Kumo Desu Ga, Nani Ka Bahasa Indoneisa
(9) LABA-LABA VS LEBAH
Setelah Earth Dragon pergi, aku hanya menghabiskan waktu dengan memperhatikan sekelilingku.
Tidak peduli sudah berapa lama aku mengawasi keadaan sekitar, aku masih merasa tidak aman. Tapi mau keadaannya aman atau tidak, aku harus segera melakukan sesuatu, atau aku akan terjebak di sini sampai mati.
Aku menggunakan Thread Control agar benangku mencapai lebah, yang masih terikat di tanah.
Oof, punggungku sangat sakit rasanya. Tapi sepertinya aku tetap bisa membuat benang tanpa masalah.
Dengan perlahan dan hati-hati aku mengulurkan benangku sampai terhubung ke target.
Lebah itu masih terus berjuang melepaskan diri, tapi itu tidak maslah masalah saat ini.
Aku hanya harus menariknya kemari sebelum monster lain terlebih dahulu menangkapnya.
Setiap kali melakukan tarikan, luka aku terasa sakit.
Rasa sakitnya sangat parah, tapi HP-ku tidak berkurang, jadi aku ingin percaya kalau aku baik-baik saja.
Hingga akhirnya, aku berhasil mendapatkan mangsa aku.
langsung saja, aku menggigitnya dengan taring beracunku, membunuhnya di tempat.
Mempertimbangkan seberapa efektifnya racunku bekerja pada monster beracun lainnya, mungkin skill Poison Fang dan Poison Resistance-ku jauh lebih baik daripada monster lain?
Nah, sekarang itu tidak terlalu penting.
Masalah sebenarnya adalah apa yang harus kulakukan selanjutnya. Jujur saja, menjelajahi area ini sama dengan bunuh diri. Mungkin saja ada monster buas lain seperti earth dragon itu, peluangku untuk tetap bertahan hidup tampaknya semakin kecil.
Ini buruk. sejauh ini aku memang sudah melewati banyak situasi berbahaya, tapi kali ini jauh lebih menakutkan dari sebelumnya.
Dalam keadaan normal, aku cukup percaya diri pada kemampuan bertarungku.
Baru-baru ini, aku sudah berkeliaran di dungeon ini dan selalu menggunakan taktik serangan mendadak, tapi pada akhirnya, yang paling cocok untukku adalah berdiam diri menunggu di sarang dan membiarkan mangsa yang mendatangiku. Aku bahkan bisa mengalahkan ular berukuran besar hanya dengan rumah sementara yang sederhana. Jadi jika aku memfokuskan untuk membangin sarang khusus untuk pertempuran defensif, tidak akan ada monster yang akan mampu mengatasinya.
Begitulah yang kupikirkan.
Tapi monster itu jelas bisa mengatasinya hanya dengan jentikan jari. Monster mengerikan itu jelas sangat lah kuat.
Kecepatan, kejutan, taring beracun dan benangku. Bahkan semua taktik yang biasa kugunakan tidak lebih hanya sekedar mainan anak-anak bagi naga itu.
Mereka dengan mudah akan tercerai berai hancur hadapan kekuatan yang begitu besar.
Aku bisa membayangkannya dengan mudah.
Sepanjang hidupku yang telah bereinkarnasi sebagai laba-laba, ini adalah kali kedua yang kualami bertemu dengan makhluk dominan yang bisa menghancurkan apa saja dengan mudah.
Yang pertama, ketika aku melihat ibu laba-laba raksasaku (atau ayah?)
Fakta bahwa aku sama sekali tidak memiliki peluang untuk menang adalah sebuah masalah. Tetapi yang lebih parahnya lagi adalah bahwa dia jauh lebih cepat daripada diriku.
Bahkan jika sesuatu menerobos sarangku, aku masih bisa melarikan diri. Aku mungkin juga akan menyesal seperti terakhir kali, tapi setidaknya aku masih bisa tetap hidup. Dengan kecepatan yang luar biasa, melarikan diri bukanlah masalah. Tapi monster itu bisa melebihiku.
Jika aku melawannya, tidak mungkin aku bisa menang. Dan juga aku bahkan tidak bisa melarikan diri.
Sungguh, jika aku sampai berhadapan dengannya, semuanya akan berakhir dalam sekejap.
Sungguh makhluk yang benar-benar mengerikan.
Jika saja aku tahu sesuatu seperti mahluk itu ada di sini, aku jelas akan lebih memilih bertarung melawan ular itu.
Dan aku tidak tahu apakah dia satu-satunya spesies yang bersembunyi di area ini atau ada yang lainnya juga yang seperti itu.
Mengerikan.
Sejauh ini, situasi seperti ini lah yang paling mendekatkanku dengan kematian. Terus terang, aku sedikit terkejut dengan betapa takutnya aku saat itu.
Terlepas dari semua pengalaman konyol yang pernah kualami sejauh ini, aku tidak pernah merasakan ketegangan atau teror yang benar-benar nyata, jadi kupikir aku telah melupakan perasaan itu sejak lama.
Tapi sekarang aku tahu betul bahwa bukan itu masalahnya.
Satu-satunya alasan kenapa aku tidak pernah mengalami rasa takut sejauh ini karena tidak ada satu pun dari situasi sebelumnya yang membuatku merasa seperti ini. Bukan karena emosiku sudah mati, aku hanya tidak merasakannya sampai saat ini.
Ha ha.
Sudah terlambat buat menyadari itu untuk sekarang ini. Kenapa aku tidak pernah menyadari ini sebelumnya?
Baiklah, cukup sudah menyesalnya. Saatnya mencari tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya.
Pertama, aku harus membuat beberapa tingkat keamanan.
Memang akan sia-sia di hadapan naga itu, tapi aku tetap harus membuat jaring di sekitar celah kecil batu ini.
Saat ini, aku secara fisik tidak dapat pergi kemana-mana.
Jadi kali ini, aku akan berusaha semaksimalnya. Sudah waktunya untuk membuat rumah ketigaku di sini. Lalu kemudian bila sudah cukup memungkinkan, aku akan memancing dan membunuh beberapa monster lemah seperti lebah itu.
Tujuanku adalah sesegera mungkin naik level sehingga lukaku dapat pulih sepenuhnya. Sampai aku pulih, tidak banyak yang bisa kulakukan. Dalam kondisiku saat ini, satu serangan kecil bahkan dari monster terlemah sudah cukup untuk membunuhku.
Mungkin akan lebih baik untuk tidak berharap bahwa luka ini akan sembuh dengan sendirinya.
Uhh, kuharap aku punya semacam skill pemulihan HP otomatis. Tapi tidak ada gunanya mengkhawatirkan hal itu. Aku hanya harus menerima keadaanku dan mencoba melewatinya.
Pokoknya, hal pertama adalah membuat base di sekitar celah kecil ini.
