan paling menjijikkan.

    Itu sangat buru sampai aku benar-benar kehilangan beberapa HP karena memakannya.

    kau pasti tidak bisa menyebut hal ini sebagai makanan.

    Memakannya bahkan membuat skill Rot Resistance-ku naik level, yang seharusnya sudah memberi tahumu betapa tidak layaknya ini untuk konsumsi.

    Jika aku tidak dengan tegas memegang teguh kepercayaan diri untuk tidak pernah menyisakan makanan, aku bahkan tidak akan mencoba untuk menghabiskannya.

    Itulah bagaimana aku menemukannya, aku bisa mendapatkan makanan kapan pun aku mau. Hanya saja akan melibatkan banyak penderitaan.

    Maksudku, jika sampai harus makan sesuatu yang begitu menjijikkan sampai membuatku ingin mati atau benar-benar mati kelaparan, maka aku lebih memilih yang pertama.

    Jadi, jika keadaan benar-benar membuatku putus asa, baru lah aku akan memakan serangga-siput itu lagi.

    … aku berharap bahwa itu tidak akan pernah terjadi.

    Bagaimanapun, akan kulakukan yang terbaik untuk melupakan semuanya dan terus melanjutkan.

    Area yang seperti labirin di Stratum atas penuh dengan jalur bercabang, tapi disini hanya satu jalan yang memanjang.

    Ini bagus karena kecilnya kemungkinan untuk tersesat, tapi jika jalur ini ternyata mengarah ke Stratum Paling Bawah, bagaimana aku bisa kembali?

    Yah, sekarang ini tidak ada gunanya memikirkan hal itu.

    Aku yakin jalan ini mengarah ke Stratum Tengah! Setidaknya, itulah yang aku katakan pada diriku sendiri.

    Sekarang bar stamina merahku tinggal sedikit.

    Meskipun aku bisa selamat memakan serangga-siput seperti terakhir kali, aku benar-benar ingin menjadikan itu sebagai pilihan terakhir.

    Bahkan sekarang, aku bisa melihat beberapa dari mereka merayap di sepanjang dinding, tapi itu samasekali tidak membuatku berselera.

    Maksudku mereka itu sangat menjijikkan, bahkan monster lain pun tidak mau memakannya.

    Itulah sebabnya, sementara aku masih memiliki sedikit stamina setidaknya aku ingin mencari makanan yang sedikit lebih normal.

    Bagiku saat ini, monster beracun masih bisa dianggap normal.

    Maksudku, aku sudah memakan monster beracun sampai sekarang, sudah agak terlambat untuk menyesal. Bukannya aku tidak ingin memakan sesuatu yang lebih enak — aku tak pilihan … Aku rindu cup ramen.

    Oke, cek kiri kanan, semuanya aman! Cek belakang, semuanya aman! Tidak ada spesies berbahaya yang terlihat! Bagus.

    <Elroe randanel LV 8: Appraisal Status Gagal>

    <Elroe randanel LV 7: Appraisal Status Gagal>

    <Elroe randanel LV 7: Appraisal Status Gagal>

    Di depanku adalah trio monster yang selalu bersama. Mereka ini benar-benar selalu melakukan perjalanan bertiga ke mana saja.

    Namun, mungkin karena sedang berada di Stratum Bawah, level mereka pun juga cukup tinggi. Jika spesies ini juga berevolusi pada level 10, maka itu akan tidak lama lagi. Itu jika mereka tetap bertahan hidup untuk melihat masa depan itu.

    Aku menyelinap ke belakang tanpa mereka sadari. Lalu, saatnya debut pertama senjata baruku: casting net!

    Apakah nama itu terlalu mencolok?

    Masa bodo! Aku tidak pintar dalam menemukan nama yang bagus untuk setiap hal, oke?

    Namun aku sedikit bangga dengan diriku ketika memikirkan nama Morning Spider.

    Tapi hanya karena aku bisa melakukannya sekali bukan berarti kau harus menganggapku pintar melakukan setiap permainan kata-kata dalam memberi nama!

    Anyway, majulah casting net!

    Sekarang, jangan pikir kalau ini hanya jaring biasa. Senjata baru ini … hmm, sepertinya ini benar-benar membutuhkan nama yang lebih baik, bukan …? Oh, benar, penjelasannya.

    Iya, ya. Jadi ketika saat pertama aku melemparnya, itu hanya gumpalan benang, tapi segera setelah mengenai targetnya— Bam! Ini langsung membentangkan jaring laba-laba dan langsung membungkusnya!

    Senjata impian dari pemintalan jaring yang rumit dan manipulasi yang detail dengan skill Thread Control!

    Seketika ketiga monster itu terjerat dalam jaringku.

    Ha ha ha! Tangkapan yang bagus!

    Seperti biasa, aku menghabisi mereka dengan skill Poison Fang-ku. Chomp!

    <Kondisi terprnuhi. Mendapatkan title [Poison Master].>

    <Mendaptkan skill [Poison Synthesis LV 1] [Poison Magic LV 1] dari title [Poison Master].>

    Oh Ooh? beberapa skill dari title baru! Racun, racun, dan lebih banyak racun!

    Jadi, Sintesis Racun dan Sihir Racun, ya?

    Seperti biasa, aku tidak tahu bagaimana caramenggunakan skill yang berhubungan dengan sihir, aku akan mengabaikannya dulu sekarang.

    Kurasa lebih seperti mengoleksi skill sihir.

    Sedangkan untuk Sintesis Racun, aku juga tidak tahu apa fungsinya.

    Apakah itu berarti membuat racun? Tapi aku laba-laba, jadi sejak awal aku sudah membuatnya sendiri, kan?

    Oke, cukup tentang itu. aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu mencaritahu tentang skill ini nanti.

    Aku harus menghabisi dua monster lainnya dan sekaligus memakan trio ini.

    Jadi: Chomp, chomp.

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Poison Fang LV 7] telah menjadi [Poison Fang LV 8].>

    Oh Ooh? Ooooh? Apakah ramalan cuaca hari ini hujan racun? Yah, kau tidak perlu menanggapi keluhanku.

    Jika  level 10 adalah level tertinggi, maka level 8 pasti sudah sangat beracun, bukan?

    Itu pasti sangat mematikan, bahkan pada pengguna racun lainnya.

    Ini bahkan lebih bagus daripada title baru.

    Baiklah. Setelah aku menghabisi ketiga monster ini, aku membawanya ke balik bayang-bayang batu terdekat.

    Oof, dengan statku yang jelek, sangat sulit untuk membawa tiga monster seperti ini sekaligus. Mungkin aku harus membawanya satu per satu.

    Tunggu, bukannya? Aku pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya?

    Dan bukankah aku merasa menyesal tidak membawanya satu per satu saat itu?

    Hmm? Jangan tanya aku! aku mengingatnya! aku memiliki ingatan yang cukup baik, oke? Itu tidak pernah terjadi — itu saja! Mengerti?! Bagus.

    Bagaimanapun, kuputuskan untuk sedikit menguji skill Poison Synthesis baru ini sambil aku makan.

    Karena aku tidak tahu cara menggunakannya, jadi yang bisa kulakukan hanyalah bereksperimen secara acak.

    Maka: Poison Synthesis! aku berpikir, berdoa — dan akan meneriakannya jika aku memiliki mulut yang dapat mengicapkan kata-kata.

    Entah bagaimana, ini berhasil.

    Seperti menggunakan skill Appraisal, seolah-olah teks ditampilkan dalam kepalaku.

    <Menu Poison Synthesis> <Weak Poison> <Spider Poison LV 8>

    Lalu sekarang apa?

    Oh, hei-hei. Jika ini ditampilkan di dalam pikiranku, maka Appraisal harusnya bekerja.

    <Menu Poison Synthesis: Memungkinkan pembuatan racun>

    <Weak Poison: Racun yang sangat lemah>

    <Spider Poison LV 8: Racun mematikan yang dikeluarkan oleh laba-laba. LV 8 sangat kuat.>

    Hmm. Jadi Racun Laba-laba adalah racun original dariku?

    Jadi bukankah itu berarti dengan sakill Poison Synthesis LV 1, aku baru saja memperoleh kemampuan untuk membuat Racun Lemah?

    Aku memilih Weak Poison untuk mengujinya.

    Sebuah bola cair muncul melayang di depanku, lalu jatuh ke tanah dan menjadi genangan.

    Ah. Apakah aku perlu memiliki wadah atau sesuatu untuk ini? Hanya untuk memastikan, aku meng-Appraisal genangan itu.

    <Genangan Racun Lemah>

    Ya. Ini benar-benar Racun Lemah. Baiklah kalau begitu.

    Kalau begitu, Poison Synthesis adalah skill yang dapat menghasilkan racun tanpa memerlukan bahan atau apa pun?

    Ini mungkin sangat berguna jika aku seorang manusia, tapi aku seekor laba-laba, sooo …

    Yah, tergantung bagaimana caraku memanfaatkannya, skill ini mungkin masih bisa berguna.

    Hmm. aku pikir bisa membuat racun tanpa membutuhkan bahan apa pun adalah hal yang bagus.

    Tidak, tunggu, apa?

    MP-ku berkurang. Jadi, ini tetap membutuhkan sesuatu.

    Ah, ini hanya membuat segalanya semakin dipertanyakan.

    Saat level skill ini naik, jenis racun yang bisa kubuat mungkin akan meningkat atau semacamnya, tapi dengan kemampuanku aku sudah bisa membuat Spider Poison yang mematikan, yah … Aku tidak benar-benar senang dengan skill ini.

    Tapi mungkin nanti aku akan menemukan kegunaannya. Itu masih lebih baik daripada skill sihir yang tidak bisa digunakan, kan?