Sejujurnya, membangun sarang di sini mungkin bukan ide bagus. Bisa jadi hanya akan membuat kehadiranku semakin jelas, dan jika monster seperti naga itu datang ke sini lagi, maka riwayatku akan tamat.
Namun, aku tidak punya banyak pilihan, dengan cedera yang cukup parah seperti ini.
Yang kubisa hanyalah mencoba menaikan level.
Setelah aku naik level dan pulih dari lukaku, aku tinggal memikirkan cara untuk melarikan diri dari area berbahaya ini.
Haruskah aku mencoba naik melewati segerombolan monster lebah besar itu atau menjelajahi area di bawah sini? Kedua pilihan ini sepertinya sama-sama langsung menuju neraka.
Namun sekarang aku sudah jatuh ke dalam lubang ini, sama saja dengan aku berada di neraka. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah aku akan hidup atau mati di sini. Dan sampai saat ini, aku bisa tetap bertahan hidup kebanyakan karena keberuntungan.
Sada saat ini, keadaanku bisa dibilang sedang sekarat. Akankah keberuntungan masih berada di pihakku kali ini, atau bisakah aku melalui semau neraka ini dengan kemampuanku sendiri?
Ya, setidaknya, aku akan mencoba.
Untungnya, aku masih memiliki stamina yang cukup untuk membuat jaring. Satu ekor lebah berukuran sangat besar, sudah cukup intuk dapat mejadi sumber makananku kali ini.
Aku harus menggunakan setiap stamina yang dihasilkan dari memakan lebah ini untuk membuat rumah baruku dengan efisien.
Sisanya, semua akan tergantung pada skill dan keberuntunganku.
Pada hari pertama, aku membuat jaring sebisa mungkin lalu tidur.
Karena rasa sakit di punggungku aku tidak bisa mengatakan kalau aku bisa tidur cukup nyenyak, tapi setidaknya aku tidak diserang saat tidur.
Selain kemungkinan di serangan, aku juga khawatir bahwa aku akan mati karena lukaku saat tertidur atau sesuatu, aku benar-benar lega ketika aku bangun dengan selamat.
Jumlah total HP-ku masih di angka 6, masih sama seperti sebelum aku pergi tidur.
Aku tidak tahu apakah harus merasa kecewa karena lukaku tidak pulih dengan sendirinya atau harus merasa lega bahwa karena jumlah HP-ku tidak berkurang lagi.
Aku menghabiskan seluru hari keduaku untuk melebarkan jaringku.
Karena rasa sakit di punggungku, membuat sarang menjadi sangat sulit dari apa yang kukira.
Karena lebah terus berdengung berterbangan terlalu dekat, aku sering kali harus berhenti bekerja dan pergi berlindung.
Tidak seperti pembangunan sarang sebelumnya, di sini aku harus waspada ketika aku mengatur semuanya, dan itu membuatku sangat gugup.
Ketika aku memiliki waktu luang untuk beristirahat, aku memakan lebah yang kudapat kemarin sedikit demi sedikit, hanya untuk memastikan bahwa aku tidak kehabisan stamina. Dalam situasi ini, aku tidak boleh mengambil risiko lebih jauh dari sebelumnya. Stamina khususnya, itu sangat penting untuk keberlangsungan hidupku. aku membutuhkannya untuk membuat benang dan bahkan bergerak. Paling tidak, aku harus berhati-hati menyisahkan stamina yang cukup setidaknya untuk satu pertarungan.
Selain itu, aku tidak tahu kapan aku bisa mendapatkan makanan lagi setelah ini, aku harus sangat berhati-hati dalam mengelola staminaku jika misalnya aku tiba-tiba terjebak di sebuah pertarungan.
Ketika aku sedang bekerja, aku menyadari skill Pain Resistance-ku telah naik beberapa level.
Terakhir yang aku ingat, itu naik ke level 2, tapi di tengah pengerjaan membuat sarang, Divine Voice (sementara) Berbicara:
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Pain Resistance LV 6] telah menjadi [Pain Resistance LV 7].>
Sekarang tiba-tiba sudah di level 7.
Aku tidak tahu bagaimana itu terjadi, mungkin level-nya naik saat aku sedang tidur.
Tentu saja itu bukan lah tidur yang nyaman, jika satu-satunya syarat untuk meningkatkan keahlian skill itu adalah merasakan sakit, kemungkinan ada banyak kesempatan skillnya naik saat aku sedak tertidur.
Aku memang sempat merasa seperti mendengar Divine Voice (sementara) berbicara dalam mimpiku.
Ternyata skill Pain Resistance tidak benar-benar membebaskanmu dari rasa sakit seperti yang kau bayangkan.
Sekarang skill ini telah meningkat sampai ke level 7, tapi rasa sakitnya tidak berbeda seperti sebelumnya. Sampai, aku menyadari bahwa efeknya mungkin lebih seperti “memungkinkanmu untuk tetap bisa bergerak sambil menahan rasa sakit.”
Jujur rasa sakitnya tidak berkurang sedikitpun, apa-apaan ini.
Tapi tidak ada ruginya juga, sementara aku bisa bergerak.
Ketika saat pertama kali aku mendapatkan skill ini, aku merasa rasa sakit berkurang, tapi mungkin itu hanya persaanku saja.
Pada akhir hari, skill Pain Resistance-ku telah naik ke level 8.
Hari ke tiga.
Aku sudah menghabiskan lebah yang kutangkap. aku juga sudah meluaskan jaring-jaring sarangku sejauh mungkin, sudah saatnya beralih ke tahap berikutnya. Yaitu berburu untuk menaikkan level-ku.
Pertanyaannya adalah, bagaimana caraku akan menangkap mangsa?
Lebah-lebahnya memang terbang mendekat, tapi sepertinya mereka sangat berhati-hati terhadapku, karena mereka belum benar-benar mau menyerang.
Aku berharap mereka akan langsung menyerangku tanpa berpikir, tapi segalanya tidak berjalan dengan lancar.
Saat ini, aku mengawasi lebah di atas sambil menunggu kesempatan.
Aku sudah mencoba memprovokasi mereka yang berada di dekat sarangku, tetapi mereka masih tidak mau mendatangiku.
Ketika aku mengamati lebah, aku menyadari beberapa hal.
Mereka umumnya membentuk kelompok beranggota lima atau enam. Setiap regu bertindak secara individu.
Dan setiap kelompok memiliki satu pemimpin.
<High finjicote LV 1: Appraisal Status Gagal>
Finjicote yang berstatus lebih tinggi.
Dilihat dari namanya, mungkin itu spesies yang lebih kuat, bahkan mungkin hasil dari evolusi.
Kebanyakan dari mereka adalah level 1, sehingga sepertinya kemungkinan besar hasil evolusi.