    Chapter S6 | Chapter List | Chapter S7

     
     

    Selasa, 09 Maret 2021

    Volume 1 Chapter S6

    Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (S6) LATIHAN

  • Aku dan Katia sedang bermalas-malasan.

    Kami berdua telah berlatih di halaman kastil untuk meningkatkan level skill kami.

    Sebenarnya, bertiga jika kau juga menghitung Fei.

    Bagaimanapun, saat ini kami baru saja selesai dan sedang beristirahat, sambil memandangi bunga-bunga di taman.

    “Ahh, itu tadisangat sulit. Statku terkait sihir sudah cukup bagus, tapi statistik fisikku masih memerlukan beberapa latihan.” Karena Sue sedang tidak di sini, Hhari ini Katia berbicara dalam bahasa Jepang.

    “Ya. Tetap saja, refleks yang lebih baik daripada kehidupan sebelumnya, betapa mudahnya dan terasa begitu menyenangkan untuk ningkatkatka beberapa kemampuan dengan berlatih.”

    “Benar. Dulu semua ini selalu tampak sia-sia ketika kita harus berlari maraton di sekolah dan semacamnya, tapi di sini setiap langkah yang kamu jalankan itu membangun staminamu. ”

    Di dunia ini, baik skill dan stat hanya akan meningkat ketika kau menggunakannya.

    Karena aku belum bisa naik level, satu-satunya caraku bisa memperkuat statku adalah berlatih cara dengan lama.

    Tapi tetap latihan dengan cara lama harus kamu lakukan untuk menjadi lebih kuat.

    Itu memang sulit, tapi ketika kau tahu itu akan terbayarkan, itu jauh lebih mudah untuk tetap termotivasi.

    “Kau mungkin seorang gadis sekarang, tapi di dalamnya kau tetap lah laki-laki. Secara pribadi, aku tidak punya keinginan untuk berlatih begitu keras. ”

    “Kau berkata seperti itu, tapi kau masih tetap berlatih.”

    “Yah, aku tidak punya banyak pilihan.”

    “Maksudmu?”

    “Yah kukira, seharusnya tidak sesegera mungkin sekarang karena aku tidak lagi berada di telur itu atau baru menetas, tapi sebenarnya aku pernah nyaris mati.”

    “Hah? Kapan itu? aku tidak tahu.”

    “Yah, tentu saja tidak. aku belum pernah mengatakannya kepadamu.”

    “Jadi, apa yang terjadi?”

    “Kau tahu kan bahwa aku ditemukan di sebuah dungeon yang disebut Great Elroe Labyrinth? Ya, aku dalam bahaya besar saat itu. Aku berada di sarang laba-laba, dan dia mau memakanku.”
    TL : Labirin Elroe Besar

    “Serius ?!”

    “Ya serius. Tapi karena laba-laba itu spesies yang rendah, dia tidak bisa memecahkan cangkang telurku dan akhirnya menyerah.”

    “Wah, itu nyaris saja.”

    “Kalau begitu, kau bisa mati sebelum kau menetas.”

    “Benar. Tidak seperti di Jepang, di dunia ini kau bisa terbunuh kapan pun, jadi kau tidak punya pilihan selain menjadi sekuat yang kau bisa. Selain itu, aku harus segera berevolusi.”

    Evolusi akan terjadi ketika monster memenuhi kondisi tertentu. Biasanya, seperti mencapai level tertentu. dan hadir dengan penampilan baru, stat yang lebih baik, dan sebagainya.

    “Kau mendengarnya dari Anna, bukan? Jika aku tidak segera berevolusi dari bentuk ini dalam sepuluh tahun atau lebih, dipastikan aku akan segera mati.”

    Spesies Fei saat ini adalah monster yang disebut Elroe kolift, yang memiliki umur yang hidup pendek.

    Untuk memperpanjang hidupnya, dia harus berevolusi.

    Karena itu, dia harus mengalahkan monster lain dan menaikkan level-nya.

    Jika dia ingin melakukan itu, maka dia harus menjadi lebih kuat.

    Tidak seperti kami, Fei memiliki alasan untuk menjadi lebih kuat.

    Itu juga yang menjadi alasan kenapa dia secara sukarela selalu berpartisipasi dalam sesi latihan kami.

    “Jadi begitu? Sekarang sudah sampai mana perkembanganmu?”

    “Skill Instantaneous, Persistent, Strength, dan Solidity-ku sudah mencapai level 8.”

    Aku menggunakan Appraisal Srone di tanganku untuk memeriksa statusku. Itu adalah batu level 9, milik keluarga Katia.

    Item ini bisa dianggap sebagai harta nasional, namun Katia dengan santai meminjamnya dari rumahnya. Apa aku harus bertanya-tanya apakah tuan Adipati baik-baik saja dengan itu, tetapi karena ini nyaman, kuputuskan untuk tetap bersyukur dan menggunakannya.

    “Skillmu naik begitu cepat, Ya. Apakah itu perbedaan bakat alami atau apa? ”

    Katia tampak sedikit frustrasi.

    Meskipun kami melakukan semua hal bersama, level skill-ku naik lebih cepat. Di dunia ini, siapa pun bisa menjadi lebih kuat dengan berusaha, tapi kecepatan kemajuannya akan bervariasi masing.

    Mereka mengatakan itu karena perbedaan bakat.

    “Maksudku, dalam keluarga adipati mereka menyebutku jenius. Bagaimana bisa kau lebih cepat dariku? Kau nge-cheat sialan!”

    “Kau juga harus memberiku bakat seperti itu.”

    Tidak ada yang bisa kulakukan selain menghindari tatapan iri Katia dan Fei.…

    Skill Katia dan Fei juga semakin kuat, tetapi tidak sebanyak peningkatan skillku. Untuk beberapa alasan, Fei punya Fire Resistence dan Petrification Resistence, jadi aku juga agak iri dengan itu. Tapi kupikir dia akan marah kalau aku mengatakan hal itu, lebih baik aku diam saja.

    “Ngomong-ngomong, apakah kau sudah menggunakan skill points?”

    “Tidak, aku masih belum bisa memutuskannya, aku masih menyimpannya.”

    “Oh, aku tahu apa maksudmu. kau ingin menyimpannya sampai ketika itu benar-benar penting, bukan? ”

    Skill points dapat digunakan untuk mendapatkan skill baru atau menambah tingkat keahlian skill yang sudah kamu miliki.

    Normalnya, orang-orang akan terlahir tanpa memiliki skill points, tapi mungkin karena kami telah bereinkarnasi atau penyebab lainnya, Katia, Fei, dan juga aku sudah memiliki banyak skill points sejak lahir.

    “Kau mendapat seratus ribu skill points? Kau sangat curang, bangsat! ”

    “Hei, itu sangat jahat dari sebelumnya!”

    Aku bahkan benar-benar belum sempat menggunakannya.

    Pada awalnya, aku ingin mendapatkan beberapa skill sihir, tapi Anna bilang kepadakum untuk tidak menggunakan sihir, jadi kuputuskan mengikuti sarannya. Dia mungkin menyadari bahwa aku inggin menggunakan skill points, tapi mengambil keuntungan dari itu dan memperoleh skill secara diam-diam sama saja seperti aku mengianatinya.

    Sejak saat itu, aku belum menggunakannya.

    “Apakah itu berarti kalian berdua telah menggunakan sebagian beberapa skill points?”

    “Hanya seratus poin yang dibutuhkan untuk mendapatkan Telepati.”

    “Bagaimana denganmu, Katia?”

    “… Hanya seribu.”

    Jika aku tidak salah ingat, Katia memiliki sekitar 50.000 skill points.

    Melihat responnya selama percakapan, aku awalnya berasumsi bahwa dia telah menggunakan semuanya, tapi ternyata dia baru mengunakannya sedikit.

    “Apa yang kau dapat?”

    “… Aku tidak akan memberitahunya.”

    “Apa? Ayo lah, beri tahu kami.”

    “… Kau berjanji untuk tidak tertawa?”

    “Ya, aku bersumpah. Apa itu?”

    “Oh, aku siap tertawa, jangan khawatir.”

    “Hmm. Ugh. Terserahlah! Aku mengambil skill Appraisal, puas? ”

    Aku tidak tertawa, melainkan aku tampak bingung.

    Tanpa pikir, sepontan aku bertukar pandang dengan Fei.

    Appraisal seharusnya merupakan salah satu skill yang tidak kau peroleh.

    Aku benar-benar ingin tahu kenapa dia mengambil skill itu.

    “Kenapa kamu melakukan itu?”

    “Aku tidak bisa menahannya! Appraisal adalah inti dari cerita reinkarnasi. Sulit mengumpulkan informasi di dunia baru, bukan? Jadi jika ini adalah novel atau semacamnya, tokoh utama biasanya akan sangat cocok dengan skill Appraisal. aku hanya ingin menirunya itu saja…”

    “Tapi Appraisal berada di urutan nomor satu dalam daftar skill yang buruk. Mengapa kamu menghabiskan skill points-mu untuk mendapatkannya, meskipun kau sudah mengetahui itu? ”

    “Dengar kawan, saat itu aku tidak tahu! aku masih bayi ketika aku mendapat skill itu! kau ingat betapa sulitnya kita memahami apa pun saat itu, bukan? Jadi tentu saja aku ingin mencoba dan mendapatkan lebih banyak informasi. Dan segera saat aku mulai memikirkan Appraisal, Word of God berbicara kepadaku! Tentu saja aku langsung mengambilnya atas dorongan hati! ”

    Ya, itu masuk sangat akal ketika dia mengatakannya seperti itu.

    Aku ingat kecemasanku ketika aku masih bayi yang tidak tahu apa-apa.