Di antara lebah normal, ada beberapa yang berada di level 8 atau 9, tidak jauh dari ambang batas level, sepertinya mereka bisa menjadi pemimpin regu mereka sendiri begitu mereka berevolusi.
Lebah pemimpin ini sedikit lebih gelap warnanya daripada yang biasanya. Pada dasarnya hanya itulah satu-satunya perbedaan yang terlihat; ukuran dan bentuknya pun sama.
Seperti biasa dikarenakan Appraisal status gagal, aku tidak yakin, tetapi mungkin akan lebih baik untuk mengasumsikan bahwa stat mereka lebih tinggi daripada lebah biasa.
Eh, mungkin mereka masih belum cukup kuat untuk merusak jaringku.
Mereka mungkin juga menyadarinya, itu menjelaskan mengapa mereka tidak melakukan hal yang mereka rasa tidak perlu padaku.
Kalau begitu, lebah-lebah ini mungkin cukup pintar.
Kadang-kadang, satu regu akan terpecah dan berpisah ke salah satu lorong di bagian bawah lubang.
Setelah beberapa saat, mereka kembali dengan membawa mangsa yang sudah dikalahkan. Sepertinya itulah cara mereka berburu: dalam kelompok yang terorganisir dan efisien.
Mereka benar-benar monster yang pintar.
Ada juga beberapa lebah yang tampaknya bergerak sendiri.
Yang lebih penting lagi, adalah mengani kemampuan lebah dalam berburu monster adalah informasi yang penting.
Itu artinya tidak semua yang ada di bawah sini sekuat Earth Dragon Araba.
Sedikit kabar gembira itu sudah membuatku merasa sedikit lebih baik.
Tidak semua regu bisa kembali, jadi aku tidak boleh menurubkan penjagaanku terlalu banyak. Fakta menunjukkan bahwa ada beberapa monster di luar sana yang dapat mengalahkan sekelompok lebah. Beberapa grup berburu yang kembali juga membawa mayat rekan-rekan mereka, tidak diragukan ini adalah area yang sangat berbahaya.
Untuk sementara waktu ini aku masih terus mengamati perilaku para lebah.
Ketika aku mulai mempertimbangkan untuk pergi tidur, aku mendapatkan pesan dari Divine Voice (sementara).
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Pain Resistance LV 9] telah menjadi [Pain Nullification].>
<Kondisi terpenuhi. Skill [Pain Mitigation LV 1] didapatkan dari skill [Pain Nullification].>
Skill Pain Resistance-ku telah jauh menungkat.
Aku bahkan tidak menyadari skill-ku naik dari level 8 ke 9. Itu pasti terjadi saat aku sedang tertidur.
Nama skill-nya juga berubah menjadi “Nullification” dan level-nya menghilang. level skill itu pasti sudah mencapai batas maksimal.
Setelah Night Vision, ini adalah skill kedua yang telah kumaksimalkan.
Dan sepertinya Night Vision memang sudah berada pada level tinggi sejak aku terlahir kembali, yang berarti ini adalah pertama kalinya aku meningkatkan skill dari level 1 ke 10 dengan usahaku sendiri.
Meskipun sejujurnya aku tidak yakin apakah ini layak, mengingat semua penderitaan mengerikan yang kurasakan selama proses itu.
Nah, skill turunan yang didapatkan tampaknya benar-benar meringankan rasa sakit, ini bagus. Bukan berarti skill Pain Resistance tidak berguna.
Di level 1, tidak akan ada banyak perubahan. Luka sengatan di punggungku masih sama sakitnya seperti biasa.
Jika level skill ini meningkat, rasa sakitnya mungkin sedikit lebih ringan, aku sangat berharap itu akan meningkat saat aku sedang tertidur.
Tanpa basa-basi lagi, waktunya untuk tidur.
Hari keempat.
Aku perlahan mulai kehabisan stamina, jadi aku mungkin harus segera mengambil tindakan.
Targetku adalah salah satu dari lebah penyediri. Karena akan terlalu beresiko jika menargetkan satu grup lebah sekaligus.
Aku tidak berpikir aku tidak memiliki kesempatan untuk menang. Tapi akan jauh lebih baik jika lebih berhati-hati dari pada membuat kesalahan.
Jika ada banyak musuh yang terlibat, semua hal yang tak terduga bisa menjadi sangat berbahaya. Dalam hal itu, akan lebih mudah untuk melawan lebah penyendiri.
Karena lebah penyediri tidak memiliki pemimpin, kemampuan pemahaman mereka tidak begitu bagus. Berdasarkan pengamatanku di hari sebelumnya, beberapa lebah penyendiri akan masuk ke terowongan sempit yang tidak akan pernah di masuki oleh lebah berkelompok.
Kemungkinan besar, lebah yang kutangkap pertamakali di sarangku sebelumnya adalah lebah penyendiri yang sedang tersesat.
Sekali lagi, aku tidak bisa membayangkan dia bisa sampai sejauh itu ke sarangku sebelumnya dari tempat ini, apa mungkin ada sarang lain yang lebih dekat ke sarangku sebelumnya.
Lebah penyediri yang telah kuamati tampaknya tidak terlalu pintar. Bahkan, mungkin mereka gagal bergabung kedalam kelompok karena alasan itu dan menyerah lalu selalu sendiri.
Kupikir mungkin lebih mudah untuk memprovokasinya agar menyerangku.
Tapi kali ini aku tidak akan menggunakan rencana yang bergantung pada keberuntungan.
Sebagai gantinya, kemarin aku membuat senjata baru.
Ini adalah bola benang yang terbuat dari beberapa benang lengket melekat di ujungnya. aku menamainya Morning Spider!
Hehh-heh-heh. aku akan menggunakan kekuatanku dan skill Thread Control untuk melemparnya ke seekor lebah di udara.
Aku mungkin — tidak, hampir pasti — akan meleset.
Tapi tidak masalah.
Seharusnya itu cukup untuk membuat targetku menganggapku sebagai musuh. Setelah itu, kuharap dia langsung turun menyerangku sendirian.
Jika aku mengenainya, itu bagus. Jika tidak, selama itu bisa membuatnya melihatku sebagai musuh, aku akan menganggap itu sebagai keberhasilan. Setelah itu, aku hanya berharap dia datang mendekati jaringku.
Dari apa yang terjadi kemarin, lebah penyendiri begitu sering turun untuk memeriksa apa yang terjadi di sekitar rumahku, jadi seharusnya ini akan berhasil.
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Pain Mitigation LV 2] telah menjadi [Pain Mitigation LV 3].>
Sementara aku sedang menunggu, skill Pain Mitigation naik level.
Hah? Sepertinya perkembangannya sangat lambat dibandingkan dengan Pain Resistance. kupikir itu setidaknya sudah naik ke level 5 dalam tidurku, tapi ternyatya itu tidak banyak berubah sama sekali.