    Tidak bisa memahami apa yang dikatakan orang-orang di sekitarku juga sangat membuat aku stres.

    Dan karena Word of God berbicara dalam bahasa Jepang, wajar saja jika kau langsung mempercayainya.

    “Jadi, apakah Appraisal seburuk yang mereka katakan?”

    “Ya. Menyebalkan sekali. Ini sama sekali tidak berguna kecuali berada di level super tinggi, aku selalu merasa sakit kepala setiap kali aku menggunakannya, dan kau tidak akan mendapatkan keahlian dari Menaksir sesuatu lebih dari sekali kecuali jika sudah cukup lama setelah trakhir kali melakukannya, sangat sulit menaikan level-nya. Aku berusaha melakukan yang terbaik untuk meningkatkan level-nya setiap kali aku memiliki waktu luang, tapi sampai saat ini, aku baru menaikannya ke level 4. Hatiku benar-benar hancur kawan.”

    Hanya mendengar ceritanya saja itu sudah menjengkelkan.

    Masih memegang Appraisal Stone, aku kembali meng-Appraisal diriku.

    Segera setelah aku melakukannya, daftar skill yang tersedia ditampilkan, ditambah jumlah skill points yang diperlukan untuk mendapatkannya.

    Aku terus melihatnya aku menemukan skill Appraisal.

    “Oh, hei, aku bisa mendapatkan skill Appraisal hanya dengan 100 points.”

    “Apa? Yang benar saja?”

    Seratus points adalah angka terendah yang diperlukan untuk mendapatkan sebuah skill.

    Skill yang dapat diperoleh dengan seratus poin biasanya skill itu sangat tidak efektif atau bisa saja sangat cocok dengan penggunanya.

    Fakta bahwa Katia harus menggunakan 1.000 points untuk mendapatkan skill Appraisal yang sama, membuktikan bahwa itu bukan skill-nya yang tidak efektif.

    Tentu, itu memang tidak akan berguna pada level rendah, tapi ini bisa menjadi sangt berguna jika dinaikkan sampai ke level yang cukup tinggi. Harga yang sangat murah juga berarti aku sangat cocok dengan skill Appraisal.

    Setelah sedikit mersa ragu, akhirnya aku mengambil Appraisal.

    Skill points-ku yang tersisa turun menjadi 99.900.

    “Aku mendapatkan Appraisal.”

    “Apa? Yang benar?” Katia mengulangi pertanyaan itu lagi. “Yah, jangan datang menangis padaku jika kau nanti menyesal nanti.”

    “Yah, aku akan mengabaikannya jika aku tidak membutuhkannnya. lagi pula aku masih punya banyak poin.”

    “Tidak ada yang suka pria tanpa rencana, kau tahu itu.”

    Mulai saat ini, kuputuskan untuk menggunakan sisa skill points-ku hanya di waktu yang penting.

    Chapter 9 | Chapter List | Chapter 10

     
     

    Senin, 08 Maret 2021

    Volume 1 Chapter 9

    Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa

  • (9) LABA-LABA VS LEBAH

  • Setelah Earth Dragon pergi, aku hanya menghabiskan waktu dengan memperhatikan sekelilingku.

    Tidak peduli sudah berapa lama aku mengawasi keadaan sekitar, aku masih merasa tidak aman. Tapi mau keadaannya aman atau tidak, aku harus segera melakukan sesuatu, atau aku akan terjebak di sini sampai mati.

    Aku menggunakan Thread Control agar benangku mencapai lebah, yang masih terikat di tanah.

    Oof, punggungku sangat sakit rasanya. Tapi sepertinya aku tetap bisa membuat benang tanpa masalah.

    Dengan perlahan dan hati-hati aku mengulurkan benangku sampai terhubung ke target.

    Lebah itu masih terus berjuang melepaskan diri, tapi itu tidak maslah masalah saat ini.

    Aku hanya harus menariknya kemari sebelum monster lain terlebih dahulu menangkapnya.

    Setiap kali melakukan tarikan, luka aku terasa sakit.

    Rasa sakitnya sangat parah, tapi HP-ku tidak berkurang, jadi aku ingin percaya kalau aku baik-baik saja.

    Hingga akhirnya, aku berhasil mendapatkan mangsa aku.

    langsung saja, aku menggigitnya dengan taring beracunku, membunuhnya di tempat.

    Mempertimbangkan seberapa efektifnya racunku bekerja pada monster beracun lainnya, mungkin skill Poison Fang dan Poison Resistance-ku jauh lebih baik daripada monster lain?

    Nah, sekarang itu tidak terlalu penting.

    Masalah sebenarnya adalah apa yang harus kulakukan selanjutnya. Jujur saja, menjelajahi area ini sama dengan bunuh diri. Mungkin saja ada monster buas lain seperti earth dragon itu, peluangku untuk tetap bertahan hidup tampaknya semakin kecil.

    Ini buruk. sejauh ini aku memang sudah melewati banyak situasi berbahaya, tapi kali ini jauh lebih menakutkan dari sebelumnya.

    Dalam keadaan normal, aku cukup percaya diri pada kemampuan bertarungku.

    Baru-baru ini, aku sudah berkeliaran di dungeon ini dan selalu menggunakan taktik serangan mendadak, tapi pada akhirnya, yang paling cocok untukku adalah berdiam diri menunggu di sarang dan membiarkan mangsa yang mendatangiku. Aku bahkan bisa mengalahkan ular berukuran besar hanya dengan rumah sementara yang sederhana. Jadi jika aku memfokuskan untuk membangin sarang khusus untuk pertempuran defensif, tidak akan ada monster yang akan mampu mengatasinya.

    Begitulah yang kupikirkan.

    Tapi monster itu jelas bisa mengatasinya hanya dengan jentikan jari. Monster mengerikan itu jelas sangat lah kuat.

    Kecepatan, kejutan, taring beracun dan benangku. Bahkan semua taktik yang biasa kugunakan tidak lebih hanya sekedar mainan anak-anak bagi naga itu.

    Mereka dengan mudah akan tercerai berai hancur hadapan kekuatan yang begitu besar.

    Aku bisa membayangkannya dengan mudah.

    Sepanjang hidupku yang telah bereinkarnasi sebagai laba-laba, ini adalah kali kedua yang kualami bertemu dengan makhluk dominan yang bisa menghancurkan apa saja dengan mudah.

    Yang pertama, ketika aku melihat ibu laba-laba raksasaku (atau ayah?)

    Fakta bahwa aku sama sekali tidak memiliki peluang untuk menang adalah sebuah masalah. Tetapi yang lebih parahnya lagi adalah bahwa dia jauh lebih cepat daripada diriku.

    Bahkan jika sesuatu menerobos sarangku, aku masih bisa melarikan diri. Aku mungkin juga akan menyesal seperti terakhir kali, tapi setidaknya aku masih bisa tetap hidup. Dengan kecepatan yang luar biasa, melarikan diri bukanlah masalah. Tapi monster itu bisa melebihiku.

    Jika aku melawannya, tidak mungkin aku bisa menang. Dan juga aku bahkan tidak bisa melarikan diri.

    Sungguh, jika aku sampai berhadapan dengannya, semuanya akan berakhir dalam sekejap.

    Sungguh makhluk yang benar-benar mengerikan.

    Jika saja aku tahu sesuatu seperti mahluk itu ada di sini, aku jelas akan lebih memilih bertarung melawan ular itu.

    Dan aku tidak tahu apakah dia satu-satunya spesies yang bersembunyi di area ini atau ada yang lainnya juga yang seperti itu.

    Mengerikan.

    Sejauh ini, situasi seperti ini lah yang paling mendekatkanku dengan kematian. Terus terang, aku sedikit terkejut dengan betapa takutnya aku saat itu.

    Terlepas dari semua pengalaman konyol yang pernah kualami sejauh ini, aku tidak pernah merasakan ketegangan atau teror yang benar-benar nyata, jadi kupikir aku telah melupakan perasaan itu sejak lama.

    Tapi sekarang aku tahu betul bahwa bukan itu masalahnya.

    Satu-satunya alasan kenapa aku tidak pernah mengalami rasa takut sejauh ini karena tidak ada satu pun dari situasi sebelumnya yang membuatku merasa seperti ini. Bukan karena emosiku sudah mati, aku hanya tidak merasakannya sampai saat ini.

    Ha ha.

    Sudah terlambat buat menyadari itu untuk sekarang ini. Kenapa aku tidak pernah menyadari ini sebelumnya?

    Baiklah, cukup sudah menyesalnya. Saatnya mencari tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya.

    Pertama, aku harus membuat beberapa tingkat keamanan.

    Memang akan sia-sia di hadapan naga itu, tapi aku tetap harus membuat jaring di sekitar celah kecil batu ini.

    Saat ini, aku secara fisik tidak dapat pergi kemana-mana.

    Jadi kali ini, aku akan berusaha semaksimalnya. Sudah waktunya untuk membuat rumah ketigaku di sini. Lalu kemudian bila sudah cukup memungkinkan, aku akan memancing dan membunuh beberapa monster lemah seperti lebah itu.

    Tujuanku adalah sesegera mungkin naik level sehingga lukaku dapat pulih sepenuhnya. Sampai aku pulih, tidak banyak yang bisa kulakukan. Dalam kondisiku saat ini, satu serangan kecil bahkan dari monster terlemah sudah cukup untuk membunuhku.

    Mungkin akan lebih baik untuk tidak berharap bahwa luka ini akan sembuh dengan sendirinya.

    Uhh, kuharap aku punya semacam skill pemulihan HP otomatis. Tapi tidak ada gunanya mengkhawatirkan hal itu. Aku hanya harus menerima keadaanku dan mencoba melewatinya.

    Pokoknya, hal pertama adalah membuat base di sekitar celah kecil ini.

    Sejujurnya, membangun sarang di sini mungkin bukan ide bagus. Bisa jadi hanya akan membuat kehadiranku semakin jelas, dan jika monster seperti naga itu datang ke sini lagi, maka riwayatku akan tamat.

    Namun, aku tidak punya banyak pilihan, dengan cedera yang cukup parah seperti ini.

    Yang kubisa hanyalah mencoba menaikan level.

    Setelah aku naik level dan pulih dari lukaku, aku tinggal memikirkan cara untuk melarikan diri dari area berbahaya ini.

    Haruskah aku mencoba naik melewati segerombolan monster lebah besar itu atau menjelajahi area di bawah sini? Kedua pilihan ini sepertinya sama-sama langsung menuju neraka.

    Namun sekarang aku sudah jatuh ke dalam lubang ini, sama saja dengan aku berada di neraka. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah aku akan hidup atau mati di sini. Dan sampai saat ini, aku bisa tetap bertahan hidup kebanyakan karena keberuntungan.

    Sada saat ini, keadaanku bisa dibilang sedang sekarat. Akankah keberuntungan masih berada di pihakku kali ini, atau bisakah aku melalui semau neraka ini dengan kemampuanku sendiri?

    Ya, setidaknya, aku akan mencoba.

    Untungnya, aku masih memiliki stamina yang cukup untuk membuat jaring. Satu ekor lebah berukuran sangat besar, sudah cukup intuk dapat mejadi sumber makananku kali ini.

    Aku harus menggunakan setiap stamina yang dihasilkan dari memakan lebah ini untuk membuat rumah baruku dengan efisien.

    Sisanya, semua akan tergantung pada skill dan keberuntunganku.

    Pada hari pertama, aku membuat jaring sebisa mungkin lalu tidur.

    Karena rasa sakit di punggungku aku tidak bisa mengatakan kalau aku bisa tidur cukup nyenyak, tapi setidaknya aku tidak diserang saat tidur.

    Selain kemungkinan di serangan, aku juga khawatir bahwa aku akan mati karena lukaku saat tertidur atau sesuatu, aku benar-benar lega ketika aku bangun dengan selamat.

    Jumlah total HP-ku masih di angka 6, masih sama seperti sebelum aku pergi tidur.

    Aku tidak tahu apakah harus merasa kecewa karena lukaku tidak pulih dengan sendirinya atau harus merasa lega bahwa karena jumlah HP-ku tidak berkurang lagi.

    Aku menghabiskan seluru hari keduaku untuk melebarkan jaringku.

    Karena rasa sakit di punggungku, membuat sarang menjadi sangat sulit dari apa yang kukira.

    Karena lebah terus berdengung berterbangan terlalu dekat, aku sering kali harus berhenti bekerja dan pergi berlindung.

    Tidak seperti pembangunan sarang sebelumnya, di sini aku harus waspada ketika aku mengatur semuanya, dan itu membuatku sangat gugup.

    Ketika aku memiliki waktu luang untuk beristirahat, aku memakan lebah yang kudapat kemarin sedikit demi sedikit, hanya untuk memastikan bahwa aku tidak kehabisan stamina. Dalam situasi ini, aku tidak boleh mengambil risiko lebih jauh dari sebelumnya. Stamina khususnya, itu sangat penting untuk keberlangsungan hidupku. aku membutuhkannya untuk membuat benang dan bahkan bergerak. Paling tidak, aku harus berhati-hati menyisahkan stamina yang cukup setidaknya untuk satu pertarungan.

    Selain itu, aku tidak tahu kapan aku bisa mendapatkan makanan lagi setelah ini, aku harus sangat berhati-hati dalam mengelola staminaku jika misalnya aku tiba-tiba terjebak di sebuah pertarungan.

    Ketika aku sedang bekerja, aku menyadari skill Pain Resistance-ku telah naik beberapa level.

    Terakhir yang aku ingat, itu naik ke level 2, tapi di tengah pengerjaan membuat sarang, Divine Voice (sementara) Berbicara:

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Pain Resistance LV 6] telah menjadi [Pain Resistance LV 7].>

    Sekarang tiba-tiba sudah di level 7.

    Aku tidak tahu bagaimana itu terjadi, mungkin level-nya naik saat aku sedang tidur.

    Tentu saja itu bukan lah tidur yang nyaman, jika satu-satunya syarat untuk meningkatkan keahlian skill itu adalah merasakan sakit, kemungkinan ada banyak kesempatan skillnya naik saat aku sedak tertidur.

    Aku memang sempat merasa seperti mendengar Divine Voice (sementara) berbicara dalam mimpiku.

    Ternyata skill Pain Resistance tidak benar-benar membebaskanmu dari rasa sakit seperti yang kau bayangkan.

    Sekarang skill ini telah meningkat sampai ke level 7, tapi rasa sakitnya tidak berbeda seperti sebelumnya. Sampai, aku menyadari bahwa efeknya mungkin lebih seperti “memungkinkanmu untuk tetap bisa bergerak sambil menahan rasa sakit.”

    Jujur rasa sakitnya tidak berkurang sedikitpun, apa-apaan ini.

    Tapi tidak ada ruginya juga, sementara aku bisa bergerak.

    Ketika saat pertama kali aku mendapatkan skill ini, aku merasa rasa sakit berkurang, tapi mungkin itu hanya persaanku saja.

    Pada akhir hari, skill Pain Resistance-ku telah naik ke level 8.

    Hari ke tiga.

    Aku sudah menghabiskan lebah yang kutangkap. aku juga sudah meluaskan jaring-jaring sarangku sejauh mungkin, sudah saatnya beralih ke tahap berikutnya. Yaitu berburu untuk menaikkan level-ku.

    Pertanyaannya adalah, bagaimana caraku akan menangkap mangsa?

    Lebah-lebahnya memang terbang mendekat, tapi sepertinya mereka sangat berhati-hati terhadapku, karena mereka belum benar-benar mau menyerang.

    Aku berharap mereka akan langsung menyerangku tanpa berpikir, tapi segalanya tidak berjalan dengan lancar.

    Saat ini, aku mengawasi lebah di atas sambil menunggu kesempatan.

    Aku sudah mencoba memprovokasi mereka yang berada di dekat sarangku, tetapi mereka masih tidak mau mendatangiku.

    Ketika aku mengamati lebah, aku menyadari beberapa hal.

    Mereka umumnya membentuk kelompok beranggota lima atau enam. Setiap regu bertindak secara individu.

    Dan setiap kelompok memiliki satu pemimpin.

    <High finjicote LV 1: Appraisal Status Gagal>

    Finjicote yang berstatus lebih tinggi.

    Dilihat dari namanya, mungkin itu spesies yang lebih kuat, bahkan mungkin hasil dari evolusi.

    Kebanyakan dari mereka adalah level 1, sehingga sepertinya kemungkinan besar hasil evolusi.

    Di antara lebah normal, ada beberapa yang berada di level 8 atau 9, tidak jauh dari ambang batas level, sepertinya mereka bisa menjadi pemimpin regu mereka sendiri begitu mereka berevolusi.

    Lebah pemimpin ini sedikit lebih gelap warnanya daripada yang biasanya. Pada dasarnya hanya itulah satu-satunya perbedaan yang terlihat; ukuran dan bentuknya pun sama.

    Seperti biasa dikarenakan Appraisal status gagal, aku tidak yakin, tetapi mungkin akan lebih baik untuk mengasumsikan bahwa stat mereka lebih tinggi daripada lebah biasa.

    Eh, mungkin mereka masih belum cukup kuat untuk merusak jaringku.

    Mereka mungkin juga menyadarinya, itu menjelaskan mengapa mereka tidak melakukan hal yang mereka rasa tidak perlu padaku.

    Kalau begitu, lebah-lebah ini mungkin cukup pintar.

    Kadang-kadang, satu regu akan terpecah dan berpisah ke salah satu lorong di bagian bawah lubang.

    Setelah beberapa saat, mereka kembali dengan membawa mangsa yang sudah dikalahkan. Sepertinya itulah cara mereka berburu: dalam kelompok yang terorganisir dan efisien.

    Mereka benar-benar monster yang pintar.

    Ada juga beberapa lebah yang tampaknya bergerak sendiri.

    Yang lebih penting lagi, adalah mengani kemampuan lebah dalam berburu monster adalah informasi yang penting.

    Itu artinya tidak semua yang ada di bawah sini sekuat Earth Dragon Araba.

    Sedikit kabar gembira itu sudah membuatku merasa sedikit lebih baik.

    Tidak semua regu bisa kembali, jadi aku tidak boleh menurubkan penjagaanku terlalu banyak. Fakta menunjukkan bahwa ada beberapa monster di luar sana yang dapat mengalahkan sekelompok lebah. Beberapa grup berburu yang kembali juga membawa mayat rekan-rekan mereka, tidak diragukan ini adalah area yang sangat berbahaya.

    Untuk sementara waktu ini aku masih terus mengamati perilaku para lebah.

    Ketika aku mulai mempertimbangkan untuk pergi tidur, aku mendapatkan pesan dari Divine Voice (sementara).

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Pain Resistance LV 9] telah menjadi [Pain Nullification].>

    <Kondisi terpenuhi. Skill [Pain Mitigation LV 1] didapatkan dari skill [Pain Nullification].>

    Skill Pain Resistance-ku telah jauh menungkat.

    Aku bahkan tidak menyadari skill-ku naik dari level 8 ke 9. Itu pasti terjadi saat aku sedang tertidur.

    Nama skill-nya juga berubah menjadi “Nullification” dan level-nya menghilang. level skill itu pasti sudah mencapai batas maksimal.