Namun, yang pasti setelah levelnya naik, menjelaskan skillnya bekerja.
Skill Pain Mitigation benar-benar mengurangi rasa sakit. Berkat itu, rasa sakit yang berdenyut di punggungku sekarang jauh lebih mudah untuk ditahan.
Ini luka yang sangat parah.
Aku telah melakukan beberapa pertolongan pertama dengan membalutnya dengan Thread Control, tapi tetap masih ada lubang yang menganga di punggungku.
Jika aku masih menjadi manusia, aku sudah mati karena luka yang sangat parah seperti ini.
Apakah aku bertahan karena aku seekor laba-laba atau karena aku adalah monster? Apa pun itu, merupakan keajaiban aku masih bisa hidup.
Aku sebelumnya menggunakan Thread Control untuk membersihkannya sesekali, berharap bisa membersihkan sisa-sisa racun yang masih menempel, tapi itu terasa sangat menyakitkan seperti aku akan mati.
Aku harus naik level sesegera mungkin untuk bisa pulih. Jika aku membiarkannya lebih lama lagi, mungkin akan menjadi semakin parah.
Pembusukan, nekrosis, infeksi bakteri … aku harus melakukan sesuatu sebelum gejala lain muncul.
TL Note : Menurut sumber Halodoc, Nekrosis merupakan kondisi cedera pada sel yang mengakibatkan kematian dini sel-sel dan jaringan hidup.
Dan sekarang akhirnya, kesempatanku telah tiba.
Salah satu lebah penyendiri menuju ke arahku.
Sedang tidak ada lebah lain di sekitar sini. Jika ada, mungkin saja mereka akan bergegas membantu lebah penyendiri.
Karena tidak kendala, ini adalah kesempatan yang bagus.
Aku mengayunkan Morning Spider berulang-ulang.
Berkonsentrasi … berkonsentrasi …
Bidik, daaaann … sekarang!
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Mendapat skill [Concentration LV 1].>
Wah, aku mengenainya. Pada saat yang sama aku bahkan mendapatkan skill baru .
Ooh.
Aku tidak mengira akan mengenainya, yang jelas Morning Spider langsung mengenai tubuh lebah dengan tepat.
Tanpa ragu, segera kugunakan Thread Control untuk membungkuskan benang ke sekitar tubuh lebah. Kemudian dengan santai aku mengundangnya ke sarangku. Dan kukenalkan dia pada taring beracunku.
Bagus.
Berjalan baik sesuai rencana. Mungkin keberuntunganku juga mulai membaik.
Tidak, tidak, tidak.
Aku tidak boleh terbawa suasana. Kepercayaan diri yang berlebihan itu tidak baik bagiku di masa lalu. aku harus tetap rendah hati.
Pertama aku akan langsung memakannya sedikit.
Itadakimasu.
Saat ini, aku sudah menyisakan sedikit makanan. Berdasarkan ukuran tubuh lebah, aku bisa bertahan setidaknya beberapa hari kedepan. Sekarang aku tidak perlu mengkhawatirkan tentang stamina untuk sementara waktu.
Dengan ini, aku memiliki lebih banyak opsi.
Dan pilihan aku adalah memperluas sarangku. Lebih jauh lagi ke arah atas.
Aku benar-benar tidak ingin menjelajahi area ini. Bukan masalah apakah aku bisa atau tidak bisa. Melaikan aku benar-benar tidak mau.
Aku sangat takut pada naga. Itu adalah pilihan jalan yang sulit.
Itulah kenapa kuputuskan bagaimanapun caranya aku akan naik kembali ke jalan di mana tempatku terjatuh.
Untuk itu, aku harus mencari jalan di sekitar lebah-lebah itu.
Jika aku mencoba memanjat tembok dengan cara biasa, sekelompok lebah pasti akan menyerangku seperti sebelumnya, jadi aku memerlukan semacam rencana.
Strategiku adalah terus memperluas jaring-jaringku sampai ke atas.
Yah, aku tidak tahu apakah strategi ini merupakan jalan terbaik untuk melalui masalah saat ini.
Maksudku, bisa di bilang aku ini termasuk orang yang licik. Tetapi aku tidak bisa memikirkan cara lain untuk kembali yang lebih bagus.
Tentu saja, ada banyak kelemahan pada rencana ini.
Satu hal, membuat lebih banyak jaring akan menghabiskan staminaku.
Dan tidak seperti biasanya, aku harus membangun jaring ke sepanjang tebing kali ini.
Karena situasinya jauh berbeda, aku tidak tahu berapa banyak stamina ekstra yang diperlukan.
Ini mungkin akan menjadi sarang yang cukup besar, sehingga sisa lebah yang kumiliki saat ini tidak akan menghasilkan cukup energi untuk membangun sarang ini sepenuhnya. Jadi aku harus mencari cara untuk meningkatkan persediaan makananku.
Aku mungkin harus bertarung dengan para lebah untuk alasan persediaan makanan.
Mereka saat ini masih mengabaikanku, tapi jika aku terus-terusan memperluas sarangku sampai ke atas, aku mungkin akhirnya akan mencapai batas wilayah utama mereka.
Itu mungkin akan menjadi pelanggaran karena memasuki wilayah mereka. Tidak mungkin mereka akan membiarkanku begitu saja.
Skenario terburuknya, bisa saja ratusan atau bahkan ribuan lebah menyerangku bersamaan. Sungguh sebuah mimpi buruk.
Jelas, tidak mungkin sarangku bisa melindungiku dari jumlah sebanyak itu. Dan lebah bukan lah satu-satunya hal yang membuatku khawatir.
Sampai saat ini, tidak ada jenis monster lain yang muncul di dasar lubang ini.
Selain ular dan naga bumi.
Tapi jika naga itu kebetulan melewati area ini lagi …
Terakhir kali, aku bisa bersembunyi di balik celah batu, tapi jika aku memperluas sarangku, jelas mau tidak mau aku bisa menarik perhatiannya.
Dan jika dia terpancing, maka semuanya berakhir.
Bahkan sekarang, aku sangat cemas karna dia bisa muncul kapan saja.
Dengan kata lain, ini merupakan strategi yang sangat berisiko. Tapi jika ini berhasil berarti, aku bisa melarikan diri dari lubang neraka yang berbahaya ini.
Sepertinya aku tidak punya pilihan lain.
Bahkan jika aku melakukannya sekarang, masih belum tentu ada yang mendatangiku sekarang.
Sudah kuputuskan. Waktunya memperluas sarangku!
Pertama-tama, menyiapkan fondasinya. Kau tidak dapat membuat rumah tanpa fondasi yang kokoh. Bahkan bisa dikatakan fondasi adalah apa yang membuat atau menghancurkan rumah.
Dan tidak ada batu yang lebih baik untuk digunakan untuk fondasi daripada … yang ini!
Tempat perlindungan pertamaku ini.
Batu yang bersandar tepat di dinding dan cukup besar: sekitar dua puluh kaki tingginya dengan lebar lima belas kaki. aku telah memutuskan untuk menggunakan ini sebagai fondasinya.
Sejauh ini, jaringku melekat diantara celah batu ini ke dinding dan sedikit keluar memakan bagian jalan.
Pertama, aku menutupi ruang antara batu dan dinding yang berseberangan dengan lebih banyak benang. Kemudian, aku menambahkan benang lain secara diagonal dari atas batu ke dinding. Selanjutnya, aku menghubungkan dinding dan batu dengan lebih banyak jaring, menggunakan benang diagonal itu sebagai patokan.
Sekarang fondasinya sudah selesai.
Yang harus kulakukan sekarang adalah membangun menuju atas, sedikit demi sedikit.
Aku terus melanjutkan pekerjaanku sedikit-sedikit, kadang berhenti sejenak untuk menambah stamina dengan memakan lebah yang masih tersisa.
Selama proses pembangunan, Sering kali kulihat satu regu lebah atau bahkan lebih mengawasiku, tapi mereka tidak melakukan apa pun.
Tampaknya aku masih belum dalam jangkauan serang mereka.
Setelah selesai memakan lebah, aku memutuskan untuk mengahiri hari ini dan beristirahat.
Sekarang hari kelima.
HP aku masih tersisa di angka 6. Rasa sakitnya sepertinya juga sudah mereda
Karena itu tidak pulih sama sekali, skill Pain Mitigation-ku pasti naik level ketika aku sedang tertidur.
Tidak merasa kesakitan lagi adalah kemajuan yang bagus.
Berkat skill Pain Nullification uku bisa bekerja sepanjang waktu selama ini, tapi dengan berkurangnya rasa sakit yang kurasakan membuat suatu perbedaan besar.
Tentu, sensasi sakitnya belum sepenuhnya menghilang, dan lukanya juga belum sembuh, tapi tetap saja. Jelas ini akan memudahkanku.
Aku tidak pernah mengalami cedera separah ini ketika aku masih menjadi manusia.
Sampai saat sebelum aku di reinkarnasi, pengalaman paling menyakitkan yang pernah kualami adalah ketika jari kelingking kecilku tak sengaja menabrak sudut pintu. Astaga, itu menyakitkan.
Tapi itu masih tidak seberapa dibandingkan dengan lubang yang menganga di punggungku.
Sejak aku mulai merasa sedikit lebih baik, pekerjaan juga mulai berjalan dengan lancar.
Disaat sedang bekerja, lebah penyendiri lain tiba-tiba datang. Tapi saat ini juga sedang ada satu regu lebah yang berjarak cukup dekat. Hmm.
Sebagai percobaan, kuputuskan untuk tetap menyerangnya. Aku ingin tahu apakah regu terdekat akan membantu jika lebah penyendiri di serang. Jika itu yang terjadi, aku akan segera mundur ke dalam sarangku. Dan jika mereka tetap tidak merespon, maka itu bagus.
Aku mulai mengayukan Morning Spider.
Bidik, daaaan … sekarang!
Oh aku mengenainya lagi.
Wow. Apakah aku ini luar biasa atau apa?
Tidak kusangka akan mengenai apa pun dengan ini, tapi sekarang aku dua kali mengenainya untuk dua kali percobaan.
Aku, yang sebelumnya selalu di posisi paling akhir di kelasku dalam melempar softball selama tes fisik…
Upss, aku sangat terkejut sehingga aku lupa melihat reaksi kelompok lebah terdekat.
Pasukan lebah … di sana. Hmm. Tidak ada reaksi. Jadi jika aku melakukan serangan brutal pada lebah penyendiri, lebah lain tidak akan datang membantu.
Apakah hanya aku saja, atau memang mereka tidak berperasaan?
Kukira kau harus sedikit menjadi kejam untuk bertahan hidup di alam liar…
Nah, jika mereka tidak akan menyerang, itu akan menguntungkanku. Sekarang aku bisa menyerang lebah penyendiri sesuka hati. Aku sedikit tertawa kecil sendirian seperti sedang mengambil hadiah dan menghabisinya dengan gigitan beracun.
Saat aku sedang berburu lebah penyendiri yang lain (aku sudah lupa ini yang ke berapa saat trakhir kali menghitung), hingga akhirnya aku mendengar suara yang telah aku tunggu-tunggu.
<Exp telah memenuhi kondisi yang di butukan. Individu small taratect telah meningkat dari LV 2 ke LV 3.>
<Semua atribut dasar meningkat.>
<Mendapatkan bonus keahlian skill dari naik level.>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Strength LV 1] telah menjadi [Strength LV 2].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Solidity LV 1] telah menjadi [Solidity LV 2].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Overeating LV 1] telah menjadi [Overeating LV 2].>
<skill points diperoleh.>
Saat-saat level up yang sudah lama ditunggu-tunggu akhirnya telah tiba.
Kulit lamaku segera terlepas dari tubuhku.
Meskipun aku tidak bisa melihatnya, aku bisa merasakan lubang besar di punggungku menutup dengan sendirinya.
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Mendapatkan skill [HP Auto-Recovery LV 1].>
Hah? Yang benar saja?
Ooooh. Benar-benar ini tidak terduga.
Tunggu, apakah pulih sepenuhnya dari setiap level up juga dihitung sebagai pemulihan otomatis?
Aku sangat senang, tapi jika aku bisa memberikan satu komentar, aku akan lebih senang jika mendapatkan skill ini sedikit lebih cepat …
Maka aku tidak perlu merasa menderita seperti selama ini. Tapi harusnya kau terima saja karna ini merupakan sebuah hadiah. Satu-satunya reaksi yang paling pas adalah dengan merayakan kenaikan level yang telah menyingkirkan begitu banyak kekhawatiranku.
Jujur, ini nyaris saja. Seperti yang awalnya kutakutkan, HP aku benar-benar mulai turun.
Ketika pertama kali turun dari 6 menjadi 5, aku merasakan kematian mulai mendekatiku.
Setelah itu, perlahan terus berkurang higga akhirnya hanya tersisa menjadi 3, dan aku naik level.
Itu nyaris saja.
Syukurlah aku sudah cukup lama menekan kecemasanku untuk bisa fokus ke lebah-lebah itu.
Perburuanku berjalan lancar. Anehnya, serangan jarak jauh aku Morning Spider selalu tepat sasaran setiap kali melemparnya.
Aku tidak bisa mengabaikannya. Apakah ini kelebihan lain dari tubuh laba-labaku?
Mungkin berkat itu, aku mendapatkan dua skill baru. Keduanya mungkin akan membuat serangan Morning Spider-ku lebih baik.
Dan di saat aku tadi naik level, tiga skill-ku juga naik level.