    Setelah Night Vision, ini adalah skill kedua yang telah kumaksimalkan.

    Dan sepertinya Night Vision memang sudah berada pada level tinggi sejak aku terlahir kembali, yang berarti ini adalah pertama kalinya aku meningkatkan skill dari level 1 ke 10 dengan usahaku sendiri.

    Meskipun sejujurnya aku tidak yakin apakah ini layak, mengingat semua penderitaan mengerikan yang kurasakan selama proses itu.

    Nah, skill turunan yang didapatkan tampaknya benar-benar meringankan rasa sakit, ini bagus. Bukan berarti skill Pain Resistance tidak berguna.

    Di level 1, tidak akan ada banyak perubahan. Luka sengatan di punggungku masih sama sakitnya seperti biasa.

    Jika level skill ini meningkat, rasa sakitnya mungkin sedikit lebih ringan, aku sangat berharap itu akan meningkat saat aku sedang tertidur.

    Tanpa basa-basi lagi, waktunya untuk tidur.

    Hari keempat.

    Aku perlahan mulai kehabisan stamina, jadi aku mungkin harus segera mengambil tindakan.

    Targetku adalah salah satu dari lebah penyediri. Karena akan terlalu beresiko jika menargetkan satu grup lebah sekaligus.

    Aku tidak berpikir aku tidak memiliki kesempatan untuk menang. Tapi akan jauh lebih baik jika lebih berhati-hati dari pada membuat kesalahan.

    Jika ada banyak musuh yang terlibat, semua hal yang tak terduga bisa menjadi sangat berbahaya. Dalam hal itu, akan lebih mudah untuk melawan lebah penyendiri.

    Karena lebah penyediri tidak memiliki pemimpin, kemampuan pemahaman mereka tidak begitu bagus. Berdasarkan pengamatanku di hari sebelumnya, beberapa lebah penyendiri akan masuk ke terowongan sempit yang tidak akan pernah di masuki oleh lebah berkelompok.

    Kemungkinan besar, lebah yang kutangkap pertamakali di sarangku sebelumnya adalah lebah penyendiri yang sedang tersesat.

    Sekali lagi, aku tidak bisa membayangkan dia bisa sampai sejauh itu ke sarangku sebelumnya dari tempat ini, apa mungkin ada sarang lain yang lebih dekat ke sarangku sebelumnya.

    Lebah penyediri yang telah kuamati tampaknya tidak terlalu pintar. Bahkan, mungkin mereka gagal bergabung kedalam kelompok karena alasan itu dan menyerah lalu selalu sendiri.

    Kupikir mungkin lebih mudah untuk memprovokasinya agar menyerangku.

    Tapi kali ini aku tidak akan menggunakan rencana yang bergantung pada keberuntungan.

    Sebagai gantinya, kemarin aku membuat senjata baru.

    Ini adalah bola benang yang terbuat dari beberapa benang lengket melekat di ujungnya. aku menamainya Morning Spider!

    Hehh-heh-heh. aku akan menggunakan kekuatanku dan skill Thread Control untuk melemparnya ke seekor lebah di udara.

    Aku mungkin — tidak, hampir pasti — akan meleset.

    Tapi tidak masalah.

    Seharusnya itu cukup untuk membuat targetku menganggapku sebagai musuh. Setelah itu, kuharap dia langsung turun menyerangku sendirian.

    Jika aku mengenainya, itu bagus. Jika tidak, selama itu bisa membuatnya melihatku sebagai musuh, aku akan menganggap itu sebagai keberhasilan. Setelah itu, aku hanya berharap dia datang mendekati jaringku.

    Dari apa yang terjadi kemarin, lebah penyendiri begitu sering turun untuk memeriksa apa yang terjadi di sekitar rumahku, jadi seharusnya ini akan berhasil.

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Pain Mitigation LV 2] telah menjadi [Pain Mitigation LV 3].>

    Sementara aku sedang menunggu, skill Pain Mitigation naik level.

    Hah? Sepertinya perkembangannya sangat lambat dibandingkan dengan Pain Resistance. kupikir itu setidaknya sudah naik ke level 5 dalam tidurku, tapi ternyatya itu tidak banyak berubah sama sekali.

    Namun, yang pasti setelah levelnya naik, menjelaskan skillnya bekerja.

    Skill Pain Mitigation benar-benar mengurangi rasa sakit. Berkat itu, rasa sakit yang berdenyut di punggungku sekarang jauh lebih mudah untuk ditahan.

    Ini luka yang sangat parah.

    Aku telah melakukan beberapa pertolongan pertama dengan membalutnya dengan Thread Control, tapi tetap masih ada lubang yang menganga di punggungku.

    Jika aku masih menjadi manusia, aku sudah mati karena luka yang sangat parah seperti ini.

    Apakah aku bertahan karena aku seekor laba-laba atau karena aku adalah monster? Apa pun itu, merupakan keajaiban aku masih bisa hidup.

    Aku sebelumnya menggunakan Thread Control untuk membersihkannya sesekali, berharap bisa membersihkan sisa-sisa racun yang masih menempel, tapi itu terasa sangat menyakitkan seperti aku akan mati.

    Aku harus naik level sesegera mungkin untuk bisa pulih. Jika aku membiarkannya lebih lama lagi, mungkin akan menjadi semakin parah.

    Pembusukan, nekrosis, infeksi bakteri … aku harus melakukan sesuatu sebelum gejala lain muncul.
    TL Note : Menurut sumber Halodoc, Nekrosis merupakan kondisi cedera pada sel yang mengakibatkan kematian dini sel-sel dan jaringan hidup.

    Dan sekarang akhirnya, kesempatanku telah tiba.

    Salah satu lebah penyendiri menuju ke arahku.

    Sedang tidak ada lebah lain di sekitar sini. Jika ada, mungkin saja mereka akan bergegas membantu lebah penyendiri.

    Karena tidak kendala, ini adalah kesempatan yang bagus.

    Aku mengayunkan Morning Spider berulang-ulang.

    Berkonsentrasi … berkonsentrasi …

    Bidik, daaaann … sekarang!

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Mendapat skill [Concentration LV 1].>

    Wah, aku mengenainya. Pada saat yang sama aku bahkan mendapatkan skill baru .

    Ooh.

    Aku tidak mengira akan mengenainya, yang jelas Morning Spider langsung mengenai tubuh lebah dengan tepat.

    Tanpa ragu, segera kugunakan Thread Control untuk membungkuskan benang ke sekitar tubuh lebah. Kemudian dengan santai aku mengundangnya ke sarangku. Dan kukenalkan dia pada taring beracunku.

    Bagus.

    Berjalan baik sesuai rencana. Mungkin keberuntunganku juga mulai membaik.

    Tidak, tidak, tidak.

    Aku tidak boleh terbawa suasana. Kepercayaan diri yang berlebihan itu tidak baik bagiku di masa lalu. aku harus tetap rendah hati.

    Pertama aku akan langsung memakannya sedikit.

    Itadakimasu.

    Saat ini, aku sudah menyisakan sedikit makanan. Berdasarkan ukuran tubuh lebah, aku bisa bertahan setidaknya beberapa hari kedepan. Sekarang aku tidak perlu mengkhawatirkan tentang stamina untuk sementara waktu.

    Dengan ini, aku memiliki lebih banyak opsi.

    Dan pilihan aku adalah memperluas sarangku. Lebih jauh lagi ke arah atas.

    Aku benar-benar tidak ingin menjelajahi area ini. Bukan masalah apakah aku bisa atau tidak bisa. Melaikan aku benar-benar tidak mau.

    Aku sangat takut pada naga. Itu adalah pilihan jalan yang sulit.

    Itulah kenapa kuputuskan bagaimanapun caranya aku akan naik kembali ke jalan di mana tempatku terjatuh.

    Untuk itu, aku harus mencari jalan di sekitar lebah-lebah itu.

    Jika aku mencoba memanjat tembok dengan cara biasa, sekelompok lebah pasti akan menyerangku seperti sebelumnya, jadi aku memerlukan semacam rencana.

    Strategiku adalah terus memperluas jaring-jaringku sampai ke atas.

    Yah, aku tidak tahu apakah strategi ini merupakan jalan terbaik untuk melalui masalah saat ini.

    Maksudku, bisa di bilang aku ini termasuk orang yang licik. Tetapi aku tidak bisa memikirkan cara lain untuk kembali yang lebih bagus.

    Tentu saja, ada banyak kelemahan pada rencana ini.

    Satu hal, membuat lebih banyak jaring akan menghabiskan staminaku.

    Dan tidak seperti biasanya, aku harus membangun jaring ke sepanjang tebing kali ini.

    Karena situasinya jauh berbeda, aku tidak tahu berapa banyak stamina ekstra yang diperlukan.

    Ini mungkin akan menjadi sarang yang cukup besar, sehingga sisa lebah yang kumiliki saat ini tidak akan menghasilkan cukup energi untuk membangun sarang ini sepenuhnya. Jadi aku harus mencari cara untuk meningkatkan persediaan makananku.

    Aku mungkin harus bertarung dengan para lebah untuk alasan persediaan makanan.

    Mereka saat ini masih mengabaikanku, tapi jika aku terus-terusan memperluas sarangku sampai ke atas, aku mungkin akhirnya akan mencapai batas wilayah utama mereka.

    Itu mungkin akan menjadi pelanggaran karena memasuki wilayah mereka. Tidak mungkin mereka akan membiarkanku begitu saja.

    Skenario terburuknya, bisa saja ratusan atau bahkan ribuan lebah menyerangku bersamaan. Sungguh sebuah mimpi buruk.