Aku tidak benar-benar tahu satu pun efek dari mereka, tapi jika mereka naik level, aku pasti telah mendapatkan keahliannya, jadi mungkin saja aku mendapat keuntungan dari mereka tanpa menyadarinya.
Yah, tentu saja tidak ada salahnya menaikkan level-nya. Meskipun skill dengan nama Overeating sedikit membuatku jengkel …
Seiring berjalannya proses pembuatatan jaring sambil memburu lebih banyak lebah, aku cukup banyak menggunakan skill Spider Thread dan Thread Control, sehingga membuatnya jadi naik level juga.
Skill Spider Thread sekarang ada di level 8, dan Thread Control di level 5.
Skill Thread Control ternyata sangat berguna daripada apa yang pernah kupikirkan sebelumnya.
Pada level 5, aku sudah dapat memanipulasi benang dengan cepat dan akurat.
Mengambil skill itu adalah keputusan yang tepat.
Skill Pain Mitigation juga sudah mencapai level 5 sekarang, yang membuat hidupku menjadi lebih mudah.
Sesuatu yang bagus dari skill ini, selain dari mengurangi rasa sakit, juga sebagai patokan jika aku merasa ketidaknyaman, aku masih bisa tahu kalau aku sedang berada dalam kondisi berbahaya.
Lagipula, rasa sakit memiliki fungsi sebagai sinyal yang memperingatkanmu akan ancaman atau kondisi yang buruk. Jadi jika kau tidak bisa merasakannya, kau tidak akan tahu kapan tubuhmu sedang dalam bahaya, tapi dengan skill ini, aku masih bisa mengetahui seberapa dalam atau seberapa parah luka itu bahkan jika aku tidak mengetahui penyebabnya sama sekali.
Sulit untuk mengungkapkan perasaan seperti ini ke dalam kata-kata, tapi jik memang harus, aku akan mengatakan itu lebih seperti aku memiliki kesadaran akan kegelisahan atau kejengkelan atau sesuatu dari sebuah luka.
Bagaimanapun, tidak ada kerugian dari berkurangnya rasa sakit.
Seperti yang sedang kukatakan, skillnya masih berada di level 5, jadi bukan aku tidak merasakan sakit sama sekali.
Sekarang aku sudah naik level, mungkin aku akan melihat seberapa banyak statku yang telah meningkat.
| <Small Taratect |
LV 3 |
Tanpa nama |
| Status : |
HP : 38/38 (hijau) |
SP : 38/38 (kuning) |
| |
MP : 38/38 (biru) |
: 38/38 (merah) |
| |
Serangan : 21 |
Pertahanan : 21 |
| |
Sihir : 19 |
Resistensi : 19 |
| |
Kecepatan : 369 |
> |
Oh-ho-ho.
HP, MP, dan SP masing-masing naik 2 poin, lalu serangan dan pertahanan, sihir dan resistensi masing-masing naik 1 poin.
Lalu ada kecepatan. Ada apa denganmu, Speed? kupikir itu sebelumnya 348. naik 21 poin?
Bukanka itu sedikit terasa aneh, bukan?
Jadi kau bertanya kepadaku mengenai kenaikan yang cukup drastis dibandingkan dengan peningkatan statku yang lain…
Maksudku, bonus stat kecepatan untuk satu kali level up itu sama dengan total stat serangan dan pertahanan? Apakah ini benar-benar nyata?
Itu juga lebih besar dari total stat sihir dan resistensiku … Apa-apaan ini?
Baiklah. kuputuskan untuk menutup mata terhadap statistik yang sangat seimbang. Lagi pula sudah sedikit terlambat untuk itu. Aku akhirnya mendapatkan apa yang kuinginkan, naik level dan pulih sepenuhnya, jadi sekarang saatnya untuk berfokus pada upaya pelarianku.
Saat aku masih terluka, aku jelas bekerja sangat lambat, dan juga aku harus ekstra hati-hati.
Jadi mulai sekarang, aku akan memburu lebah penyendiri setiap kali ada kesempatan, menjaga persediaan makanan yang stabil sambil memperluas sarangku.
Saat ini, jaring aku menjangkau sekitar seperempat jarak ke tujuan aku. Masih banyak jalan yang harus ditempuh.
Para lebah masih belum melakukan upaya apapun untuk berperang melawanku, aku tidak tahu berapa lama akan bertahan seperti ini. Dengan pemikiran ini, aku harus memastikan untuk mempertahankan stamina yang cukup untuk kemungkinan serangan lebah saat aku sedang membangun sarang.
Tetap saja, ini terbukti cukup sulit.
Seperti yang kuperkirakan, membangun sarang sambil menempel di sisi tembok jauh lebih sulit daripada melakukannya di atas tanah, semakin tinggi aku membangun sarangku, semakin sulit pula pekerjaannya.
Aku harus merentangkan benang tebal dari batu fondasi untuk dijadikan sebagai dasar, kemudian menghubungkannya ke banyak benang di semua tempat.
Dan seperti ini baru seperempat jalan; dari sini akan semakin menjadi sulit.
Meskipun demikian, aku harus melakukannya. aku tidak tahu kapan Earth Dragon Araba akan muncul lagi. aku harus segera keluar dari sini sebelum itu terjadi.
Dalam skenario terburuk, aku mungkin harus meninggalkan sarang ini di tengah jalan dan berharap pada kecepatanku untuk dapat melarikan diri darinya.
Itu memang bukan pilihan yang bagus, tapi jika itu terjadi di situasi hidup dan mati, aku tidak punya pilihan.
Dengan harapan menghindari skenario seperti itu, aku melakukan yang terbaik untuk terus membangun sarangku.
Dan waktunya telah tiba.
<Finjicote LV 6: Appraisal Status Gagal>
<Finjicote LV 4: Appraisal Status Gagal>
<Finjicote LV 5: Appraisal Status Gagal>
<Finjicote LV 5: Appraisal Status Gagal>
<High finjicote LV 1: Appraisal Status Gagal>
Salah satu regu lebah terbang tepat ke arah aku.
Ini bukan lah seperti pergerakan grup yang secara berkala berdengung untuk mengawasiku. Tanpa ragu, mereka datang untuk melawanku sebagai musuh.
Pada titik ini, aku sudah mengerjakan sarangku sekitar setengah jalan.
Ketika sampai pada titik ini, perilaku para lebah perlahan mulai berubah, tampaknya mereka memutuskan untuk tidak membiarkanku lebih jauh lagi.
Tapi ini baru satu regu saja.
Aku tidak yakin apakah lebah-lebah ini meremehkanku atau ini hanya pasukan pengintai sementara sisanya melihat apa yang akan terjadi.
Jika begitu, mereka sangat keliru jika mereka berpikir satu pasukan bisa mengalahkanku yang sekarang sudah punya sarang.
Menyiapkan Morning Spider-ku.
Sarang ini terbuat dari benang berbentuk jaring standar, aku juga telah meninggalkan celah yang cukup besar untuk melemparkan Morning Spider-ku.
Tapi celah ini tidak cukup besar untuk bisa dimasuki oleh lebah berukuran enam kaki.
Lawanku tidak bisa melewati jaringku, tapi aku tetap bisa menyerang mereka dari dalam sebanyak yang kumau. Meskipun mereka juga bisa terbang kapan pun mereka mau, jadi kita bisa menyebut ini impas.
Dua ekor anggota regu level-5 terbang ke arahku.
Hmph. Jika hanya dua, pertahanan jaringku sangat lebih dari cukup.
Skill Spider Thread-ku sekarang sudah level 8. Bahkan pada level yang rendah, benang aku sudah sangat kokoh, dan itu semakin menguat setiap kali naik level.
Benar saja, kedua lebah itu menyentuh permukaan sarangku dan segera terjerat dalam benang yang kuat. Terlepas dari kekuatan dan kecepatan serangan mereka, sarangku tidak menerima sedikit pun kerusakan. Benar-benar tidak tergoyahkan.
Benang-benang yang kugunakan untuk membuatnya sangat kokoh, dengan elastisitas seperti karet untuk menyerap goncangan. Ketika sejumlah berat tertentu menghantam benang, itu akan melentur dan melemahkan benturannya.
Tapi bahkan tubuh kedua lebah tidak cukup untuk memicunya. Dengan kata lain, jaringku bertahan dari kekuatan penuh serangan mereka berdasarkan daya tahan benangku saja.
Bukan berarti serangan lebah itu sangat lemah.
Sejauh yang kutahu dari pengamatanku, lebah ini sebenarnya cukup kuat.
Aku bahkan pernah melihat satu regu membawa seekor ular sebagai salah satu mangsa mereka.
Mereka memiliki banyak keuntungan: serangan sepihak dari udara, jarum beracun, dan fisik yang kuat.
Dalam keadaan normal, mereka bisa menjadi ancaman besar.
Karena mereka tetap berada di udara, kebanyakan serangan tidak dapat menjangkau mereka, dan mereka dapat dengan mudah mendaratkan serangan lebi dulu.
Tapi itulah mengapa mereka lemah terhadap serangan anti udara. Jika kau bertanya kepadaku, keberhasilan serangan Morning Spider-ku banyak berkaitan dengan kurangnya kewaspadaan mereka ditambah dengan keakuratan bidikanku.
Namun, dalam pertarungan normal, lebah adalah musuh yang tangguh. Tapi hanya pertarungan normal.
Kartu trufku — rumaku — tidak lah normal.
Ini memiliki kekuatan pertahanan yang tidak biasa, kelengketan, seta strategiku yang luar biasa bagus.
Aku yakin serangga ini belum pernah menhadapi pertarungan seperti ini.
Lagi pula, aku menggabungkan semua kemampuan laba-laba dan kecerdasan seorang manusia.
Untuk saat ini, aku akan mengabaikan dua lebah yang menabrak jaringku dan sekarang sedang terjebak. Aku melemparkan Morning Spider ke arah tiga lainnya, yang masih belum sepenuhnya memahami situasinya.
Lebah pemimpin tidak bisa menghidar tepat waktu, menerima serangan langsung ke wajahnya. Strategi yang terbaik adalah selalu mengincar pemimpinnya terlebih dahulu.
Membiarkan lemparan dan gravitasi melakukan sebagian besar pekerjaan, aku menjatuhkan pemimpin lebah ke bagian bawah sarangku.
Dan seperti itulah, aku sudah mengalahkan pemimpin mereka.
Tanpa pemimpin mereka, dua lebah yang tersisa dari pasukan terdiam di udara tanpa tahu harus apa yang harus di perbuat.
Sangat bagus untukku.
Aku menyerang level tinggi lebih dulu dengan Morning Spider yang terpercaya. Melihat kejadian ini, lebah terakhir akhirnya sadar, tapi apa yang dia lakukan selanjutnya sangat buruk.
Aku tidak tahu apa yang maksudnya, dia hanya menghantamkan tubuhnya tepat mengarah padaku.
Apakah kau tidak melihat apa yang terjadi pada dua lebah pertama, sobat?
Bagaimanapun, serangan putus asa jelas tidak mencapaiku, dan lebah terakhir mendarat dengan tragis di jaringku dan berhenti bergerak.
Yah, itu sangat mengecewakan.
Ketika aku pertama kali jatuh ke sini, para lebah ini begitu menakutkan, tapi sekarang setelah aku memiliki sarang, mereka bahkan tidak dapat menyentuhku.
Bahkan tiga hantaman tubuh lebah masih tidak cukup untuk mengguncang permukaan jaringku, aku tidak yakin mereka akan dapat menyetuhku tak peduli berapa banyak jumlah mereka yang datang kepadaku.
Aku baru saja membuktikan seberapa kuat jaringku.
Dibandingkan dengan kemampuan pertahanan benangku, daya serang lebah hampir tidak cukup untuk menembusnya.
Jujur, aku sempat membayangkan rumahku akan mengalami beberapa kerusakan yang cukup parah untuk diperbaiki, meskipun mereka tidak bisa menerobosnya.
Masih ada ratusan lebah berterbangan di atasku.
Awalnya, gerombolan sebanyak ini membuatku merasa ngeri, tapi sekarang setelah aku tahu mereka tidak bisa menembus jaringku, sudah beda cerita.
Entah mereka ada ratusan atau ribuan, jika mereka tidak bisa menembus sarangku, mereka tidak akan pernah mencapaiku.
Akhirnya, ini membuktikan semakin besar kemungkinanku untuk bisa melarikan diri mulai membaik.
Merasa gembira, aku mulai menghabiskan lebah yang telah kutangkap.
Setelah aku menghabisi pasukan pertama dengan mudah, lebah-lebah lain mulai mendatangi aku terus-terusan. Aku mengalahkan grup kedua sama mudahnya seperti yang pertama, tapi setelah itu terjadi sedikit masalah. Saat itu beberapa regu mulai menyerang bersamaan.
Tidak mungkin.
Sebenarnya, kalau berdasarkan sudut pandang para lebah itu adalah keputusan yang bagus, tapi tetap saja.
Sebagai target mereka, aku lebih suka jika mereka tidak mendatangiku bersamaan dalam jumlah besar, itulah yang aku katakan. Tentu saja, aku masih aman dan baik-baik saja di dalam sarangku, tapi itu masih merupakan pemandangan yang cukup mengerikan.
Siapa juga yang mau menghabiskan hari-harinya dikelilingi oleh monster lebah raksasa yang terus berdengung di sekitar?
Aku menghela nafas saat aku melihatnya. Sejauh mata memandang, hanya ada lebah, lebah dan lebah.
Apa-apaan ini?