    Jelas, tidak mungkin sarangku bisa melindungiku dari jumlah sebanyak itu. Dan lebah bukan lah satu-satunya hal yang membuatku khawatir.

    Sampai saat ini, tidak ada jenis monster lain yang muncul di dasar lubang ini.

    Selain ular dan naga bumi.

    Tapi jika naga itu kebetulan melewati area ini lagi …

    Terakhir kali, aku bisa bersembunyi di balik celah batu, tapi jika aku memperluas sarangku, jelas mau tidak mau aku bisa menarik perhatiannya.

    Dan jika dia terpancing, maka semuanya berakhir.

    Bahkan sekarang, aku sangat cemas karna dia bisa muncul kapan saja.

    Dengan kata lain, ini merupakan strategi yang sangat berisiko. Tapi jika ini berhasil berarti, aku bisa melarikan diri dari lubang neraka yang berbahaya ini.

    Sepertinya aku tidak punya pilihan lain.

    Bahkan jika aku melakukannya sekarang, masih belum tentu ada yang mendatangiku sekarang.

    Sudah kuputuskan. Waktunya memperluas sarangku!

    Pertama-tama, menyiapkan fondasinya. Kau tidak dapat membuat rumah tanpa fondasi yang kokoh. Bahkan bisa dikatakan fondasi adalah apa yang membuat atau menghancurkan rumah.

    Dan tidak ada batu yang lebih baik untuk digunakan untuk fondasi daripada … yang ini!

    Tempat perlindungan pertamaku ini.

    Batu yang bersandar tepat di dinding dan cukup besar: sekitar dua puluh kaki tingginya dengan lebar lima belas kaki. aku telah memutuskan untuk menggunakan ini sebagai fondasinya.

    Sejauh ini, jaringku melekat diantara celah batu ini ke dinding dan sedikit keluar memakan bagian jalan.

    Pertama, aku menutupi ruang antara batu dan dinding yang berseberangan dengan lebih banyak benang. Kemudian, aku menambahkan benang lain secara diagonal dari atas batu ke dinding. Selanjutnya, aku menghubungkan dinding dan batu dengan lebih banyak jaring, menggunakan benang diagonal itu sebagai patokan.

    Sekarang fondasinya sudah selesai.

    Yang harus kulakukan sekarang adalah membangun menuju atas, sedikit demi sedikit.

    Aku terus melanjutkan pekerjaanku sedikit-sedikit, kadang berhenti sejenak untuk menambah stamina dengan memakan lebah yang masih tersisa.

    Selama proses pembangunan, Sering kali kulihat satu regu lebah atau bahkan lebih mengawasiku, tapi mereka tidak melakukan apa pun.

    Tampaknya aku masih belum dalam jangkauan serang mereka.

    Setelah selesai memakan lebah, aku memutuskan untuk mengahiri hari ini dan beristirahat.

    Sekarang hari kelima.

    HP aku masih tersisa di angka 6. Rasa sakitnya sepertinya juga sudah mereda

    Karena itu tidak pulih sama sekali, skill Pain Mitigation-ku pasti naik level ketika aku sedang tertidur.

    Tidak merasa kesakitan lagi adalah kemajuan yang bagus.

    Berkat skill Pain Nullification uku bisa bekerja sepanjang waktu selama ini, tapi dengan berkurangnya rasa sakit yang kurasakan membuat suatu perbedaan besar.

    Tentu, sensasi sakitnya belum sepenuhnya menghilang, dan lukanya juga belum sembuh, tapi tetap saja. Jelas ini akan memudahkanku.

    Aku tidak pernah mengalami cedera separah ini ketika aku masih menjadi manusia.

    Sampai saat sebelum aku di reinkarnasi, pengalaman paling menyakitkan yang pernah kualami adalah ketika jari kelingking kecilku tak sengaja menabrak sudut pintu. Astaga, itu menyakitkan.

    Tapi itu masih tidak seberapa dibandingkan dengan lubang yang menganga di punggungku.

    Sejak aku mulai merasa sedikit lebih baik, pekerjaan juga mulai berjalan dengan lancar.

    Disaat sedang bekerja, lebah penyendiri lain tiba-tiba datang. Tapi saat ini juga sedang ada satu regu lebah yang berjarak cukup dekat. Hmm.

    Sebagai percobaan, kuputuskan untuk tetap menyerangnya. Aku ingin tahu apakah regu terdekat akan membantu jika lebah penyendiri di serang. Jika itu yang terjadi, aku akan segera mundur ke dalam sarangku. Dan jika mereka tetap tidak merespon, maka itu bagus.

    Aku mulai mengayukan Morning Spider.

    Bidik, daaaan … sekarang!

    Oh aku mengenainya lagi.

    Wow. Apakah aku ini luar biasa atau apa?

    Tidak kusangka akan mengenai apa pun dengan ini, tapi sekarang aku dua kali mengenainya untuk dua kali percobaan.

    Aku, yang sebelumnya selalu di posisi paling akhir di kelasku dalam melempar softball selama tes fisik…

    Upss, aku sangat terkejut sehingga aku lupa melihat reaksi kelompok lebah terdekat.

    Pasukan lebah … di sana. Hmm. Tidak ada reaksi. Jadi jika aku melakukan serangan brutal pada lebah penyendiri, lebah lain tidak akan datang membantu.

    Apakah hanya aku saja, atau memang mereka tidak berperasaan?

    Kukira kau harus sedikit menjadi kejam untuk bertahan hidup di alam liar…

    Nah, jika mereka tidak akan menyerang, itu akan menguntungkanku. Sekarang aku bisa menyerang lebah penyendiri sesuka hati. Aku sedikit tertawa kecil sendirian seperti sedang mengambil hadiah dan menghabisinya dengan gigitan beracun.

    Saat aku sedang berburu lebah penyendiri yang lain (aku sudah lupa ini yang ke berapa saat trakhir kali menghitung), hingga akhirnya aku mendengar suara yang telah aku tunggu-tunggu.

    <Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Individu small taratect telah meningkat dari LV 2 ke LV 3.>

    <Semua atribut dasar meningkat.>

    <Mendapatkan bonus keahlian skill dari naik level.>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Strength LV 1] telah menjadi [Strength LV 2].>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Solidity LV 1] telah menjadi [Solidity LV 2].>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Overeating LV 1] telah menjadi [Overeating LV 2].>

    <skill points diperoleh.>

    Saat-saat level up yang sudah lama ditunggu-tunggu akhirnya telah tiba.

    Kulit lamaku segera terlepas dari tubuhku.

    Meskipun aku tidak bisa melihatnya, aku bisa merasakan lubang besar di punggungku menutup dengan sendirinya.

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Mendapatkan skill [HP Auto-Recovery LV 1].>

    Hah? Yang benar saja?

    Ooooh. Benar-benar ini tidak terduga.

    Tunggu, apakah pulih sepenuhnya dari setiap level up juga dihitung sebagai pemulihan otomatis?

    Aku sangat senang, tapi jika aku bisa memberikan satu komentar, aku akan lebih senang jika mendapatkan skill ini sedikit lebih cepat …

    Maka aku tidak perlu merasa menderita seperti selama ini. Tapi harusnya kau terima saja karna ini merupakan sebuah hadiah. Satu-satunya reaksi yang paling pas adalah dengan merayakan kenaikan level yang telah menyingkirkan begitu banyak kekhawatiranku.

    Jujur, ini nyaris saja. Seperti yang awalnya kutakutkan, HP aku benar-benar mulai turun.

    Ketika pertama kali turun dari 6 menjadi 5, aku merasakan kematian mulai mendekatiku.

    Setelah itu, perlahan terus berkurang higga akhirnya hanya tersisa menjadi 3, dan aku naik level.

    Itu nyaris saja.

    Syukurlah aku sudah cukup lama menekan kecemasanku untuk bisa fokus ke lebah-lebah itu.

    Perburuanku berjalan lancar. Anehnya, serangan jarak jauh aku Morning Spider selalu tepat sasaran setiap kali melemparnya.

    Aku tidak bisa mengabaikannya. Apakah ini kelebihan lain dari tubuh laba-labaku?

    Mungkin berkat itu, aku mendapatkan dua skill baru. Keduanya mungkin akan membuat serangan Morning Spider-ku lebih baik.

    Dan di saat aku tadi naik level, tiga skill-ku juga naik level.

    Aku tidak benar-benar tahu satu pun efek dari mereka, tapi jika mereka naik level, aku pasti telah mendapatkan keahliannya, jadi mungkin saja aku mendapat keuntungan dari mereka tanpa menyadarinya.

    Yah, tentu saja tidak ada salahnya menaikkan level-nya. Meskipun skill dengan nama Overeating sedikit membuatku jengkel …

    Seiring berjalannya proses pembuatatan jaring sambil memburu lebih banyak lebah, aku cukup banyak menggunakan skill Spider Thread dan Thread Control, sehingga membuatnya jadi naik level juga.

    Skill Spider Thread sekarang ada di level 8, dan Thread Control di level 5.

    Skill Thread Control ternyata sangat berguna daripada apa yang pernah kupikirkan sebelumnya.

    Pada level 5, aku sudah dapat memanipulasi benang dengan cepat dan akurat.

    Mengambil skill itu adalah keputusan yang tepat.

    Skill Pain Mitigation juga sudah mencapai level 5 sekarang, yang membuat hidupku menjadi lebih mudah.

    Sesuatu yang bagus dari skill ini, selain dari mengurangi rasa sakit, juga sebagai patokan jika aku merasa ketidaknyaman, aku masih bisa tahu kalau aku sedang berada dalam kondisi berbahaya.