Dengan jumlah mereka sebanyak ini berkumpul di satu tempat, dengungan mereka menjadi sangat keras. Sangat menjengkelkan. Berisik sekali bagaimana aku bisa tidur?
Selain itu, jika aku terus-terusan menangkap mereka, akan terlalu banyak lebah untuk kumakan.
Tentu, aku bisa makan lebih banyak dari biasanya karena skill Overeating, tapi bahkan itu ada batasnya.
Mempertimbangkan seberapa besar untuk satu ekor lebah ini, memakan lima ekor langsung sudah sangat luar biasa banyaknya.
Maksudku, skill Overeating-ku bahkan naik ke level 3 karena mereka. Terima kasih banyak lebah.
Yang paling menyebalkan dari semuanya adalah mereka juga terus menghalangiku membangun sarang.
Tujuan utamaku pergi sejauh mungkin dari tempat ini. bukan bertarung dengan sekelompok monster bodoh.
Namun, serangan mereka sangat konstan sehingga aku benar-benar tidak dapat melanjutkan pembangunan sarangku sama sekali.
Sekarang aku memiliki cukup banyak makanan, jadi aku lebih memilih mengabaikan mereka, jika saja mereka berhenti menyerangku!
Bagaimana caranya membuat mereka mengerti akan hal itu.
Sepertinya aku tidak punya pilihan selain memanfaatkan jeda singkat di antara serangan mereka untuk membangun sarangku.
Pada titik ini, mereka sangat terfokus kepadaku sehingga jika aku keluar sedikit saja dari perlindungan sarangku itu sama saja dengan bunuh diri.
Jelas, rencana cadangan sebelumnya untuk berlari menerobos mereka sama sekali tidak bisa di lakukan.
Tidak peduli seberapa cepat diriku biasanya, aku tidak dapat menggunakan kecepatan penuh berlari secara vertikal, jadi aku hanya bisa membayangkan bahwa strategi ini akan berakhir dengan ditusuk dan tertangkap saat memanjat.
Ah, sial.
Di halangi seperti ini adalah hal yang paling menyebalkan… aku tidak tahu kapan Earth Dragon Araba akan muncul lagi.
Tunggu … Earth Dragon Araba?
Tiba-tiba, aku merasakan kengerian menjalar ke sekujur tubuhku.
Apa itu tadi…?
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidaakk !!!
Aku tidak sanggup melihat.
Aku tidak sanggup, tapi aku tetap harus melakukannya.
<Earth dragon Araba LV 31: Appraisal Status Gagal>
Ketakutan terburukku sekarang jadi kenyataan. Dan lebih buruknya lagi, dia pasti mengincar sarangku.
Apa yang harus kulakukan ?!
Tidak, tidak ada yang bisa aku lakukan sekarang.
Tidak ada sama sekali, dan aku tahu itu.
Aku akan bisa melawannya.
Satu-satunya hal yang bisa kulakukan hanyalah berdoa agar dia membiarkanku di sini.
Tapi harapan itu musnah dalam sekejap, bersamaan dengan harapanku untuk hidup.
Earth Dragon Araba membuka mulutnya.
Senjata terkuat naga biasanya adalah sejenis serangan nafas.
Raungan seperti gemuruh menggelegar keluar.
Ledakan kejut membelah udara. Angin puyuh kehancuran meledak di sekitarku.
Aku tidak tahu lagi apa yang terjadi.
Tapi jelas.
Sarangku menghilang, bersama dengan fondasinya. dinding di belakang fondasi juga menjadi berlubang.
Bahkan dinding di seberangnya penuh retakan.
Ketika celah retakan meluas, batu-batu mulai runtuh dari dinding.
Runtuh.
Satu serangan menghancurkan lebih dari setengah sarangku. Bahkan beberapa bagian sarangku yang masih tersisa mulai runtuh bersama dengan dinding yang juga runtuh.
Aku berada di suatu tempat di bagian lang atas sarangku.
Sepertinya serangan nafas itu tidak langsung mengenaiku. Tapi tetap saja, aku terjatuh bersamaan dengan jaring-jaring di sekitarku.
Tanpa ada waktu untuk bereaksi, aku menghantam tanah.
Aduh.
HP-ku benar-benar turun drastis. Etah bagaimana, aku masih hidup.
Aku belum mati, tapi tidak tahu seberapa lama aku bisa bertahan.
Tergantung pada Earth Dragon itu.
Salah satu jsringku terjatuh dan menutupiku dari atas.
Mungkin sebenarnya ini adalah hal yang bagus.
Tubuhku benar-benar di tertutupi oleh benang sekarang, tersembunyi dari pandangan. Dan tidak ada batu yang jatuh menimpaku. Jika aku tetap bersembunyi di sini, mungkin saja naga itu tidak akan menyadariku.
Dengan sedikit harapan, aku menahan napas dan berusaha menahan tubuhku agar tidak gemetar ketakutan.
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Mendapatkan skill [Fear Resistance LV 1].>
Merinding gemetaranku berkurang.
Tapi aku masih merasakan ketakutan.
Tubuhku tidak berhenti gemetaran.
Tolong jangan menyadarikuku, tolong jangan aku, tolong, tolong, tolong, tolong aku,!
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Stealth LV 2] telah menjadi [Stealth LV 3].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Fear Resistance LV 1] telah menjadi [Fear Resistance LV 2].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Stealth LV 3] telah menjadi [Stealth LV 4].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Fear Resistance LV 2] telah menjadi [Fear Resistance LV 3].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [HP Auto Recovery LV 1] telah menjadi [HP Auto Recovery LV LV 2].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Fear Resistance LV 3] telah menjadi [Fear Resistance LV 4].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Stealth LV 4] telah menjadi [Stealth LV 5].>
<Keahlian telah mencapai kondisi yang di butukan. Skill [Fear Resistance LV 4] telah menjadi [Fear Resistance LV 5].>
Divine Voice (sementara) Membuatku kembali kembali tersadar.
Atau mungkin itu efek skill Fear Resistance baruku yang telah meroket sementara aku keasikan gemetaran.
Bagaimanapun, aku tidak sudah berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk bersembunyi.
Berdasarkan seberapa banyak skill-ku yang telah naik level, aku pasti sangat beruntung bisa selamat dengan menyembunyikan keberadaanku untuk sementara waktu.
Aku bertanya-tanya apakah aku bisa menhitung seberapa lama waktu berlalu dengan memeriksa sisa staminaku yang berkurang, tapi untuk beberapa alasan, itu tidak berkurang sama sekali.
Aku menggunakan Thread Control untuk menarik jaring yang sebelumnya menutupiku dari tubuhku. Lalu aku merangkak keluar perlahan.
Naga bumi itu sudah tidak ada lagi.
Aku terselamatkan.
Interlude An Adventurer's Withdrawal | Chapter List | Chapter S6