    Lagipula, rasa sakit memiliki fungsi sebagai sinyal yang memperingatkanmu akan ancaman atau kondisi yang buruk. Jadi jika kau tidak bisa merasakannya, kau tidak akan tahu kapan tubuhmu sedang dalam bahaya, tapi dengan skill ini, aku masih bisa mengetahui seberapa dalam atau seberapa parah luka itu bahkan jika aku tidak mengetahui penyebabnya sama sekali.

    Sulit untuk mengungkapkan perasaan seperti ini ke dalam kata-kata, tapi jik memang harus, aku akan mengatakan itu lebih seperti aku memiliki kesadaran akan kegelisahan atau kejengkelan atau sesuatu dari sebuah luka.

    Bagaimanapun, tidak ada kerugian dari berkurangnya rasa sakit.

    Seperti yang sedang kukatakan, skillnya masih berada di level 5, jadi bukan aku tidak merasakan sakit sama sekali.

    Sekarang aku sudah naik level, mungkin aku akan melihat seberapa banyak statku yang telah meningkat.

    <Small Taratect LV 3 Tanpa nama
    Status : HP : 38/38 (hijau) SP : 38/38 (kuning)
      MP : 38/38 (biru)        : 38/38 (merah)
      Serangan     : 21 Pertahanan : 21
      Sihir               : 19 Resistensi    : 19
      Kecepatan   : 369                                                     >

    Oh-ho-ho.

    HP, MP, dan SP masing-masing naik 2 poin, lalu serangan dan pertahanan, sihir dan resistensi masing-masing naik 1 poin.

    Lalu ada kecepatan. Ada apa denganmu, Speed? kupikir itu sebelumnya 348. naik 21 poin?

    Bukanka itu sedikit terasa aneh, bukan?

    Jadi kau bertanya kepadaku mengenai kenaikan yang cukup drastis dibandingkan dengan peningkatan statku yang lain…

    Maksudku, bonus stat kecepatan untuk satu kali level up itu sama dengan total stat serangan dan pertahanan? Apakah ini benar-benar nyata?

    Itu juga lebih besar dari total stat sihir dan resistensiku … Apa-apaan ini?

    Baiklah. kuputuskan untuk menutup mata terhadap statistik yang sangat seimbang. Lagi pula sudah sedikit terlambat untuk itu. Aku akhirnya mendapatkan apa yang kuinginkan, naik level dan pulih sepenuhnya, jadi sekarang saatnya untuk berfokus pada upaya pelarianku.

    Saat aku masih terluka, aku jelas bekerja sangat lambat, dan juga aku harus ekstra hati-hati.

    Jadi mulai sekarang, aku akan memburu lebah penyendiri setiap kali ada kesempatan, menjaga persediaan makanan yang stabil sambil memperluas sarangku.

    Saat ini, jaring aku menjangkau sekitar seperempat jarak ke tujuan aku. Masih banyak jalan yang harus ditempuh.

    Para lebah masih belum melakukan upaya apapun untuk berperang melawanku, aku tidak tahu berapa lama akan bertahan seperti ini. Dengan pemikiran ini, aku harus memastikan untuk mempertahankan stamina yang cukup untuk kemungkinan serangan lebah saat aku sedang membangun sarang.

    Tetap saja, ini terbukti cukup sulit.

    Seperti yang kuperkirakan, membangun sarang sambil menempel di sisi tembok jauh lebih sulit daripada melakukannya di atas tanah, semakin tinggi aku membangun sarangku, semakin sulit pula pekerjaannya.

    Aku harus merentangkan benang tebal dari batu fondasi untuk dijadikan sebagai dasar, kemudian menghubungkannya ke banyak benang di semua tempat.

    Dan seperti ini baru seperempat jalan; dari sini akan semakin menjadi sulit.

    Meskipun demikian, aku harus melakukannya. aku tidak tahu kapan Earth Dragon Araba akan muncul lagi. aku harus segera keluar dari sini sebelum itu terjadi.

    Dalam skenario terburuk, aku mungkin harus meninggalkan sarang ini di tengah jalan dan berharap pada kecepatanku untuk dapat melarikan diri darinya.

    Itu memang bukan pilihan yang bagus, tapi jika itu terjadi di situasi hidup dan mati, aku tidak punya pilihan.

    Dengan harapan menghindari skenario seperti itu, aku melakukan yang terbaik untuk terus membangun sarangku.

    Dan waktunya telah tiba.

    <Finjicote LV 6: Appraisal Status Gagal>

    <Finjicote LV 4: Appraisal Status Gagal>

    <Finjicote LV 5: Appraisal Status Gagal>

    <Finjicote LV 5: Appraisal Status Gagal>

    <High finjicote LV 1: Appraisal Status Gagal>

    Salah satu regu lebah terbang tepat ke arah aku.

    Ini bukan lah seperti pergerakan grup yang secara berkala berdengung untuk mengawasiku. Tanpa ragu, mereka datang untuk melawanku sebagai musuh.

    Pada titik ini, aku sudah mengerjakan sarangku sekitar setengah jalan.

    Ketika sampai pada titik ini, perilaku para lebah perlahan mulai berubah, tampaknya mereka memutuskan untuk tidak membiarkanku lebih jauh lagi.

    Tapi ini baru satu regu saja.

    Aku tidak yakin apakah lebah-lebah ini meremehkanku atau ini hanya pasukan pengintai sementara sisanya melihat apa yang akan terjadi.

    Jika begitu, mereka sangat keliru jika mereka berpikir satu pasukan bisa mengalahkanku yang sekarang sudah punya sarang.

    Menyiapkan Morning Spider-ku.

    Sarang ini terbuat dari benang berbentuk jaring standar, aku juga telah meninggalkan celah yang cukup besar untuk melemparkan Morning Spider-ku.

    Tapi celah ini tidak cukup besar untuk bisa dimasuki oleh lebah berukuran enam kaki.

    Lawanku tidak bisa melewati jaringku, tapi aku tetap bisa menyerang mereka dari dalam sebanyak yang kumau. Meskipun mereka juga bisa terbang kapan pun mereka mau, jadi kita bisa menyebut ini impas.

    Dua ekor anggota regu level-5 terbang ke arahku.

    Hmph. Jika hanya dua, pertahanan jaringku sangat lebih dari cukup.

    Skill Spider Thread-ku sekarang sudah level 8. Bahkan pada level yang rendah, benang aku sudah sangat kokoh, dan itu semakin menguat setiap kali naik level.

    Benar saja, kedua lebah itu menyentuh permukaan sarangku dan segera terjerat dalam benang yang kuat. Terlepas dari kekuatan dan kecepatan serangan mereka, sarangku tidak menerima sedikit pun kerusakan. Benar-benar tidak tergoyahkan.

    Benang-benang yang kugunakan untuk membuatnya sangat kokoh, dengan elastisitas seperti karet untuk menyerap goncangan. Ketika sejumlah berat tertentu menghantam benang, itu akan melentur dan melemahkan benturannya.

    Tapi bahkan tubuh kedua lebah tidak cukup untuk memicunya. Dengan kata lain, jaringku bertahan dari kekuatan penuh serangan mereka berdasarkan daya tahan benangku saja.

    Bukan berarti serangan lebah itu sangat lemah.

    Sejauh yang kutahu dari pengamatanku, lebah ini sebenarnya cukup kuat.

    Aku bahkan pernah melihat satu regu membawa seekor ular sebagai salah satu mangsa mereka.

    Mereka memiliki banyak keuntungan: serangan sepihak dari udara, jarum beracun, dan fisik yang kuat.

    Dalam keadaan normal, mereka bisa menjadi ancaman besar.

    Karena mereka tetap berada di udara, kebanyakan serangan tidak dapat menjangkau mereka, dan mereka dapat dengan mudah mendaratkan serangan lebi dulu.

    Tapi itulah mengapa mereka lemah terhadap serangan anti udara. Jika kau bertanya kepadaku, keberhasilan serangan Morning Spider-ku banyak berkaitan dengan kurangnya kewaspadaan mereka ditambah dengan keakuratan bidikanku.

    Namun, dalam pertarungan normal, lebah adalah musuh yang tangguh. Tapi hanya pertarungan normal.

    Kartu trufku — rumaku — tidak lah normal.

    Ini memiliki kekuatan pertahanan yang tidak biasa, kelengketan, seta strategiku yang luar biasa bagus.

    Aku yakin serangga ini belum pernah menhadapi pertarungan seperti ini.

    Lagi pula, aku menggabungkan semua kemampuan laba-laba dan kecerdasan seorang manusia.

    Untuk saat ini, aku akan mengabaikan dua lebah yang menabrak jaringku dan sekarang sedang terjebak. Aku melemparkan Morning Spider ke arah tiga lainnya, yang masih belum sepenuhnya memahami situasinya.

    Lebah pemimpin tidak bisa menghidar tepat waktu, menerima serangan langsung ke wajahnya. Strategi yang terbaik adalah selalu mengincar pemimpinnya terlebih dahulu.

    Membiarkan lemparan dan gravitasi melakukan sebagian besar pekerjaan, aku menjatuhkan pemimpin lebah ke bagian bawah sarangku.

    Dan seperti itulah, aku sudah mengalahkan pemimpin mereka.

    Tanpa pemimpin mereka, dua lebah yang tersisa dari pasukan terdiam di udara tanpa tahu harus apa yang harus di perbuat.

    Sangat bagus untukku.

    Aku menyerang level tinggi lebih dulu dengan Morning Spider yang terpercaya. Melihat kejadian ini, lebah terakhir akhirnya sadar, tapi apa yang dia lakukan selanjutnya sangat buruk.

    Aku tidak tahu apa yang maksudnya, dia hanya menghantamkan tubuhnya tepat mengarah padaku.

    Apakah kau tidak melihat apa yang terjadi pada dua lebah pertama, sobat?

    Bagaimanapun, serangan putus asa jelas tidak mencapaiku, dan lebah terakhir mendarat dengan tragis di jaringku dan berhenti bergerak.

    Yah, itu sangat mengecewakan.

    Ketika aku pertama kali jatuh ke sini, para lebah ini begitu menakutkan, tapi sekarang setelah aku memiliki sarang, mereka bahkan tidak dapat menyentuhku.

    Bahkan tiga hantaman tubuh lebah masih tidak cukup untuk mengguncang permukaan jaringku, aku tidak yakin mereka akan dapat menyetuhku tak peduli berapa banyak jumlah mereka yang datang kepadaku.

    Aku baru saja membuktikan seberapa kuat jaringku.

    Dibandingkan dengan kemampuan pertahanan benangku, daya serang lebah hampir tidak cukup untuk menembusnya.

    Jujur, aku sempat membayangkan rumahku akan mengalami beberapa kerusakan yang cukup parah untuk diperbaiki, meskipun mereka tidak bisa menerobosnya.

    Masih ada ratusan lebah berterbangan di atasku.

    Awalnya, gerombolan sebanyak ini membuatku merasa ngeri, tapi sekarang setelah aku tahu mereka tidak bisa menembus jaringku, sudah beda cerita.

    Entah mereka ada ratusan atau ribuan, jika mereka tidak bisa menembus sarangku, mereka tidak akan pernah mencapaiku.

    Akhirnya, ini membuktikan semakin besar kemungkinanku untuk bisa melarikan diri mulai membaik.

    Merasa gembira, aku mulai menghabiskan lebah yang telah kutangkap.

    Setelah aku menghabisi pasukan pertama dengan mudah, lebah-lebah lain mulai mendatangi aku terus-terusan. Aku mengalahkan grup kedua sama mudahnya seperti yang pertama, tapi setelah itu terjadi sedikit masalah. Saat itu beberapa regu mulai menyerang bersamaan.

    Tidak mungkin.

    Sebenarnya, kalau berdasarkan  sudut pandang para lebah itu adalah keputusan yang bagus, tapi tetap saja.

    Sebagai target mereka, aku lebih suka jika mereka tidak mendatangiku bersamaan dalam jumlah besar, itulah yang aku katakan. Tentu saja, aku masih aman dan baik-baik saja di dalam sarangku, tapi itu masih merupakan pemandangan yang cukup mengerikan.

    Siapa juga yang mau menghabiskan hari-harinya dikelilingi oleh monster lebah raksasa yang terus berdengung di sekitar?

    Aku menghela nafas saat aku melihatnya. Sejauh mata memandang, hanya ada lebah, lebah dan lebah.

    Apa-apaan ini?

    Dengan jumlah mereka sebanyak ini berkumpul di satu tempat, dengungan mereka menjadi sangat keras. Sangat menjengkelkan. Berisik sekali bagaimana aku bisa tidur?

    Selain itu, jika aku terus-terusan menangkap mereka, akan terlalu banyak lebah untuk kumakan.

    Tentu, aku bisa makan lebih banyak dari biasanya karena skill Overeating, tapi bahkan itu ada batasnya.

    Mempertimbangkan seberapa besar untuk satu ekor lebah ini, memakan lima ekor langsung sudah sangat luar biasa banyaknya.

    Maksudku, skill Overeating-ku bahkan naik ke level 3 karena mereka. Terima kasih banyak lebah.

    Yang paling menyebalkan dari semuanya adalah mereka juga terus menghalangiku membangun sarang.

    Tujuan utamaku pergi sejauh mungkin dari tempat ini. bukan bertarung dengan sekelompok monster bodoh.

    Namun, serangan mereka sangat konstan sehingga aku benar-benar tidak dapat melanjutkan pembangunan sarangku sama sekali.

    Sekarang aku memiliki cukup banyak makanan, jadi aku lebih memilih mengabaikan mereka, jika saja mereka berhenti menyerangku!

    Bagaimana caranya membuat mereka mengerti akan hal itu.

    Sepertinya aku tidak punya pilihan selain memanfaatkan jeda singkat di antara serangan mereka untuk membangun sarangku.

    Pada titik ini, mereka sangat terfokus kepadaku sehingga jika aku keluar sedikit saja dari perlindungan sarangku itu sama saja dengan bunuh diri.

    Jelas, rencana cadangan sebelumnya untuk berlari menerobos mereka sama sekali tidak bisa di lakukan.

    Tidak peduli seberapa cepat diriku biasanya, aku tidak dapat menggunakan kecepatan penuh berlari secara vertikal, jadi aku hanya bisa membayangkan bahwa strategi ini akan berakhir dengan ditusuk dan tertangkap saat memanjat.

    Ah, sial.

    Di halangi seperti ini adalah hal yang paling menyebalkan… aku tidak tahu kapan Earth Dragon Araba akan muncul lagi.

    Tunggu … Earth Dragon Araba?

    Tiba-tiba, aku merasakan kengerian menjalar ke sekujur tubuhku.

    Apa itu tadi…?

    Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidaakk !!!

    Aku tidak sanggup melihat.

    Aku tidak sanggup, tapi aku tetap harus melakukannya.

     

    <Earth dragon Araba LV 31: Appraisal Status Gagal>

     

    Ketakutan terburukku sekarang jadi kenyataan. Dan lebih buruknya lagi, dia pasti mengincar sarangku.

    Ilustrasi Kumoko end Araba LN Kumo Desu ga Nani ka Indonesia Vol 1 Chap 9

     

    Apa yang harus kulakukan ?!

    Tidak, tidak ada yang bisa aku lakukan sekarang.

    Tidak ada sama sekali, dan aku tahu itu.

    Aku akan bisa melawannya.

    Satu-satunya hal yang bisa kulakukan hanyalah berdoa agar dia membiarkanku di sini.

    Tapi harapan itu musnah dalam sekejap, bersamaan dengan harapanku untuk hidup.

    Earth Dragon Araba membuka mulutnya.

    Senjata terkuat naga biasanya adalah sejenis serangan nafas.

    Raungan seperti gemuruh menggelegar keluar.

    Ledakan kejut membelah udara. Angin puyuh kehancuran meledak di sekitarku.

    Aku tidak tahu lagi apa yang terjadi.

    Tapi jelas.

    Sarangku menghilang, bersama dengan fondasinya. dinding di belakang fondasi juga menjadi berlubang.

    Bahkan dinding di seberangnya penuh retakan.

    Ketika celah retakan meluas, batu-batu mulai runtuh dari dinding.

    Runtuh.

    Satu serangan menghancurkan lebih dari setengah sarangku. Bahkan beberapa bagian sarangku yang masih tersisa mulai runtuh bersama dengan dinding yang juga runtuh.

    Aku berada di suatu tempat di bagian lang atas sarangku.

    Sepertinya serangan nafas itu tidak langsung mengenaiku. Tapi tetap saja, aku terjatuh bersamaan dengan jaring-jaring di sekitarku.

    Tanpa ada waktu untuk bereaksi, aku menghantam tanah.

    Aduh.

    HP-ku benar-benar turun drastis. Etah bagaimana, aku masih hidup.

    Aku belum mati, tapi tidak tahu seberapa lama aku bisa bertahan.

    Tergantung pada Earth Dragon itu.

    Salah satu jsringku terjatuh dan menutupiku dari atas.

    Mungkin sebenarnya ini adalah hal yang bagus.

    Tubuhku benar-benar di tertutupi oleh benang sekarang, tersembunyi dari pandangan. Dan tidak ada batu yang jatuh menimpaku. Jika aku tetap bersembunyi di sini, mungkin saja naga itu tidak akan menyadariku.

    Dengan sedikit harapan, aku menahan napas dan berusaha menahan tubuhku agar tidak gemetar ketakutan.

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Mendapatkan skill [Fear Resistance LV 1].>

    Merinding gemetaranku berkurang.

    Tapi aku masih merasakan ketakutan.

    Tubuhku tidak berhenti gemetaran.

    Tolong jangan menyadarikuku, tolong jangan aku, tolong, tolong, tolong, tolong aku,!

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Stealth LV 2] telah menjadi [Stealth LV 3].>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Fear Resistance LV 1] telah menjadi [Fear Resistance LV 2].>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Stealth LV 3] telah menjadi [Stealth LV 4].>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Fear Resistance LV 2] telah menjadi [Fear Resistance LV 3].>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [HP Auto Recovery LV 1] telah menjadi [HP Auto Recovery LV LV 2].>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Fear Resistance LV 3] telah menjadi [Fear Resistance LV 4].>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Stealth LV 4] telah menjadi [Stealth LV 5].>

    <Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Fear Resistance LV 4] telah menjadi [Fear Resistance LV 5].>

    Divine Voice (sementara) Membuatku kembali kembali tersadar.

    Atau mungkin itu efek skill Fear Resistance baruku yang telah meroket sementara aku keasikan gemetaran.

    Bagaimanapun, aku tidak sudah berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk bersembunyi.

    Berdasarkan seberapa banyak skill-ku yang telah naik level, aku pasti sangat beruntung bisa selamat dengan menyembunyikan keberadaanku untuk sementara waktu.

    Aku bertanya-tanya apakah aku bisa menhitung seberapa lama waktu berlalu dengan memeriksa sisa staminaku yang berkurang, tapi untuk beberapa alasan, itu tidak berkurang sama sekali.

    Aku menggunakan Thread Control untuk menarik jaring yang sebelumnya menutupiku dari tubuhku. Lalu aku merangkak keluar perlahan.

    Naga bumi itu sudah tidak ada lagi.

    Aku terselamatkan.

    Interlude An Adventurer's Withdrawal | Chapter List | Chapter S6